web analytics
  

Bisnis Koyu Hijab, dari Kamar 3x3 Hingga Bangun Pabrik Sendiri

Rabu, 10 Februari 2021 18:57 WIB Nur Khansa Ranawati
Gaya Hidup - Fashion, Bisnis Koyu Hijab, dari Kamar 3x3 Hingga Bangun Pabrik Sendiri, Bisnis Hijab,Koyu Hijab,Cerita Sukses Pengusaha Bandung,Hijab Bandung

Reni Afriyanti dan Irvan Sofiyan di depan toko Koyu Hijab. (Ayobandung.com/Nur Khansa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Beberapa tahun silam, bangun dini hari untuk menjahit hijab menjadi rutinitas pasutri asal Kota Bandung, Reni Afriyanti dan Irvan Sofiyan. Keduanya merintis bisnis hijab dengan mengandalkan produksi sendiri di kamar berukuran 3x3 meter.

Pukul 01.00, Reni biasanya mulai bangun dari tidur malamnya dan mulai menjahit. Sang suami berperan sebagai 'operator mesin' bila terjadi masalah atau kerusakan.

Biasanya, kegiatan tersebut berlangsung selama dua jam, dilanjut dengan pengemasan dan pengiriman pesanan pada pukul 06.00. Dalam semalam, Reni dapat menjahit maksimal hingga 50 pcs hijab.

"Waktu itu namanya bukan home industry, lebih ke 'kamar industri'. Untuk pengemasan, balas chat konsumen, foto produk dan semuanya dilakukan di kamar itu, kamar anak," ungkap Irvan belum lama ini.

Hal tersebut terpaksa dilakukan mengingat keduanya masih memiliki pekerjaan tetap dengan jam kantoran. Di tengah keterbatasan, usaha hijab yang dinamai "Koyu Hijab" tersebut terus dijalani.

Perlahan, pesanan terus bertambah. Setelah setahun bekerja di kamar yang luasnya terbatas, mereka kemudian memutuskan untuk pindah ke rumah yang lebih besar.

Karyawan tambahan pun akhirnya dibutuhkan. Modal yang dikeluarkan untuk memulai bisnis tersebut, Reni mengatakan, hanya sebesar Rp500.000 untuk membeli kain meteran.

"Dulu cuma beli kerudung meteran, belanja pakai motor dan memang senang belanja kain sendiri. Lama-lama beli kain roll-an, lalu pesanan nambah dan enggak cukup. Mulai ngambil partai, sampai akhirnya pesan ke pabrik," ungkap Reni.

Bisnis tersebut dirintis pada 2014, dimana marketplace belum gencar digunakan masyarakat seperti saat ini. Keduanya memanfaatkan media sosial Instagram untuk berjualan.

Inspirasi mereka untuk membangun Koyu Hijab adalah tren penggunaan hijab di kalangan selebritis yang mulai berkembang. Kesukaan Reni berbelanja kain membuatnya iseng membuat hijab sendiri dan dijual.

"Iseng-iseng jualan di Instagram ternyata yang pesan lumayan banyak. Dulu sedang musim pashmina instan dan kerudung segiempat, jadi saya mengikuti tren. Setelah itu lanjut bikin motif hijab sendiri," ungkapnya.

Hijab bermotif itulah yang kemudian menghantarkan bisnisnya terus melesat. Pesanan tak hanya didapat dari konsumen dalam negeri, tetapi juga luar negeri seperti Malaysia.

"Lama-lama berpikir ingin beli mesin konveksi sendiri, alhamdulillah sekarang karyawan sudah lebih dari 100 orang. Enggak nyangka dari modal Rp500.000 bisa jadi seperti sekarang," ungkap Reni.

Namun, untuk mencapai titik tersebut, banyak momen jatuh bangun yang harus dihadapi. Mulai dari motif hijab yang dijplak pesaing hingga sempat terlilit hutang.

"Kita sempat besar hati, usaha masih kecil tapi malah bikin rumah, bikin toko pakai modal dari bank. Waktu itu sempat jatuh dan anjlok selama setahun, lalu mulai lagi dari nol," ungkapnya.

Pengalaman tersebut menjadikan keduanya lebih berhati-hati dalam melangkah, termasuk lebih memaksimalkan penjualan secara daring dan melakukan berbagai upaya pemasaran digital demi meraih lebih banyak konsumen.

Saat ini, segala upaya yang dilakukan telah berbuah manis. Pada 2015, menyelesaikan 15 pesanan dalam sehari sudah sangat membuat keduanya bahagia.

"Sekarang kalau paket, dalam sebulan sudah lebih dari 40 ribu pesanan. Satu paket itu isinya kan enggak cuma satu item. Kalau per-barang, mungkin bisa 50-100 ribu pcs per-hari," ungkap Reni.

Bahkan di tengah pandemi, Koyu Hijab memutuskan untuk membangun gudang anyar agar produksi dapat berjalan lebih lancar.

"Tips dari kami, di awal-awal berbisnis coba pasarkan produknya ke teman dan saudara, kasih endorsement gratis. Lalu coba perbanyak pasang iklan di media sosial. Lama-lama perluas hingga pasang iklan di televisi karena hasilnya lumayan menjanjikan," ungkapnya.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Baju Muslim 'Kapake' Bandung Barat, Harga Murah dengan Kualitas Butik

Fashion Rabu, 14 April 2021 | 12:54 WIB

Di Bandung Barat terdapat satu usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan brand 'Kapake' yang memproduksi khusus busana mu...

Gaya Hidup - Fashion, Baju Muslim 'Kapake' Bandung Barat, Harga Murah dengan Kualitas Butik, Busana Muslim,produsen busana muslim Padalarang,Kapake,UMKM Padalarang,Busana muslim murah Bandung

Louis Vuitton Jadi Target untuk Promosikan Kain Tenun

Fashion Selasa, 6 April 2021 | 14:24 WIB

Menparekraf sebelumnya sukses mengangkat kain tenun ikat Endek Bali pada proyek Christian Dior dalam Paris Fashion Week...

Gaya Hidup - Fashion, Louis Vuitton Jadi Target untuk Promosikan Kain Tenun, Sandiaga Uno,kain tenun tradisional Indonesia,kain tenun nasional,Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,Menparekraf,UMKM,Louis Vuitton

Optimisme di Tengah Pandemi, 3Second Hadirkan Family Store Baru Sambut...

Fashion Sabtu, 3 April 2021 | 17:14 WIB

Sesuai dengan namanya 3Second Family store ini siap memanjakan masyarakat kota Bandung dalam memenuhi kebutuhan fesyen s...

Gaya Hidup - Fashion, Optimisme di Tengah Pandemi, 3Second Hadirkan Family Store Baru Sambut Lebaran 2021, bulan Suci Ramadan,3Second,3Second Family Store,kebutuhan fesyen,Ramadan dan Lebaran 2021,item hijab,tren fesyen musim,tren fesyen,Tren hijab,koleksi fesyen hijab,Industri Fesyen,Pandemi Covid-19

Berani Ekspresikan Diri Lewat Fashion Unik TAQ

Fashion Minggu, 28 Maret 2021 | 18:04 WIB

Berani Ekspresikan Diri Lewat Fashion Unik TAQ

Gaya Hidup - Fashion, Berani Ekspresikan Diri Lewat Fashion Unik TAQ, TAQ,The Amazing Quest,fashion Bandung,Brand fashion Bandung,UMKM Bandung,Fesyen Bandung

Andalkan Inovasi, Bisnis Torch Justru Tumbuh Berlipat saat Pandemi

Fashion Jumat, 19 Maret 2021 | 16:41 WIB

Torch merupakan produsen peralatan traveling yang memproduksi berbagai produk seperti tas, baju, sandal. Torch mengandal...

Gaya Hidup - Fashion, Andalkan Inovasi, Bisnis Torch Justru Tumbuh Berlipat saat Pandemi, torch bandung,tas bandung,Tas Eiger,alat outdoor lokal,alat outdoor lokal selain eiger,bisnis torch,ben wirawan

Tren Belanja Pakaian Daring Meningkat

Fashion Rabu, 17 Maret 2021 | 01:48 WIB

Blibli mengamati bagaimana pola perubahan konsumsi masyarakat melalui tren kategori dan produk yang mengalami pertumbuha...

Gaya Hidup - Fashion, Tren Belanja Pakaian Daring Meningkat, Tren Belanja Pakaian Daring,Tren Belanja Daring,Belanja Daring,Belanja Online

Industri Fesyen Bandung Bangkit dengan Virtual Fashion Show

Fashion Selasa, 16 Maret 2021 | 10:13 WIB

Virtual fashion show dilakukan Monel untuk memperkenalkan koleksi terbarunya hasil kolaborasi dengan seniman Arkiv Vilma...

Gaya Hidup - Fashion, Industri Fesyen Bandung Bangkit dengan Virtual Fashion Show, Monel,Virtual Fashion Show,Arkiv Vilmansa,Industri Fesyen Bandung,Brand fashion Bandung

Gaya Rambut Korean Style Diprediksi Naik Daun Selama 2021

Fashion Senin, 8 Maret 2021 | 15:15 WIB

Pada tahun 2021 ini, model atau gaya rambut Korean style diprediksi akan banyak diminati.

Gaya Hidup - Fashion, Gaya Rambut Korean Style Diprediksi Naik Daun Selama 2021, Korean Style,Gaya Rambut,Tahun 2021,mode,Tukang Cukur
dewanpers