web analytics
  

China Tantang AS Mengundang WHO untuk Penyelidikan Covid-19

Kamis, 11 Februari 2021 14:02 WIB
Umum - Internasional, China Tantang AS Mengundang WHO untuk Penyelidikan Covid-19, China,AS,Amerika Serikat,WHO,World Health Organization (WHO),COVID-19,SARS-CoV-2

Wuhan, China. (Pixabay/Petrick Liu)

WUHAN, AYOBANDUNG.COM — Asal muasal pandemi Covid-19, yang pertama kali dilaporkan muncul di Wuhan pada akhir 2019, telah menjadi bahan politisasi, dengan China mengemukakan ide bahwa virus SARS-Cov-2 berasal dari luar wilayahnya.

Oleh karenanya, usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyelesaikan penyelidikan di Kota Wuhan, China, untuk mengetahui asal mula Covid-19, kini giliran China yang meminta Amerika Serikat (AS) mengundang badan kesehatan tersebut melakukan hal yang sama di negara itu.

"Kami berharap bahwa pihak AS, sebagaimana China, dapat menjunjung sikap yang terbuka dan transparan, serta dapat mengundang pakar WHO ke AS untuk melaksanakan penelitian dan inspeksi penelusuran asal muasal," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin, Rabu (10/2).

Tim WHO menyampaikan penemuan penyelidikan Wuhan dalam konferensi pers pada Selasa (9/2), yang kesimpulannya yakni virus penyebab Covid-19 bukan berasal dari laboratorium di Wuhan; dan bahwa kelelawar masih menjadi kemungkinan asal virus itu.

Pejabat Media di Gedung Putih, Jen Psaki, menyebut bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden tidak terlibat dalam "rencana dan pelaksanaan" dari penyelidikan WHO, serta ingin menjalankan kajian independen atas penemuan badan itu dan data yang mendasarinya.

"AS memeriksa data WHO secara independen? Semestinya WHO yang mengkaji data AS," kata Hu Xijin, pemimpin redaksi Global Times, tabloid yang dijalankan oleh Surat Kabar People's Daily dari Partai Komunis China, dalam media sosial Weibo.

"Apakah kita semua salah dengar, atau memang juru bicara ini tak tahu malu?" kata dia menambahkan.

Peter Ben Embarek, ketua tim yang dipimpin WHO yang menghabiskan empat pekan penyelidikan di China, menyebut bahwa investigasi ini tidak banyak mengubah pandangan WHO atas wabah yang terjadi, meskipun virus bisa saja melintasi wilayah sebelum akhirnya tiba di Wuhan.

Dengan menyisihkan kemungkinan kebocoran di laboratorium, Embarek menyebut makanan beku kemungkinan dapat menjadi media penularan virus. Hal ini akan mendukung hipotesis Beijing, yang menyalahkan sejumlah klaster infeksi pada kemasan makanan impor.

Kesimpulannya, WHO, "Membantah total teori konspirasi yang dikembangkan oleh sejumlah pihak anti-China, seperti mantan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, yang menuduh Institut Virologi Wuhan membocorkan virus tersebut," tulis Global Times.

Sebelumnya, Pompeo mengatakan terdapat "sejumlah bukti yang signifikan" bahwa virus Covid-19 muncul dari sebuah laboratorium di China.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Cina Bikin Pandemi Covid-19 Jadi Lebih Buruk?

Internasional Senin, 12 April 2021 | 15:35 WIB

Antony Blinken menilai kegagalan Cina bertanggung jawab atas pandemi Covid-19 yang lebih buruk daripada yang seharusnya.

Umum - Internasional, Cina Bikin Pandemi Covid-19 Jadi Lebih Buruk?, Cina,Pandemi Covid-19,Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken,Amerika Serikat,Asal-usul Virus Corona

Tidak Ada Upacara Kenegaraan untuk Pangeran Philip, Ini Alasannya

Internasional Sabtu, 10 April 2021 | 07:42 WIB

Mendiang suami Ratu Inggris Elizabeth, Pangeran Philip, tidak akan dimakamkan dengan upacara kenegaraan karena pembatasa...

Umum - Internasional, Tidak Ada Upacara Kenegaraan untuk Pangeran Philip, Ini Alasannya, Pangeran Philip,Pangeran Philip meninggal,Ratu Inggris Elizabeth,Ratu Elizabeth II,Upacara Kenegaraan,Upacara Pemakaman Pangeran Philip,Kerajaan Inggris

Ini Profil Pangeran Philip, Suami Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia

Internasional Sabtu, 10 April 2021 | 06:32 WIB

Kabar duka datang dari Istana Buckingham Inggris, Pangeran Philip yang merupakan suami Ratu Elizabeth II meninggal dunia...

Umum - Internasional, Ini Profil Pangeran Philip, Suami Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia, Pangeran Philip meninggal,Profil Pangeran Philip,Biodata Pangeran Philip,Ratu Elizabeth II

Belanda Batasi Penggunaan Vaksin AstraZeneca untuk Lansia

Internasional Sabtu, 10 April 2021 | 05:30 WIB

Pembatasan penggunaan vaksin AstraZeneca dilakukan sejumlah negara dunia, usai ditemukannya efek samping langka pembekua...

Umum - Internasional, Belanda Batasi Penggunaan Vaksin AstraZeneca untuk Lansia, vaksin AstraZeneca,Belanda,Vaksinasi Lansia,Vaksin Covid-19

Inggris Berduka, Pangeran Philip Meninggal

Internasional Jumat, 9 April 2021 | 18:35 WIB

Berita Duka datang dari Kerajaan Inggris. Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth meninggal di usia 99 tahun.

Umum - Internasional, Inggris Berduka, Pangeran Philip Meninggal, Inggris Berduka,Berita Duka Kerajaan Inggris,Kerajaan Inggris,Pangeran Philip,Pangeran Philip meninggal,Ratu Elizabeth,Duke of Edinburgh,Berita Duka,Penyebab meninggal Pangeran Philip

Umrah Tanpa Izin Saat Ramadan Dikenakan Denda 10 Ribu Riyal

Internasional Jumat, 9 April 2021 | 12:36 WIB

Siapa pun yang ditemukan berusaha melakukan umroh selama bulan suci Ramadhan tanpa memiliki izin resmi akan didenda 10 r...

Umum - Internasional, Umrah Tanpa Izin Saat Ramadan Dikenakan Denda 10 Ribu Riyal, umrah ramadan,umrah tanpa izin,umrah ilegal,Ramadan 2021,Arab Saudi

Kartu Pos Awak Titanic Akan Dilelang dengan Harga Rp200 Juta

Internasional Kamis, 8 April 2021 | 17:50 WIB

Sebuah kartu pos yang ditulis oleh seorang awak kapal RMS Titanic akan dilelang dan harga ditaksir mencapai Rp 200 juta...

Umum - Internasional, Kartu Pos Awak Titanic Akan Dilelang dengan Harga Rp200 Juta, kartu pos awak titanik,kartu pos awak titanik dilelang,awak titanik,kartu pos titanik

Hijrah dari Alfabet Kiril, Uzbekistan Akan Gunakan Aksara Latin

Internasional Kamis, 8 April 2021 | 11:30 WIB

Setelah merdeka dari Uni Soviet, Uzbekistan menggunakan aksara kiril atau cyrilic.

Umum - Internasional, Hijrah dari Alfabet Kiril, Uzbekistan Akan Gunakan Aksara Latin, alfabet,Latin,Kiril,cyrilic,Uzbekistan

artikel terkait

dewanpers