web analytics
  

Jokowi: Bank Syariah Indonesia Jangan Hanya Buat Umat Muslim Saja

Senin, 1 Februari 2021 16:22 WIB A. Dadan Muhanda
Bisnis - Finansial, Jokowi: Bank Syariah Indonesia Jangan Hanya Buat Umat Muslim Saja, bank syariah,Presiden Joko Widodo,Bank Syariah Indonesia,ekonomi,perbankan,UMKM

Peresmian Bank Syariah Indonesia oleh Presiden Jokowi (Setkab.go.id)

jAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta Bank Syariah Indonesia  berkontribusi besar terhadap pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Hal ini diungkapkannya saat meresmikan bank tersebut, Senin (01/02/2021) siang, di Istana Negara, Jakarta.

“Saya menaruh harapan besar agar Bank Syariah Indonesia ini memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ekonomi syariah yang menyejahterakan umat dan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Jokowi seperti disiarkan melalui Setkab.go.id.

Untuk mewujudkan harapkan tersebut, Presiden menyampaikan empat pesan pada bank hasil penggabungan tiga bank himbara syariah ini, yaitu BRI Syariah, Mandiri Syariah, dan Mandiri Syariah.

Pertama, ujar Presiden, BSI harus menjadi bank syariah yang universal. Artinya harus terbuka, inklusif, dan menyambut baik siapapun yang ingin menjadi nasabah agar menjangkau lebih banyak masyarakat di Tanah Air.

“Jadi jangan berpikir Bank Syariah Indonesia ini hanya untuk umat muslim saja, yang nonmuslim pun juga harus diterima dan disambut baik menjadi nasabah Bank Syariah Indonesia. Semua yang mau bertransaksi atau berinvestasi secara syariah harus disambut sebaik-baiknya,” pesan Presiden.

Kedua, BSI harus bisa memaksimalkan penggunaan teknologi digital. Digitalisasi ini wajib agar bisa menjangkau mereka yang selama ini belum terjangkau oleh layanan perbankan.

Selanjutnya, BSI harus menarik minat generasi muda milenial untuk menjadi nasabah, karena jumlah generasi muda milenial Indonesia saat ini mencapai 25,87 persen dari total 270 juta penduduk Indonesia.

“Yang keempat, produk dan layanan keuangan syariah dari BSI ini harus kompetitif, harus memenuhi kebutuhan berbagai segmen konsumen, mulai dari UMKM, korporasi, sampai ritel, dan mampu memfasilitasi nasabah agar cepat naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi negara kita Indonesia,” ujar Presiden.

Lebih jauh, Kepala Negara menekankan agar BSI mampu menjadi barometer perbankan syariah di Indonesia bahkan hingga tingkat global serta mampu menciptakan tren baru.

“Saya mengharapkan Bank Syariah Indonesia harus jeli dan gesit menangkap peluang, harus mampu menciptakan tren-tren baru dalam perbankan syariah dan bukan hanya mengikuti tren yang sudah ada,” kata Presiden mengakhiri sambutannya.

Mendampingi Presiden pada kegiatan tersebut Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri BUMN Erick Thohir serta Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Hery Gunardi.

Editor: A. Dadan Muhanda

terbaru

Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Sampai Rp114,9 T

Finansial Rabu, 14 April 2021 | 11:13 WIB

Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal sebesar...

Bisnis - Finansial, Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Sampai Rp114,9 T, investasi ilegal,praktik investasi ilegal,waspada investasi ilegal,kerugian investasi ilegal,Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Harga Emas Antam Bandung Hari Ini Naik Jadi Rp 930.000 per Gram

Finansial Rabu, 14 April 2021 | 09:58 WIB

Harga emas batangan Antam berada di angka Rp930.000 per gram pada Rabu, 14 April 2021 atau naik Rp6.000 dari harga kemar...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Bandung Hari Ini Naik Jadi Rp 930.000 per Gram, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga emas Antam Bandung,emas antam,Emas,Emas Antam Hari Ini

Sepanjang 2020, OJK Tutup 1.200 Fintech Bodong dan 390 Investasi Ilega...

Finansial Rabu, 14 April 2021 | 09:25 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan dan menutup 390 kegiatan investasi ilegal dan 1.200 financial technology...

Bisnis - Finansial, Sepanjang 2020, OJK Tutup 1.200 Fintech Bodong dan 390 Investasi Ilegal , Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Fintech Bodong,investasi ilegal,praktik investasi ilegal,Satgas Waspada Investasi (WI),fintech bodong di Indonesia,ciri fintech bodong di Indonesia,waspada investasi ilegal

Ini Tips Mengatur Keuangan Selama Ramadan

Finansial Selasa, 13 April 2021 | 23:10 WIB

Perencana Keuangan Lolita Setyawati membagikan tips untuk mengatur keuangan selama bulan Ramadhan. Dia membagikan tips k...

Bisnis - Finansial, Ini Tips Mengatur Keuangan Selama Ramadan, Tips Mengatur Keuangan,Mengatur Keuangan Ramadan,Perencanaan Keuangan

bank bjb Beri Apresiasi untuk BumDes Subang

Finansial Selasa, 13 April 2021 | 16:06 WIB

bank bjb Beri Apresiasi untuk BumDes Subang

Bisnis - Finansial, bank bjb Beri Apresiasi untuk BumDes Subang, bumdes Subang,bank bjb,bank bjb cabang Subang,Bumdes Juara Agen PPOB BJB

Makin Marak saat Ramadan, Kenali Ciri-ciri Investasi Bodong

Finansial Selasa, 13 April 2021 | 14:16 WIB

masyarakat harus berhati-hati dalam memilih investasi. Apalagi di tengah Ramadan banyak yang menawarkan jasa investasi d...

Bisnis - Finansial, Makin Marak saat Ramadan, Kenali Ciri-ciri Investasi Bodong , Kenali Ciri-ciri Investasi Bodong,Investasi Bodong Makin Marak saat Ramadan,Otoritas Jasa Keuangan,OJK,jasa investasi,ciri-ciri investasi bodong,Investasi Bodong,Bahaya investasi bodong,Jebakan investasi bodong

Dukung Mutu Pendidikan, bank bjb dan UPI Sepakati Kerja Sama Pemanfaat...

Finansial Selasa, 13 April 2021 | 13:28 WIB

Nota kesepahaman ini ditandatangani langsung oleh Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. dan Direktur Utama...

Bisnis - Finansial, Dukung Mutu Pendidikan, bank bjb dan UPI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Produk dan Jasa Perbankan, Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi,bank bjb,Universitas Pendidikan Indonesia (UPI),UPI,kerja sama bank bjb dan UPI

Melemah Lagi, Harga Rupiah Turun ke Rp14.608 per Dolar AS

Finansial Selasa, 13 April 2021 | 11:35 WIB

Pada pukul 9.52 WIB, rupiah melemah 13 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp 14.608 per dolar AS.

Bisnis - Finansial, Melemah Lagi, Harga Rupiah Turun ke Rp14.608 per Dolar AS, Harga Rupiah Turun,Dolar AS,Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

artikel terkait

dewanpers