web analytics
  

Ekonomi Indonesia pada 2021 Diprediksi Masih Sulit

Kamis, 4 Februari 2021 06:44 WIB
Umum - Nasional, Ekonomi Indonesia pada 2021 Diprediksi Masih Sulit, Prediksi ekonomi 2021,pertumbuhan ekonom 2021,Pertumbuhan Ekonomi,Pertumbuhan Ekonomi Indonesia,LPEM FEB UI

Ilustrasi -- IHSG. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2021 berada di level 4,4% hingga 4,8%. Angka ini di bawah perkiraan pemerintah yang menargetkan pertumbuhan pada kisaran 5%.

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menjelaskan, tantangan besar tetap akan dihadapi perekonomian Indonesia pada 2021. Sebab, sampai akhir tahun lalu, ekonomi masih belum menunjukkan perbaikan secara berkesinambungan dan berkelanjutan sebagai dampak dari penanganan kesehatan yang tidak maksimal.

"Meski masih sangat dini, cukup aman untuk mengasumsikan 2021 tidak akan menjadi tahun yang mudah bagi ekonomi global, termasuk Indonesia," kata Riefky dalam Kajian Indonesia Economic Outlook Q1-2021 yang dirilis Rabu (3/2).

Seiring belum adanya pertanda pandemi akan berakhir dalam waktu dekat, Riefky menekankan agar pemerintah menyiapkan anggaran secara lebih matang. Hal ini untuk mengantisipasi adanya goncangan yang tentu saja akan membuat keadaan lebih buruk.

Riefky menilai, menjadikan ekonomi dan perlindungan sosial masyarakat sebagai prioritas merupakan hal penting.  Namun, pembenahan sistem kesehatan merupakan kunci dari pengentasan pandemi. "Peningkatan kualitas sistem kesehatan se-yogya-nya ada di urutan pertama dari program pemulihan," tuturnya.

Baru-baru ini, Riefky mencatat, pemerintah telah mengalokasikan setidaknya 5 miliar dolar AS atau setara dengan 0,2 persen Produk Domestik Bruto (PDB) untuk bantuan fiskal yang fokus terhadap apek kesehatan selama masa pandemi.

 Jumlah tersebut dinilainya masih rendah dibandingkan negara berkembang lain seperti India dan Argentina. Masing-masing dari mereka mengalokasikan 0,5 persen dan 0,3 persen dari PDB untuk stimulus di bidang kesehatan.

Selandia Baru, salah satu negara yang dinilai sukses dalam mengatasi penyebaran virus Covid-19, telah mengucurkan setidaknya 2,5 miliar dolar AS stimulus fiskal untuk dunia kesehatan. Secara nominal, jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan Indonesia tetapi sebenarnya setara dengan 1,2 persen dari PDB mereka.

Apabila fasilitas kesehatan tidak sepenuhnya dipersiapkan dengan anggaran signifikan, pengentasan pandemi diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama. "Mekanisme yang demikian tidak akan membawa apapun melainkan babak baru dari rantai kerusakan yang di saat bersamaan juga mengancam kapasitas fiskal," ujar Riefky.

Memfokuskan belanja pada bidang kesehatan dan juga menjaga sistem pemberian bantuan akan membantu menghambat laju penyebaran virus dan mengatasi dampak negatif yang sedang terjadi akibat pandemi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Bareskrim Polri Sudah Kantongi Identitas Penjual Data BPJS Kesehatan

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 23:05 WIB

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengklaim bahwa Bareskrim Polri telah mengantongi profil pelaku...

Umum - Nasional, Bareskrim Polri Sudah Kantongi Identitas Penjual Data BPJS Kesehatan, Penjual Data BPJS Kesehatan,data bpjs kesehatan bocor,Data BPJS Kesehatan Dijual,Bareskrim Polri

Tertinggi Sejak Pandemi, Ada 5.453 Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 21:53 WIB

Sebanyak 5.453 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani rawat inap di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta P...

Umum - Nasional, Tertinggi Sejak Pandemi, Ada 5.453 Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet,RS Darurat Covid-19 (RSDC),RSDC Wisma Atlet,Pasien Covid-19 Wisma Atlet Membludak

BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021, Ini Cara Lapor Bantuan Subsidi Upah Ber...

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 16:11 WIB

BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021, Ini Cara Lapor Jika Tak Kunjung Menerima

Umum - Nasional, BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021, Ini Cara Lapor Bantuan Subsidi Upah Bermasalah, blt bpjs ketenagakerjaan 2021,BLT BPJS Ketenagakerjaan,blt bpjs,kapan blt bpjs ketenagakerjaan 2021 cair,bantuan subsidi upah,bsu,Update BLT Hari Ini,cara lapor tidak mendapat blt,blt

Prokes tak Cukup Tangkal Virus Corona Varian Delta, Ini Saran Epidemio...

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 14:59 WIB

Varian virus corona B.1.617.2 atau Delta yang pertama kali ditemukan di India menjadi penyebab terjadinya lonjakan kasus...

Umum - Nasional, Prokes tak Cukup Tangkal Virus Corona Varian Delta, Ini Saran Epidemiolog, Virus Corona Varian Delta,Gejala Terinveksi Virus Corona Varian Delta,Tanda terinveksi Virus Corona Varian Delta,varian baru Covid-19,Varian Baru Covid-19 India,varian delta,Varian Delta India,Varian Delta Covid-19,Cara tangkal varian delta

Pemerintah Terbitkan Aturan Sertifikasi Produk Halal, Berapa Tarifnya?

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 13:10 WIB

Aturan tersebut mencakup tarif layanan utama dan tarif layanan penunjang.

Umum - Nasional, Pemerintah Terbitkan Aturan Sertifikasi Produk Halal, Berapa Tarifnya?, Aturan Sertifikasi Produk Halal,Tarif Sertifikasi Produk Halal,tarif layanan Jaminan Produk Halal,sertifikasi halal,besaran tarif sertifikasi halal

Varian Alpha, Beta, dan Delta Covid-19 Ditemukan di Jakarta

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 12:05 WIB

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengungkapkan bahwa saat ini ditemukan tiga varian baru Covid-19 di ibu k...

Umum - Nasional, Varian Alpha, Beta, dan Delta Covid-19 Ditemukan di Jakarta, VArian Alpha,Varian Beta,Varian Delta Covid-19,varian Covid-19 baru,varian Covid-19

Mendagri: Kantor di Zona Merah Covid-19 Diminta WFH 75%

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 10:52 WIB

Naiknya tren penularan kasus aktif COVID-19 dalam beberapa hari terakhir disinyalir akibat masyarakat abai dalam menerap...

Umum - Nasional, Mendagri: Kantor di Zona Merah Covid-19 Diminta WFH 75%, Zona Merah Covid-19,lonjakan kasus Covid-19,Work From Home (WFH),perpanjangan PPKM mikro,angka kasus covid-19 di Indonesia,tren penularan kasus aktif COVID-19

Masuk UI lewat SBMPTN 2021? Perhatikan 4 Tahapan Registrasi Ulang Ini

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 10:30 WIB

Universitas Indonesia (UI) menerima 1.658 mahasiswa baru S1 Reguler.

Umum - Nasional, Masuk UI lewat SBMPTN 2021? Perhatikan 4 Tahapan Registrasi Ulang Ini, SBMPTN 2021,Universitas Indonesia,UI,Registrasi Ulang

artikel terkait

dewanpers