web analytics
  

Cerita Inspiratif Produsen Tas Labuse, Keluar dari Kantor demi Kembangkan UMKM di Bandung

Senin, 8 Februari 2021 11:56 WIB Aris Abdulsalam
Gaya Hidup - Fashion, Cerita Inspiratif Produsen Tas Labuse, Keluar dari Kantor demi Kembangkan UMKM di Bandung, Tas,produk UMKM,Labuse,Tas Labuse,Tas Eiger,Tas Arei,Tas Exsport,UMKM Bandung,Eiger,Tas Boogie,Boogie,arei,Exsport,Bandung Kreatif

Salah satu produk tas Labuse (Labuse/Dindin Rasdi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Dengan modal awal hanya sekitar 1 juta rupiah, Labuse sampai saat ini telah meraih pendapatan kotor kurang lebih 10 juta per bulan.

Bagi seorang pria muda seperti Dindin Rasdi, jumlah tersebut tentu cukup besar. Terutama pada masa pandemi, ia bersyukur produk UMKM-nya masih bisa berjalan sesuai rencana. 

"Karena sekarang lagi masa pandemi, untuk peningkatan pendapatan agak berat. Labuse masih bisa berjalan dan bertahan adalah sebuah pencapaian terbesar untuk saat ini di masa pandemi," tutur Dindin, saat dihubungi ayobandung.com, Senin (8/2/2021).

Labuse sudah berjalan sejak pertengahan 2019. Sejak awal beroperasi sampai sekarang, semua proses produksi dan penjualan masih dijalankan sendiri oleh Dindin.

Mulanya, pada 2019, Dindin belum terlalu fokus, karena masih sambil bekerja. Pada akhir 2019, Dindin memutuskan untuk berhenti bekerja dan lebih fokus serta mendalami pengembangan UMKM. 

Ketika ditanya tentang alasan terkuat sampai nekat keluar dari pekerjaan kantoran-nya, Dindin berujar: "Karena saya ingin suatu saat tidak bergantung pada gaji bulanan, ya solusi menurut saya harus punya usaha sendiri. Maka dari itu saya nekat lepas kerja demi Labuse."

Dindin menilai, Bandung, sebagai salah barometer fesyen di Indonesia, amat mendukung kelahiran banyak pekerja kreatif. Tak ketinggal untuk dunia UMKM, banyak merek-merek ternama yang merintis usahanya di Bandung; dan kemudian sukses secara nasional.

"Awalnya (saat membuat Labuse), saya ingin sekali punya brand sendiri. Kebetulan saya tinggal di Bandung. Tahu 'kan bandung, sebagai pusat fashion, banyak brand ternama yang muncul dari Bandung (misalnya: Eiger). Kenapa tidak saya juga bikin brand sendiri (?)."

Ada cerita unik di balik kelahiran produk UMKM tersebut. Menurut Dindin, nama Labuse di ambil dari julukan bajak laut Olivier levasseur. 

"Sebab, ia selalu bergerak cepat serta kejam pada masanya. Kenapa ngambil dari bajak laut? Karena saya menyukai One Piece. Dan di One Piece ada karakter Gold D. Roger. Ia juga inspirasi dari Olivier Levasseur," ungkapnya.

Seiring waktu, produk Labuse kini sudah mulai bervariasi. Walau pada awalnya hanya berfokus pada tas, kini Dindin telah mulai memproduksi Kameja dan kaos. 

Soal harga, Labuse pun relatif murah dan konsisten, berkisar mulai dari Rp49.000—Rp.149.000. Harga ini masih bertahan, sejak tahun 2019 sampai sekarang.

Dengan harga tersebut, Dindin pun berharap produknya bisa lebih ramai terjual dan lebih dikenal pembeli dari berbagai wilayah.

"Kebanyakan (pembelinya) dari daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Sampai saat ini alhamdulillah responsnya baik-baik, belum ada yang protes. Harapannya Labuse bisa go internasional, bisa bersaing dengan produk Supreme atau melebihi," harap Dindin sambil tertawa.

Tetapi untuk mencapai ke sana, Dindin sadar, setidaknya Labuse harus muncul atau diketahui terlebih dahulu di skala nasional. Tentu saja, besar harapannya untuk bisa bersaing dengan brand ternama di Indonesia, seperti dengan Exsport, atau dengan produk tas gunung dari Arei, Eiger, dan Boogie.

"Bersaing juga dengan produk-produk lokal yang sudah punya nama saat ini," imbuh Dindin.

Dindin Rasdi, founder Labuse (produsen tas UMKM lokal Bandung). (Labuse/Dindin Rasdi)

Tak ketinggalan, pemuda kelahiran Tasikmalaya (tahun 1997) ini pun berharap agar lebih banyak produsen UMKM yang muncul pada masa pandemi. Sebab ekonomi sedang sulit dan lapangan pekerjaan yang tersedia sedikit. Jadi, ada baiknya untuk memulai wirausaha di sektor UMKM.

"Harapanna mah buat UMKM, harus bisa konsisten serta beradaptasi dengan perkembangan zaman. Supaya UMKM terus berjalan, dan jangan sampai berhenti, apa pun itu alasannya. Selama ada keinginan yang kuat dan itu baik, hajar weh," serunya.

Di sisi lain, sebagai pemasukan tambahan, Dindin pun mengungkapkan bahwa dirinya gesit mencari pendapatan di luar penjualan Labuse. Demi menyiasati dinamika ekonomi selama pandemi. 

"Sekarang saya masih ngambil pekerjaan sampingan lebih ke fotografi, videografi, dan graphic designer, untuk bertahan hidup. Karena penjualan kadang naik kadang turun." 

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Baju Muslim 'Kapake' Bandung Barat, Harga Murah dengan Kualitas Butik

Fashion Rabu, 14 April 2021 | 12:54 WIB

Di Bandung Barat terdapat satu usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan brand 'Kapake' yang memproduksi khusus busana mu...

Gaya Hidup - Fashion, Baju Muslim 'Kapake' Bandung Barat, Harga Murah dengan Kualitas Butik, Busana Muslim,produsen busana muslim Padalarang,Kapake,UMKM Padalarang,Busana muslim murah Bandung

Louis Vuitton Jadi Target untuk Promosikan Kain Tenun

Fashion Selasa, 6 April 2021 | 14:24 WIB

Menparekraf sebelumnya sukses mengangkat kain tenun ikat Endek Bali pada proyek Christian Dior dalam Paris Fashion Week...

Gaya Hidup - Fashion, Louis Vuitton Jadi Target untuk Promosikan Kain Tenun, Sandiaga Uno,kain tenun tradisional Indonesia,kain tenun nasional,Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,Menparekraf,UMKM,Louis Vuitton

Optimisme di Tengah Pandemi, 3Second Hadirkan Family Store Baru Sambut...

Fashion Sabtu, 3 April 2021 | 17:14 WIB

Sesuai dengan namanya 3Second Family store ini siap memanjakan masyarakat kota Bandung dalam memenuhi kebutuhan fesyen s...

Gaya Hidup - Fashion, Optimisme di Tengah Pandemi, 3Second Hadirkan Family Store Baru Sambut Lebaran 2021, bulan Suci Ramadan,3Second,3Second Family Store,kebutuhan fesyen,Ramadan dan Lebaran 2021,item hijab,tren fesyen musim,tren fesyen,Tren hijab,koleksi fesyen hijab,Industri Fesyen,Pandemi Covid-19

Berani Ekspresikan Diri Lewat Fashion Unik TAQ

Fashion Minggu, 28 Maret 2021 | 18:04 WIB

Berani Ekspresikan Diri Lewat Fashion Unik TAQ

Gaya Hidup - Fashion, Berani Ekspresikan Diri Lewat Fashion Unik TAQ, TAQ,The Amazing Quest,fashion Bandung,Brand fashion Bandung,UMKM Bandung,Fesyen Bandung

Andalkan Inovasi, Bisnis Torch Justru Tumbuh Berlipat saat Pandemi

Fashion Jumat, 19 Maret 2021 | 16:41 WIB

Torch merupakan produsen peralatan traveling yang memproduksi berbagai produk seperti tas, baju, sandal. Torch mengandal...

Gaya Hidup - Fashion, Andalkan Inovasi, Bisnis Torch Justru Tumbuh Berlipat saat Pandemi, torch bandung,tas bandung,Tas Eiger,alat outdoor lokal,alat outdoor lokal selain eiger,bisnis torch,ben wirawan

Tren Belanja Pakaian Daring Meningkat

Fashion Rabu, 17 Maret 2021 | 01:48 WIB

Blibli mengamati bagaimana pola perubahan konsumsi masyarakat melalui tren kategori dan produk yang mengalami pertumbuha...

Gaya Hidup - Fashion, Tren Belanja Pakaian Daring Meningkat, Tren Belanja Pakaian Daring,Tren Belanja Daring,Belanja Daring,Belanja Online

Industri Fesyen Bandung Bangkit dengan Virtual Fashion Show

Fashion Selasa, 16 Maret 2021 | 10:13 WIB

Virtual fashion show dilakukan Monel untuk memperkenalkan koleksi terbarunya hasil kolaborasi dengan seniman Arkiv Vilma...

Gaya Hidup - Fashion, Industri Fesyen Bandung Bangkit dengan Virtual Fashion Show, Monel,Virtual Fashion Show,Arkiv Vilmansa,Industri Fesyen Bandung,Brand fashion Bandung

Gaya Rambut Korean Style Diprediksi Naik Daun Selama 2021

Fashion Senin, 8 Maret 2021 | 15:15 WIB

Pada tahun 2021 ini, model atau gaya rambut Korean style diprediksi akan banyak diminati.

Gaya Hidup - Fashion, Gaya Rambut Korean Style Diprediksi Naik Daun Selama 2021, Korean Style,Gaya Rambut,Tahun 2021,mode,Tukang Cukur

artikel terkait

dewanpers