web analytics

BMKG Ungkap Penyebab Angin Kencang di Bandung Raya

clockJumat, 5 Februari 2021 12:21 WIB userFira Nursyabani
Bandung Raya - Ngamprah, BMKG Ungkap Penyebab Angin Kencang di Bandung Raya, Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,angin kencang Bandung,cuaca dingin Bandung,BMKG

Lanskap Kota Bandung, Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, (2/2021). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Wilayah Bandung Raya dilanda angin yang berembus cukup kencang dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan, ada perubahan kondisi cuaca di wilayah Jawa Barat.

Prakirawan BMKG Bandung Yuni Yulianti mengatakan, perubahan cuaca itu berupa daerah tekanan udara rendah di sebelah utara Australia Barat. Hal tersebut membuat kondisi angin dalam beberapa hari ke depan di Jabar relatif kencang berkisar antara 27-45 km per jam.

"Kondisi cuaca saat ini di wilayah Bandung Raya secara umum diprediksi berawan dan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang," ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima Ayobandung.com, Jumat (5/1/2021).

Dari pantauan alat Anemometer, katanya, kecepatan angin di Sukajadi Bandung pada hari ini tercatat maksimum sebesar 40,7 km per jam. Kondisi kelembaban yang cenderung basah dan angin yang relatif kencang menyebabkan kondisi suhu udara di wilayah Bandung Raya terasa lebih dingin.

"Berdasarkan faktor regional dari kondisi kelembaban yang cenderung basah (lebih dari 60%) pada ketinggian kurang lebih 3 km di atas permukaan laut berpotensi untuk pembentukan awan awan hujan," jelasnya.

Berdasarkan pantauan alat pengukur suhu udara di Pos Pemantauan cuaca di Lembang, tercatat suhu udara terendah Januari hingga 4 Februari 2021 adalah sebesar 17,1 derajat Celcius pada 25 Januari 2021. Kisaran suhu udara minimum di wilayah Lembang tercatat 17,1-18,2 derajat Celcius.

"Suhu Udara Minimum Lembang pada 30 Januari tercatat di 17,2 derajat Celcius," kata dia.

Sedangkan pantauan suhu udara di Stasiun Geofisika Bandung, Sukajadi, suhu Januari hingga 4 Februari 2021 tercatat paling rendah di 20,2 derajat Celcius yaitu pada 24 dan 30 Januari 2021.  

Kondisi angin yang relatif kencang menyebabkan prakiraan tinggi gelombang laut di perairan selatan Jawa Barat hingga 7 Februari 2021 berkisar antara 2,5-4,0 meter atau kategori gelombang tinggi.

Nelayan diimbau untuk tidak melaut terlebih dahulu, sambil memantau informasi yang dikeluarkan oleh BMKG mengenai perkembangan prakiraan tinggi gelombang laut.

"Bagi masyarakat yang berwisata di sekitar pesisir selatan Jawa Barat, tetap selalu memperhatikan anggota keluarganya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," tutur Yuni.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Sonya Fatmala Ajak Orangtua Awasi Penggunaan Gadget pada Anak

Ngamprah Sabtu, 24 Juli 2021 | 18:18 WIB

Peran orangtua mengawasi penggunaan gadget oleh anak cukup penting. Hal itu sebagai upaya mengurangi dampak negatif dari...

Bandung Raya - Ngamprah, Sonya Fatmala Ajak Orangtua Awasi Penggunaan Gadget pada Anak, Sonya Fatmala,Kabupaten Bandung Barat,Pandemi Covid-19,gadget pada anak,bahaya gadget bagi anak

Penuhi Kebutuhan Oksigen 3 RSUD di KBB, Petugas Isi Ulang Hingga ke Lu...

Ngamprah Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:41 WIB

Kebutuhan oksigen di tiga rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum bisa terpenuhi akibat kelan...

Bandung Raya - Ngamprah, Penuhi Kebutuhan Oksigen 3 RSUD di KBB, Petugas Isi Ulang Hingga ke Luar Kota, isi ulang oksigen,RSUD di KBB,Kabupaten Bandung Barat,Covid-19 Bandung Barat

Buruh KBB Sebut Pemerintah Tak Adil Tetapkan Penerima Bantuan Subsidi...

Ngamprah Jumat, 23 Juli 2021 | 18:40 WIB

Syarat penerima bantuan subsidi gaji Rp1 juta yang ditetapkan pemerintah dinilai tidak adil.

Bandung Raya - Ngamprah, Buruh KBB Sebut Pemerintah Tak Adil Tetapkan Penerima Bantuan Subsidi Gaji, Buruh KBB,Pemerintah Tak Adil,Subsidi Gaji,Penerima Bantuan

Bantuan Oksigen Pemprov Jabar Belum Bisa Penuhi Kebutuhan di RSUD Cili...

Ngamprah Jumat, 23 Juli 2021 | 18:25 WIB

Krisis kelangkaan oksigen masih di alami sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bandung (KBB).

Bandung Raya - Ngamprah, Bantuan Oksigen Pemprov Jabar Belum Bisa Penuhi Kebutuhan di RSUD Cililin, Bantuan Oksigen,Pemprov Jabar,RSUD Cililin,Kebutuhan Oksigen,kelangkaan oksigen,Kabupaten Bandung Barat,KBB

Hari Anak Nasional, Sonya Fatmala Sebut Anak-Anak Masuk Kelompok Renta...

Ngamprah Jumat, 23 Juli 2021 | 18:00 WIB

Selain berisiko terpapar Covid-19, anak-anak berpotensi kehilangan ruang bermain sebagai dunia meraka saat ini. 

Bandung Raya - Ngamprah, Hari Anak Nasional, Sonya Fatmala Sebut Anak-Anak Masuk Kelompok Rentan, Hari Anak Nasional,Sonya Fatmala,Kelompok Rentan,Terpapar Covid-19,KBB,Kabupaten Bandung Barat

Sempat Molor 7 Bulan, Pemda KBB Janjikan Insentif Nakes Cair Minggu In...

Ngamprah Jumat, 23 Juli 2021 | 17:35 WIB

Proses pencarian insentif nakes tinggal menunggu surat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

Bandung Raya - Ngamprah, Sempat Molor 7 Bulan, Pemda KBB Janjikan Insentif Nakes Cair Minggu Ini, Pemda KBB,Insentif Nakes,Tenaga Kesehatan,insentif penanganan Covid-19,Kabupaten Bandung Barat

Hari Anak Nasional, Kasus Kekerasan pada Anak di KBB Masih Tinggi

Ngamprah Jumat, 23 Juli 2021 | 15:48 WIB

Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2021, kasus pelecehan seksual terhadap anak masih mendominasi di Kabupaten Bandung...

Bandung Raya - Ngamprah, Hari Anak Nasional, Kasus Kekerasan pada Anak di KBB Masih Tinggi, Kekerasan pada anak,kekerasan pada anak di KBB,Kabupaten Bandung Barat,Hari Anak Nasional,Kekerasan seksual pada anak

Pandemi Covid-19, Pengangguran di KBB Naik 91.577 Orang

Ngamprah Jumat, 23 Juli 2021 | 15:31 WIB

Gelombang Pandemik Covid-19 ikut memukul memukul ekonomi di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Salah satu sektor terdampak a...

Bandung Raya - Ngamprah, Pandemi Covid-19, Pengangguran di KBB Naik 91.577 Orang, Pengangguran di KBB,Penganggguran,Pandemi Covid-19,COVID-19,PHK di KBB

artikel terkait

dewanpers
arrow-up