web analytics
  

99.535 Pekerja Dirumahkan dan di-PHK di Jabar Sepanjang 2020

Kamis, 11 Februari 2021 05:46 WIB
Umum - Regional, 99.535 Pekerja Dirumahkan dan di-PHK di Jabar Sepanjang 2020, PHK Jabar,PHK,Pekerja di-PHK Jabar,Pekerja Jabar dirumahkan,PHK Buruh Jabar,Perusahaan Jabar terdampak pandemi

Unjuk rasa buruh di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (8/10/2020). (Ayobandung.com/Ryan Suherlan/Magang)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi masih membawa dampak ke industri di Jawa Barat (Jabar). Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar Rahmat Taufik Garsadi, jumlah tenaga kerja yang dirumahkan dan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19 masih terus bertambah.

Hingga 20 November 2020 jumlahnya mencapai 99.535 orang. Berdasarkan data Disnakertrans Jabar, jumlah tenaga kerja di Jabar yang dirumahkan pada periode tersebut mencapai 80.151 orang dari 987 perusahaan.

"Jumlah tenaga kerja yang di PHK di Jabar selama pandemi, hingga 20 November 2021 mencapai 19.384 orang dari 474 perusahaan," ujar Rahmat pada Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2021 di Disnakertrans Jabar, Jln. Soekarno Hatta, Bandung, Rabu (10/2).

Rahmat mengatakan, total jumlah perusahaan terdampak di Jabar selama pandemi hingga periode tersebut berjumlah 2.001. Sementara jumlah tenaga kerja atau buruh terdampak mencapai 112.293 orang.

"Sebagian besar yang terdampak adalah sektor TPT (tekstil dan produk tekstil)," katanya.

TPT, kata dia, menjadi sektor terbesar yang merumahkan karyawan, dengan kontribusi mencapai 41,38%. Disusul akomodasi/restoran 23,61% dan Manufaktir 16,2%.

TPT juga menjadi sektor terbesar yang melakukan PHK selama pandemi. Kontribusinya mencapai 53,33% dari seluruh PHK yang terjadi di Jabar pada periode tersebut. Posisi selanjutnya ditempati Manufaktur dengan kontribusi mencapai 23,64%.

Sementara peringkat ketiga ditempati oleh akomodasi/restoran, dengan kontribusi PHK sebesar 5,67%. Terkait jumlah perusahaan yang melaporkan kasus positif Covid-19, menurut Rahmat, selama pandemi mencapai 2001. Namun, ia mengaku yakin, jumlah real-nya jauh lebih besar.

"Perusahaan kecil banyak yang diam jika ditemukan ada kasus positif. Mereka baru melapor jika ada petugas Pengawas K3," katanya.

Berbeda dengan perusahaan kecil, kata dia, perusahaan besar umumnya lebih disiplin melaporkan. Mereka juga umumnya sudah memiliki standar operasional dan prosedur (SOP) yang baik terkait penanganan Covid-19.

"Masalahnya tidak jarang penularan Covid-19 itu terjadi di luar lingkungan kerja. Kan banyak yang kost. Penularan bisa saja terjadi saat makan di warung kecil," katanya.

Sesuai dengan sebaran populasi industri di Jabar, kata dia, sebaran perusahaan yang melaporkan kasus positif Covid-19 mayoritas berada di Karawang Bekasi. Apalagi, wilayah tersebut juga termasuk zona merah. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Wagub Jabar Imbau Warga Jabar Tidak Mudik Lebaran

Regional Selasa, 20 April 2021 | 22:00 WIB

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengimbau masyarakat Jabar untuk tidak mudik lebaran. Tujuann...

Umum - Regional, Wagub Jabar Imbau Warga Jabar Tidak Mudik Lebaran, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum,Warga Jabar,Dilarang Mudik,Larangan Mudik,Mudik 2021

Pesantren Amanah Muhammadiyah di Tasikmalaya, Siapkan Ulama Masa Depan

Regional Selasa, 20 April 2021 | 21:40 WIB

Pesantren Amanah Muhammadiyah Kota Tasikmalaya adalah salah satu lembaga pendidikan yang dimiliki Persarikatan Muhammadi...

Umum - Regional, Pesantren Amanah Muhammadiyah di Tasikmalaya, Siapkan Ulama Masa Depan, Pesantren Amanah Muhammadiyah,Pesantren di Tasik,Ulama Masa Depan,Profil Pesantren Pesantren Amanah Muhammadiyah

Perang Sarung, Polres Cianjur Amankan 9 Remaja

Regional Selasa, 20 April 2021 | 21:19 WIB

Polres Cianjur bereaksi cepat beredarnya video viral perang sarung di depan Gedung Generasi Muda Kampung Panembong Kecam...

Umum - Regional, Perang Sarung, Polres Cianjur Amankan 9 Remaja, Perang Sarung,Polres Cianjur,Tawuran Sarung,Perang Sarung Cianjur

Cerita Mantan Napi di Tasikmalaya Belajar Baca Alquran

Regional Selasa, 20 April 2021 | 20:53 WIB

Niat untuk menjadi pribadi yang baik, Mantan Narapidana Tasikmalaya (Manasix) tak malu untuk belajar memperbaiki diri.

Umum - Regional, Cerita Mantan Napi di Tasikmalaya Belajar Baca Alquran, Mantan Narapidana Tasikmalaya (Manasix),Belajar Baca Alquran,Napi Belajar Baca Alquran,Napi Tasik

Disnakertrans Cianjur Bingung Beri Sanksi Perusahaan Tak Bayar THR

Regional Selasa, 20 April 2021 | 20:47 WIB

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, kebingungan jenis sanksi kepada perusahaan yang t...

Umum - Regional, Disnakertrans Cianjur Bingung Beri Sanksi Perusahaan Tak Bayar THR, Disnakertrans Cianjur,THR Cianjur,Bayar THR,Sanksi Telat Bayar THR

47 Napi Lapas Tasik Masih Positif Covid-19

Regional Selasa, 20 April 2021 | 20:09 WIB

Kasus Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tasikmalaya terus dipantau pihak Dinas Kesehatan Kota Tasikmal...

Umum - Regional, 47 Napi Lapas Tasik Masih Positif Covid-19, Napi Lapas Tasik,Napi Positif Covid-19,Lapas Tasikmalaya

Satgas Cianjur Khawatir Peningkatan Covid-19 Saat Mudik

Regional Selasa, 20 April 2021 | 18:37 WIB

Diharapkan masyarakat bisa mengurangi mobilitas serta tetap mematuhi protokol kesehatan demi kesehatan bersama.

Umum - Regional, Satgas Cianjur Khawatir Peningkatan Covid-19 Saat Mudik, Peningkatan Covid-19 Saat Mudik,Larangan Mudik 2021,Kabupaten Cianjur,Kasus Covid-19,Ramadan,Lebaran,Idulfitri

Kapten Amerika Suntik Kakek Berumur 104 Tahun

Regional Selasa, 20 April 2021 | 16:17 WIB

Wirjawan Hardjamulia kembali mendapatkan vaksinasi dosis kedua di Rumah Sakit (RS) Vania Kota Bogor, Selasa 20 April 202...

Umum - Regional, Kapten Amerika Suntik Kakek Berumur 104 Tahun, Kapten Amerika,Wirjawan Hardjamulia,Rumah Sakit (RS) Vania,Kota Bogor,Vaksin Covid-19

artikel terkait

dewanpers