web analytics

Bagaimana Cara Mencuci Pakaian yang Benar dalam Islam?

clockSabtu, 6 Februari 2021 08:43 WIB
Umum - Ramadhan, Bagaimana Cara Mencuci Pakaian yang Benar dalam Islam?, Mencuci pakaian,mencuci pakaian dalam islam,pakaian bersih,cara mencuci pakaian

Ilustrasi--Pakaian setelah dicuci. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pakaian yang digunakan ibadah harus dalam keadaan suci dari najis. Oleh karena itu, dalam mencuci pakaian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Asma binti Abi Bakar, ada seorang wanita bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, mohon penjelasannya apabila ada seorang dari kami yang bajunya kena darah haid. Apa yang harus kami lakukan?” Rasulullah menjawab, “Apabila pakaian salah satu dari kalian terkena haid, hendaknya digosok lalu memercikkan dengan air. Kemudian boleh digunakan untuk sholat.”

Dalam mazhab Syafi’i tentang batasan air terbagi menjadi dua. Ada air yang kurang dari dua qullah dan air yang telah mencapai dua qullah atau lebih.

Air dua qullah setara dengan volume air 216 liter atau air dalam kubus yang berukuran panjang, lebar, dan tingginya 60 sentimeter. Untuk ketentuannya, air yang kurang dari dua qullah apabila kemasukan najis walaupun tidak ada perubahan (taghayyur) dari salah satu sifat air, maka dihukumi sebagai air yang terkena najis (mutanajjis). Tiga sifat air, yaitu warna, rasa, dan bau.

Sementara itu, pakaian yang akan dicuci terbagi menjadi dua jenis, yakni pakaian kotor saja dan pakaian kotor karena najis. Pakaian kotor saja disebabkan karena benda suci, misal keringat, debu, daki, dan lain-lain. Sedangkan pakaian kotor karena najis, seperti ompol bayi, percikan air kencing, kotoran ayam, dan lain-lain.

Untuk tata cara mencuci pakaian kotor saja, tidak ada ketentuan secara khusus. Ini selama yang digunakan adalah air suci, tempat suci, dan detergen suci.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah tata cara pakaian yang terkena najis. Jika Anda menggunakan air lebih dari dua qullah, pertama-tama pakaian boleh dikucek dahulu baru dimasukkan ke dalam air.

Bisa juga pakaian tersebut langsung dimasukkan ke dalam air beserta najisnya selama najis yang menempel di pakaian hilang dan sifat air tidak berubah. Jika demikian, tata cara ini hukumnya sah.

Jika Anda memilih mencuci pakaian yang terkena najis dengan air mengalir, pertama mengucek dahulu, diperas, diberi air lagi, lalu diperas lagi. Setelah itu, baru dialiri air sampai benar-benar merata ke semua bagian pakaian dan najis benar-benar hilang. Yang perlu diperhatikan di sini adalah memastikan air benar-benar merata dalam pembilasan. Jangan sampai air sedikit malah dibuat mengaliri pakaian dalam waktu singkat. Hal ini akan membuat pakaian menjadi belum suci secara menyeluruh.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Banyak Ulama Wafat Jadi Tanda Kiamat, Ini Penjelasan Cendekiawan Musli...

Ramadhan Senin, 26 Juli 2021 | 14:14 WIB

Angka kematian akibat Covid-19 terus bertambah. Bahkan beberapa hari terakhir kabar duka orang-orang meninggal setelah t...

Umum - Ramadhan, Banyak Ulama Wafat Jadi Tanda Kiamat, Ini Penjelasan Cendekiawan Muslim, ulama wafat,Ulama Wafat Tanda Kiamat,angka kematian akibat Covid-19,Ulama terpapar virus Covid-19,ulama di Tanah Air,kabar duka ulama

Doa untuk Orang Sakit yang Dianjurkan Rasulullah

Ramadhan Minggu, 25 Juli 2021 | 05:31 WIB

Seorang Muslim senantiasa dianjurkan untuk mendoakan saudaranya yang sedang sakit atau tertimpa musibah. Doa umat Islam...

Umum - Ramadhan, Doa untuk Orang Sakit yang Dianjurkan Rasulullah, doa untuk orang sakit,doa meminta kesembuhan,doa Rasulullah,doa

Memahami Hari Tasyrik: 3 Hari setelah Iduladha

Ramadhan Rabu, 21 Juli 2021 | 18:45 WIB

Pada tahun ini,  Kemenag mentapkan Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 21,22, dan 23, juli 2021.

Umum - Ramadhan, Memahami Hari Tasyrik: 3 Hari setelah Iduladha, Hari Tasyrik,Iduladha,Islam,Zikir,hadis

Sejarah, Makna, dan Tradisi Kurban, bagi Umat Islam di Indonesia

Ramadhan Rabu, 21 Juli 2021 | 18:30 WIB

Berikut Ayobandung.com merangkum sejarah dan makna kurban.

Umum - Ramadhan, Sejarah, Makna, dan Tradisi Kurban, bagi Umat Islam di Indonesia, Sejarah,Tradisi,Agama,Islam,Kurban,Indonesia,Iduladha

Ketentuan Pembagian Daging Kurban menurut Hadis

Ramadhan Rabu, 21 Juli 2021 | 16:00 WIB

Adapun Shohibul Qurban, sebagai pemilik hewan kurban, hanya berhak memperoleh 1/3 bagian daging.

Umum - Ramadhan, Ketentuan Pembagian Daging Kurban menurut Hadis, Ketentuan Pembagian,Daging Kurban,hadis,Sunah,hewan kurban,Iduladha,Islam,Ajaran Rasulullah

Memaknai Sejarah Iduladha dan Totalitas Nabi Ibrahim

Ramadhan Selasa, 20 Juli 2021 | 08:30 WIB

Iduladha berarti kembali melakukan penyembelihan hewan urban atau kerap disebut istilah Hari Raya Kurban. Idul Adha juga...

Umum - Ramadhan, Memaknai Sejarah Iduladha dan Totalitas Nabi Ibrahim, Sejarah Iduladha,Totalitas Nabi Ibrahim,Iduladha,Lebaran Haji,Sejarah Hari Raya Kurban,penyembelihan hewan kurban

Menyembelih Hewan Kurban di Malam Hari, Apa Hukumnya?

Ramadhan Selasa, 20 Juli 2021 | 07:19 WIB

Kaum muslimin biasa menyembelih hewan kurban setelah salat Ied. Namun bagaimana hukum menyembelih hewan kurban di malam...

Umum - Ramadhan, Menyembelih Hewan Kurban di Malam Hari, Apa Hukumnya?, Menyembelih Hewan Kurban,Aturan Menyembelih Hewan Kurban,cara menyembelih hewan kurban,Hukum Menyembelih Hewan Kurban,hukum menyembelih hewan kurban di malam hari

Memetik Hikmah dan Makna Kurban Bagi Umat Islam dan Kisah Nabi Ismail

Ramadhan Selasa, 20 Juli 2021 | 06:00 WIB

badah kurban yang dilakukan umat Islam yakni dengan penyembelihan hewan kurban pada setiap 10 Dzulhijjah. Hewan yang bol...

Umum - Ramadhan, Memetik Hikmah dan Makna Kurban Bagi Umat Islam dan Kisah Nabi Ismail, Kurban,Makna  Kurban,Kisah Nabi Ismail,Makna  Ibadah kurban,penyembelihan hewan kurban
dewanpers
arrow-up