web analytics
  

Ketua PWI Jabar Ungkap Perbedaan Jurnalis dan Pegiat Media Sosial

Kamis, 4 Februari 2021 14:41 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Ketua PWI Jabar Ungkap Perbedaan Jurnalis dan Pegiat Media Sosial, PWI Jabar,ketua pwi jabar,Hilman Hidayat,pwi indramayu,elemen jurnalistik,Kode Etik Jurnalistik

Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat (kanan) menyerahkan SK kepengurusan PWI Kabupaten Indramayu kepada Ketua PWI setempat yang baru dilantik, Dedi Musashi (kiri). (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM--Jurnalis di Jawa Barat diingatkan untuk mempedomani Kode Etik Jurnalistik dan prinsip Elemen Jurnalisme. 

Keduanya menjadi pembeda jurnalis dengan pegiat media sosial (medsos).

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat, Hilman Hidayat mengatakan, jurnalis punya tugas berbeda dibanding pegiat medsos. Mulai dari verifikasi informasi hingga keberpihakan pada publik menjadi tanggung jawab yang harus diemban profesi jurnalis.

"Jurnalis terikat dengan kode etik dan elemen jurnalisme. Kalau tidak memegang elemen jurnalisme dan kode etik, sama dengan pegiat medsos," kemukanya di sela Pelantikan Pengurus PWI Kabupaten Indramayu Periode 2020-2023 di Pendopo Kabupaten Indramayu, Kamis (4/2/2021).

Produk jurnalistik, lanjutnya, berbeda dengan medsos. Setiap produk jurnalistik wajib beroleh verifikasi sebelum tersaji ke hadapan publik.

Masyarakat, tegasnya, membutuhkan informasi yang benar. Karena itu, jurnalis dituntut independen, rutin melakukan cek dan ricek, dan berpihak pada publik atau kepentingan yang lebih besar.

"Bedakan profesi kita (jurnalis) dengan pegiat sosial," cetusnya.

Di sisi lain, Hilman pula menggarisbawahi iklim pers yang belakangan terasa kurang nyaman. Sekalipun iklim kebebasan pers di Indonesia tergolong baik, sayangnya beberapa regulasi berpotensi membuat posisi jurnalis dilematis.

Hilman menunjuk beberapa regulasi yang dirasa akan mengurangi kenyamanan pers, antara lain UU Peradilan Anak, UU ITE, hingga rencana revisi KUHP.

Karena itu, dia meminta jurnalis lebih berhati-hati memproduksi berita. Menurutnya, publik kini sudah sadar posisi berita sehingga jurnalis dituntut lebih profesional bekerja.

"Pastikan semua produk jurnalis kita sudah berkiblat pada kode etik dan elemen jurnalisme," tegasnya.

Kode Etik Jurnalistik sendiri merupakan himpunan etika profesi kewartawanan.

1. Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tak beritikad buruk.

2. Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

3. Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

4. Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

5. Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

6. Wartawan Indonesia tak menyalahgunakan profesi dan tak menerima suap.

7. Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan "off the record" sesuai dengan kesepakatan.

8. Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

9. Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

10. Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.

11. Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Sementara, elemen jurnalisme dirumuskan Bill Kovach dan Tom Rosenstiel (2001) dalam bukunya The Elements of Journalism, What Newspeople Should Know and The Public Should Expect (New York: Crown Publishers).

Semula, Kovach dan Rosenstiel merumuskan 9 Elemen Jurnalisme, masing-masing:

1. Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran.

2. Loyalitas jurnalisme adalah pada kepada warga (citizens).

3. Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi.

4. Jurnalis harus tetap independen dari pihak yang mereka liput.

5. Jurnalis harus melayani sebagai pemantau independen terhadap kekuasaan.

6. Jurnalisme harus menyediakan forum bagi kritik maupun komentar dari publik.

7. Jurnalisme harus berupaya membuat hal yang penting itu menarik dan relevan.

8. Jurnalis harus menjaga agar beritanya komprehensif dan proporsional.

9. Jurnalis memiliki kewajiban untuk mengikuti suara nurani mereka.

Dalam perkembangannya, Kovach dan Rosenstiel lantas menambahkan 1 elemen yang ke-10, yakni:

10. Warga juga memiliki hak dan tanggung jawab dalam hal-hal yang terkait dengan berita.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Seorang Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88 Antiteror

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 15:54 WIB

Penggrebekan itu berlangsung di sebuah Counter Handphone, tepatnya di Jalan Medokan Sawah 121, Kecamatan Rungkut, Kota S...

Umum - Regional, Seorang Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88 Antiteror, Teroris,Surabaya,Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror

Pemkab Cianjur Dukung Aparat Hukum Tindak Koruptor Anggaran Dana Desa

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 15:45 WIB

Dukungan pemerintah dinyatakan Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman.

Umum - Regional, Pemkab Cianjur Dukung Aparat Hukum Tindak Koruptor Anggaran Dana Desa, Korupsi,Dana Desa,Cianjur

Nyambi Jualan Miras, Tukang Gorengan di Tasik Dibekuk Polisi

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 15:30 WIB

Polsek Tawang Polresta Tasikmalaya mengamankan seorang pedagang gorengan berinisial YM (39), warga Mancogeh, Kelurahan N...

Umum - Regional, Nyambi Jualan Miras, Tukang Gorengan di Tasik Dibekuk Polisi, Miras Tasik,Penjual miras di tasik,miras oplosan,Miras Oplosan Tasik

Lima Pasangan Kepala Daerah di Jabar Resmi Dilantik

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 12:55 WIB

Para kepala daerah yang dilantik diharapkan mampu menjaga integritas, profesionalisme dan turun ke masyarakat terlebih d...

Umum - Regional, Lima Pasangan Kepala Daerah di Jabar Resmi Dilantik, pelantikan bupati terpilih,pelantikan kepala daerah terpilih jabar,pelantikan kepala daerah Jabar,pelantikan bupati terpilih pilkada 2020

Klaster Pesantren di Cipedes Tasikmalaya Tersisa 6 Orang

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 12:12 WIB

2 orang dirawat di RS Purbaratu dan 4 orang Dewi Sartika.

Umum - Regional, Klaster Pesantren di Cipedes Tasikmalaya Tersisa 6 Orang, Klaster pesantren Jabar,Klaster pesantren Covid-19,klaster pesantren Tasikmalaya,klaster pesantren Cipedes,Covid-19 Tasikmalaya,Tasikmalaya,COVID-19

Perajin Peti Mati di Surabaya Sepi, Sisi Lain Penurunan Angka Covid-19

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB

Gudang penyimpanan peti mati itu sudah jarang terisi dan ada bahan baku yang menumpuk.

Umum - Regional, Perajin Peti Mati di Surabaya Sepi, Sisi Lain Penurunan Angka Covid-19, peti mati,COVID-19,Surabaya

Kabupaten Kuningan Zona Merah, Ruang Publik Ditutup

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 09:11 WIB

Penutupan juga berlaku di sejumlah area publik, seperti Alun-alun Kuningan, Alun-alun Cilimus, Alun-alun Ciawigebang, da...

Umum - Regional, Kabupaten Kuningan Zona Merah, Ruang Publik Ditutup, Covid-19 Kuningan,Kuningan zona merah,Zona merah kuningan,Kuningan

5 Calon Kepala Daerah di Jabar Dilantik Hari Ini

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 05:05 WIB

5 Calon Kepala Daerah di Jabar Dilantik Hari Ini

Umum - Regional, 5 Calon Kepala Daerah di Jabar Dilantik Hari Ini, pelantikan kepala daerah Jabar,Gedung Merdeka,calon kepala daerah Jabar,pilkada jabar,pelantikan bupati terpilih,pelantikan kepala daerah terpilih jabar,pelantikan bupati terpilih pilkada 2020

artikel terkait

dewanpers