web analytics
  

Abu Janda Bukan Pengurus Ansor, Masyarakat Diminta Tunggu Kerja Polisi

Minggu, 31 Januari 2021 10:56 WIB Ananda Muhammad Firdaus
Umum - Nasional, Abu Janda Bukan Pengurus Ansor, Masyarakat Diminta Tunggu Kerja Polisi, permadi arya,Abu Janda,PBNU,Nahdlatul Ulama (NU),GP Ansor,Banser,Twitter,natalius pigai,Rasisme

Abu Janda (Republika/Febryan.A )

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Nama pegiat media sosial Abu Janda ramai diperbincangkan publik usai diduga berbuat rasis terhadap aktivis HAM Natalius Pigai dan menyatakan 'Islam Arogan' di Twitter.

Menyadur dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), selama ini Abu Janda kerapkali mengenakan atribut Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan NU. Hal ini membuat sebagian orang mengira bahwa pria bernama asli Permadi Arya itu merupakan pengurus Ansor.

Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Luqman Hakim menegaskan, baik aktivitas dan pernyataan Abu Janda tidak mewakili NU, GP Ansor maupun Banser. Luqman juga menegaskan bahwa Permadi Arya bukan pengurus Ansor.

Permadi Arya alias Abu Janda bukan pengurus Ansor,” tegas Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Luqman Hakim, saat dihubungi NU Online, disadur Ayobandung, Minggu (31/1/2021).

Lebih lanjut Luqman menjelaskan bahwa status Abu Janda adalah anggota Banser karena telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser di Magelang, beberapa tahun lalu. Sebelum menjadi anggota Banser, Abu Janda sudah aktif di media sosial. Namun, aktivitasnya di media sosial bersifat personal, bukan mewakili sikap resmi organisasi.

“Terhadap cuitan Abu Janda tentang evolusi (diarahkan ke Natalius Pigai) dan Islam arogan (kepada Tengku Zulkarnaen), dianggap sebagian orang sebagai rasisme, biarlah para ahli dan otoritas hukum yang memutuskan kebenarannya,” ujar Luqman.

Saat ini, katanya, sudah ada pihak yang melaporkan ke aparat kepolisian. Luqman meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada polisi untuk bekerja obyektif dan profesional, sehingga semuanya akan terang benderang.

“(Dan) bisa diselesaikan kesempatan Polisi bekerja obyektif dan profesional sehingga masalah ini akan terang benderang dan bisa diselesaikan dengan baik,” tutur Luqman.

Sebagai organisasi, lanjutnya, Luqman telah memberikan perintah kepada Pengurus Ranting Kelurahan Tebet agar meminta penjelasan Abu Janda terkait cuitannya yang menimbulkan kontroversi, sekaligus memberikan nasihat kepadanya. Cuitan soal Islam agama arogan bermula dari perseteruan antara Abu Janda dengan Tengku Zulkarnaen, pada Ahad (24/1).

Akun twitter @ustadtengkuzul awalnya mengunggah postingan soal kaum minoritas yang arogan, terhadap mayoritas di Afrika. Lalu disebut juga kalau saat ini ulama dan Islam dihina di NKRI.

“Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, Apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI,” demikian cuitan @ustadtengkuzul.

Cuitan itu dibalas Abu Janda dengan menyebut bahwa Islam yang dibawa dari Arab sebagai agama arogan, karena ia menilai bahwa Islam mengharamkan budaya asli dan kearifan lokal yang ada di Indonesia.

"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan sedekah ritual laut sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat,” kata Abu Janda.

“Ritual tradisi asli dibubarin alasan syirik, pake kebaya dibilang murtad, wayang kulit diharamin.. dan masih banyak lagi upaya penggerusan pemusnahan budaya lokal dengan alasan syariat.. kurang bukti apalagi islam memang arogan terhadap kearifan lokal?” lanjutnya.

Sedangkan cuitan Abu Janda yang dinilai rasisme, bermula saat dirinya mengomentari perdebatan antara Natalius Pigai dengan Hendropriyono, pada 2 Januari 2021 lalu. Abu Janda membela Hendropriyono.

“Kapasitas Jend Hendropriyono: Mantan Kepala BIN, Mantan Direktur BAIS, Mantan Menteri Transmigrasi, Profesor ilmu Filsafat Intelijen, Berjasa di berbagai operasi militer. Kau Natalius Pigai apa kapasitas kau? sudah selesai evolusi belom kau?” tulis Abu Janda.

Publik kemudian menilai bahwa kalimat terakhir Abu Janda itu merupakan bentuk dari ujaran kebencian berbasis rasisme.

Ia kemudian dilaporkan pihak yang berkeberatan dengan cuitannya itu dengan Pasal 45 ayat (3) Jo pasal 27 ayat (3) dan/atau pasal 45 A ayat (2) Jo pasal 25 ayat (2) dan/atau Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Antar Golongan (SARA), Pasal 310 dan/atau pasal 311 KUHP.

Abu Janda tidak miliki hubungan dengan Ansor dalam catatan NU Online dalam berita pada 9 Januari 2017, isu mengenai akun media sosial Abu Janda yang kerap mengatasnamakan NU itu ramai diperbincangkan, yakni akun Abu Janda NU dan halaman Ustad Abu Janda Al-Boliwudi. Tulisan-tulisan Abu Janda NU diikuti banyak orang.

Namun, banyak pula akun-akun menentang bahkan memusuhinya sehingga terjadi perdebatan di kolom-kolom komentar. Ketika itu, Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeni almarhum menyatakan bahwa akun facebook ‘Abu Janda NU’ sama sekali tidak memiliki hubungan dengan GP Ansor dan Banser. Sebab Ansor dan Banser tidak berwatak demikian.

Kasatkornas Banser juga sudah menugaskan kader untuk melacak siapa sebenarnya yang membuat akun tersebut. Namun demikian, seluruh jajaran Banser dan Ansor diimbau tidak mudah menerima informasi dan terpancing provokasi tidak jelas sumbernya.

“Baik itu narasi yang cenderung liberal, bahkan kepada yang radikal atau yang lebih sering ngamuk-ngamuk dengan kata-kata khasnya yaitu kafir, syiah, memecah belah umat Islam dan sebagainya,” kata Alfa Isnaeni.

“Dengan nama akun yang tidak jelas, kita mesti berhati-hati dengan akun model Abu Janda ini. Selain tidak jelas profilnya, kita masih meraba motif dan kepentingannya apa,” ujarnya.

Sumber: www.nu.or.id
Editor: Ananda Muhammad Firdaus

terbaru

Meninggal Dunia, Ini Profil Lia Eden Pendiri Kerajaan Tuhan

Nasional Minggu, 11 April 2021 | 12:44 WIB

Lia Eden secara kontroversial mengaku sebagai titisan Bunda Maria dan ditugaskan Jibril untuk mengabarkan kedatangan Yes...

Umum - Nasional, Meninggal Dunia, Ini Profil Lia Eden Pendiri Kerajaan Tuhan, Lia Eden,Lia Eden meninggal dunia,Profil Lia Eden,aliran kepercayaan baru,ajaran 3 Agama Samawi,perkumpulan Salamullah,tuduhan penistaan agama,Lia Eden Pendiri Kerajaan Tuhan

Lia Eden Dikabarkan Meninggal Dunia

Nasional Minggu, 11 April 2021 | 12:24 WIB

Lia Eden mengaku telah mendapat wahyu dari malaikat Jibril untuk mendakwahkan sebuah aliran kepercayaan baru melanjutka...

Umum - Nasional, Lia Eden Dikabarkan Meninggal Dunia, Lia Eden,Komunitas Salamullah,Penodaan Agama,aliran kepercayaan baru,Aliran Sesat,perkumpulan Salamullah,tuduhan penistaan agama

Gempa Malang Disebut Lebih Parah Dari Dekade Lalu

Nasional Minggu, 11 April 2021 | 12:06 WIB

Getaran hebat tak hanya dirasakan di Desa Majangtengah saja, tapi juga seluruh area di Kabupaten Malang.

Umum - Nasional, Gempa Malang Disebut Lebih Parah Dari Dekade Lalu, gempa malang,Gempa Malang berpotensi tsunami,Gempa Bumi,gempa,pontensi bencana susulan gempa malang,mitigasi gempa malang

Waspada Gempa Dahsyat 8,7 SR dan Potensi Tsunami di Jawa!

Nasional Minggu, 11 April 2021 | 11:21 WIB

Gempa berkekuatan 6,7 SR di selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sabtu (11/4/2021) menimbulkan potensi gempa yang lebih...

Umum - Nasional, Waspada Gempa Dahsyat 8,7 SR dan Potensi Tsunami di Jawa!, Gempa,potensi gempa,tsunami,pakar gempa,peningkatan aktivitas gempa,tsunami di selatan Jawa Timur,mitigasi gempa,mitigasi potensi tsunami

PBNU: Masyarakat Jangan Lupa Patuhi Prokes Saat Tarawih

Nasional Minggu, 11 April 2021 | 08:24 WIB

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan ibadah Ramadan dan Idulfitri di tengah pandemi Covid-19. Mas...

Umum - Nasional, PBNU: Masyarakat Jangan Lupa Patuhi Prokes Saat Tarawih, pelaksanaan ibadah Ramadan dan Idulfitri,Pandemi Covid-19,Salat Tarawih,bulan Ramadan,salat Ied saat Lebaran,protokol kesehatan,Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),tarawih berjamaah

Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,7 Malang Terasa Kuat di Sejumlah Wilayah...

Nasional Sabtu, 10 April 2021 | 16:54 WIB

Warga di Surabaya dan Sidoarjo mengaku merasakan getaran gempa di Kabupaten Malang

Umum - Nasional, Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,7 Malang Terasa Kuat di Sejumlah Wilayah di Jawa Timur, gempa malang,informasi BMKG,Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 di malang

Gempa Magnitudo 6,7 di Selatan Pulau Jawa Tak Berpotensi Tsunami

Nasional Sabtu, 10 April 2021 | 16:16 WIB

Gempa Magnitudo 6,7 di Selatan Pulau Jawa Tak Berpotensi Tsunami

Umum - Nasional, Gempa Magnitudo 6,7 di Selatan Pulau Jawa Tak Berpotensi Tsunami, gempa selatan pulau jawa,gempa jawa timur,gempa lumajang,gempa bali,bmkg,gempa hari ini

Masuk Jabodetabek 6 - 17 Mei 2021 Wajib Punya SIKM

Nasional Sabtu, 10 April 2021 | 11:08 WIB

Pemerintah Provinsi DKI Jakart kembali memberlakukan surat izin keluar masuk (SIKM) Ibu Kota pada masa larangan mudik Le...

Umum - Nasional, Masuk Jabodetabek 6 - 17 Mei 2021 Wajib Punya SIKM, surat izin keluar masuk (SIKM),SIKM Ibu Kota,Larangan Mudik 2021

artikel terkait

dewanpers