web analytics
  

Jeritan Buruh Tak Lagi dapat BLT BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 8 Februari 2021 18:09 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Jeritan Buruh Tak Lagi dapat BLT BPJS Ketenagakerjaan, BLT BPJS Ketenagakerjaan,BLT  subsidi upah,Buruh di Jawa Barat,subsidi upah dihentikan,Bantuan Langsung Tunai (BLT),BLT Kemenag,BPJS Ketenagakerjaan

Aksi unjuk rasa buruh. (Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Nadya Saras (28) mengaku merasa kecewa ketika mengetahui program bantuan langsung tunai (BLT) subsidi upah pekerja tahun ini ditiadakan. Tahun lalu, pekerja salah satu pabrik tekstil di bilangan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat tersebut termasuk ke dalam 15,7 juta pekerja di Indonesia yang menerima subsidi upah Rp600.000 perbulan selama empat bulan.

Subsidi upah tersebut diberikan kepada para pekerja di sektor swasta yang berpenghasilan kurang dari Rp5.000.000 perbulan dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Nadya mengatakan, bantuan itu sangat membantunya menambal pengeluaran rumah tangga yang membengkak selama pandemi Covid-19.

"Saya kecewa sih, karena saat pandemi pengeluaran itu jadi lebih banyak dibanding biasanya. Misalnya untuk beli masker, hand sanitizer dan segala macam. Beli hand sanitizer dan masker itu sebulan bisa beberapa kali karena sangat sering dipakai," ungkapnya pada Ayobandung.com, Senin (8/2/2021).

Sejak awal pandemi berlangsung, dia termasuk pekerja yang masih harus rutin masuk kantor. Sehingga, kebutuhan sanitasi diri menjadi hal wajib dimasukan dalam pengeluaran bulanannya. Hal tersebut belum termasuk pengetesan Covid-19 yang kerap dibutuhkan untuk berbagai keperluan.

"Iya pengeluaran itu masih harus ditambah tes-tes Covid-19, dari kantor yang gratis hanya rapid test antibodi sementara sekarang sudah tidak berlaku. Kalau untuk swab antigen masih harus bayar sendiri. Jadi pasti (pengeluaran) lebih besar dibanding sebelum corona," ungkapnya.

Nadya dapat bernapas cukup lega ketika di akhir Agustus 2020 lalu, BLT subsidi gaji untuk pekerja mulai cair. Dia mengaku hal tersebut sangat membantunya memenuhi kebutuhan bulanan.

Namun hal tersebut ternyata tak berlangsung lama. Dia kini harus kembali mengencangkan ikat pinggang. Dia berharap pemerintah dapat kembali memberi keringanan pada pekerja meski dalam bentuk yang lain.

"Saya berharapnya sih bantuan tunai diadakan lagi. Tapi kalaupun harus dihilangkan, beban masyarakat seperti iuran BPJS tolong diringankan, sembako juga dimurahkan dengan harga wajar," ungkapnya.

"Juga jangan sampai ada korupsi bantuan lagi," sambungnya.
 

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Emosi saat Sidang, Habib Bahar Bin Smith: Bohong Kamu Saksi

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 22:46 WIB

Sidang pemeriksaan saksi atas kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Bahar Bin Smith berlangsung Pengadilan Negeri Ban...

Bandung Raya - Bandung, Emosi saat Sidang, Habib Bahar Bin Smith: Bohong Kamu Saksi, Habib Bahar bin Smith,sidang Habib Bahar,Habib Bahar Kasus Penganiayaan

Dinsos Kota Bandung Kesulitan Halau Gelandangan dan Pengemis, Ini Alas...

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 22:18 WIB

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandung, Dadang Aziz Salim mengaku, pihaknya kekurangan sarana dan prasara...

Bandung Raya - Bandung, Dinsos Kota Bandung Kesulitan Halau Gelandangan dan Pengemis, Ini Alasannya, Dinsos Kota bandung,Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS),PPKS Kota Bandung,Gelandangan di Bandung,Pengemesi di Bandung

Mobil Xenia Lenyap saat Parkir di Minimarket

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 22:14 WIB

Sebuah mobil merk Xenia bernomor polisi D 1632 ZI dicuri saat parkir di minimarket Alfamart Jalan Ahmad Yani, pada hari...

Bandung Raya - Bandung, Mobil Xenia Lenyap saat Parkir di Minimarket, Mobil Hilang di Bandung,Pencurian Mobil di Bandung,Mobil Dicuri di Bandung

Ridwan Kamil: Kalau Ibu-ibu Menjerit Harga Mahal, Saya Kontak Bulog

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 20:34 WIB

Hari pertama puasa, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi meninjau ketersediaan...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil: Kalau Ibu-ibu Menjerit Harga Mahal, Saya Kontak Bulog, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Harga Kepokmas,Kenaikan Harga Kepokmas,Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi

Sudah Diimbau, Warga Cibaduyut Tetap Jualan dan Ngabuburit

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 19:02 WIB

Namun, berdasarkan pantauan Ayobandung.com di komplek Mekarwangi, sepanjang Jalan Indrayasa dipadati oleh warga yang ber...

Bandung Raya - Bandung, Sudah Diimbau, Warga Cibaduyut Tetap Jualan dan Ngabuburit, Cibaduyut,tempat jual takjil Cibaduyut,larangan ngabuburit Bandung,Ngabuburit di Bandung,Tempat ngabuburit dijaga polisi

Ramadan di Tengah Pandemi, Pasar Kaget UIN Bandung Sepi

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 18:24 WIB

Ramadan di Tengah Pandemi, Pasar Kaget UIN Bandung Sepi

Bandung Raya - Bandung, Ramadan di Tengah Pandemi, Pasar Kaget UIN Bandung Sepi, pasar Ramadan Bandung,pasar kaget Bandung,uin bandung,tempat jual takjil bandung,penjual takjil bandung

Sejumlah Pasar di Bandung Diawasi Ketat Satpol PP, Ini Daftarnya

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 17:18 WIB

Pengawasan ini guna meminimalisir terjadinya kerumunan.

Bandung Raya - Bandung, Sejumlah Pasar di Bandung Diawasi Ketat Satpol PP, Ini Daftarnya, Pasar Tradisional di Kota Bandung,pasar tumpah kota bandung,Satpol PP Kota Bandung,Ramadan 2021,aturan Ramadan Bandung

LBH Bandung: Bipartite adalah Hak Pekerja, Tak Boleh Dihalang-halangi

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 17:13 WIB

Rangga menengarai adanya pelanggaran terhadap bipartite antara CV Sandang Sari dengan para pekerjanya.

Bandung Raya - Bandung, LBH Bandung: Bipartite adalah Hak Pekerja, Tak Boleh Dihalang-halangi, Bipartite,pengertian Bipartite,CV Sandang Sari,buruh CV Sandang Sari didenda,buruh CV Sandang Sari digugat,Mantan Buruh CV Sandang Sari,Kisruh CV Sandang Sari

artikel terkait

dewanpers