web analytics
  

Hati-Hati, Bila Nyeri Pinggang Terlalu Lama

Minggu, 31 Januari 2021 05:50 WIB Republika.co.id
Gaya Hidup - Sehat, Hati-Hati,  Bila Nyeri Pinggang Terlalu Lama, nyeri pinggang,gejala nyeri pinggang,Laniyati Hamijoyo,Nyeri pinggang inflamasi,Serangan Jantung,Pemeriksaan dan Terapi

Ilustrasi (Pixabay)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Waspadalah jika mengalami nyeri pinggang terlalu lama. Khususnya bila terjadi lebih dari 60 menit dengan gejala kaku di pagi hari, terutama saat bangun tidur. Bila terus terjadi selama tiga bulan, kemungkinan besar itu adalah gejala awal nyeri pinggang inflamasi.

Dokter spesialis ilmu penyakit dalam divisi reumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, RS Hasan Sadikin, Bandung, Laniyati Hamijoyo mengatakan, penderita bisa juga terbangun di malam hari karena rasa sakit atau bangun pagi dengan kondisi pinggang terasa pegal.

"Ketika digerak-gerakkan membaik, kalau munculnya pelan-pelan umumnya pada orang muda berusia di bawah 45 tahun. Kalau diberi obat anti nyeri membaik, tetapi kalau setop obatnya sakit lagi. Kalau nyeri pinggang karena inflamasi nyerinya lebih dari 60 menit," ujar dia dalam webinar 'Ada Bambu di Punggungku: Periksakan Dini Nyeri Pinggang, Sebelum Memburuk', Kamis (28/1).

Kondisi ini berbeda dengan nyeri pinggang pada umumnya (mekanik) yang biasanya berlangsung kurang dari 45 menit dan dialami orang berusia 20-65 tahun.

Nyeri pinggang inflamasi juga disertai gejala lain. Di antaranya mata merah, bercak merah di kulit, diare kronis, artritis, sakit di tumit pada pagi hari, jari-jari bengkak, dan sakit serta nyeri di tumit bagian belakang.

"Tanda-tanda ini harus kita cari. Kalau ada tanda-tanda ini, biasanya berhubungan dengan suatu spondiloartritis. Kalau lebih lama dibiarkan, lalu susah gerakkan leher atau bersandar di tembok, kepala tidak bisa menempel lagi, itu harus hati-hati," tutur Lani.

Dokter spesialis penyakit dalam divisi reumatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Cipto Mangunkusumo, Rudy Hidayat, menuturkan, nyeri pinggang inflamasi bisa berkembang menjadi ankilosing spondilitis (AS) yang merupakan kondisi tersering spondiloartritis.

Spondiloartritis adalah nyeri pada sendi sakroiliaka, tulang punggung bawah atau sendi anggota gerak bawah, yang bersifat kronik dan disertai manifestasi lain. Kondisi ini juga bisa dialami anak-anak. Gejalanya mencakup mata merah. Lalu nyeri pada sendi, lutut, atau pinggang.

Sementara gejala khas AS yakni nyeri pinggang inflamasi. Seperti ada bambu di punggung (bamboo spine) yang membuat penderita tidak bisa menggerakkan bagian leher hingga pinggang.

"Kalau bisa jangan sampai terbentuk bamboo spine atau leher hingga pinggang tak bisa digerakkan karena seringkali sudah tidak bisa ditarik mundur (pulih)," tutur dia.

Nyeri pinggang inflamasi apalagi jika sudah masuk AS yang tak ditangani bisa membahayakan. Penderita dapat mengalami patah tulang di tulang belakang maupun tulang lain karena peradangan yang tak terkendali.

Efek jangka panjang lainnya antara lain: risiko penyakit jantung dan pembuluh darah meningkat karena memicu pembuluh darah menyempit. Penyumbatan pembuluh darah yang bila terjadi di koroner bisa menyebabkan serangan jantung, sementara di otak dapat memicu stroke.

"Ini bisa terjadi bila kita tidak mengendalikan peradangan yang sebenarnya bukan hanya di tulang belakang, tetapi sistemik. Sehingga memberikan efek termasuk ke pembuluh darah yang alami penyempitan," papar Rudy.

Selain itu, penyakit ini juga bisa memicu sindrom lain. Termasuk nyeri di bagian otot yang berujung semakin memburuknya kualitas hidup pasien.

Pemeriksaan dan Terapi
Pemeriksaan radiografi dan MRI bisa membantu menegakkan diagnosis nyeri pinggang inflamasi termasuk AS yang biasanya baru terdeteksi 8-12 tahun setelah munculnya gejala awal.

"Pasien harus ditemukan ketika di-rontgen belum kelihatan untuk mencegah penyakit tidak berkembang sampai terbentuk bamboo spine atau leher hingga pinggang tak bisa digerakkan. Entry poinnya (gejala awalnya adalah) back pain (nyeri pinggang) yang inflammatory," tutur Rudy.

Sebelumnya, pasien bisa mengidentifikasi beberapa kondisi melalui pertanyaan. Pertama, apakah nyeri pinggang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan? Apakah nyeri pinggang muncul saat berusia di bawah 45 tahun?

Kemudian, apakah nyeri tersebut muncul secara bertahap? Apakah nyeri tersebut membaik apabila Anda beraktivitas? Apakah nyeri tersebut memburuk apabila Anda duduk lama atau beristirahat? Apakah nyeri sering muncul pada malam hari?

Apabila mayoritas jawaban dari pertanyaan tersebut adalah 'ya', pasien sangat disarankan untuk menemui spesialis. Khususnya ahli reumatologi, guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Rudy mengatakan, pemberian terapi yang tepat bisa membantu mengendalikan nyeri serta gejala lain yang dirasakan pasien.

Sebelum terapi, pasien perlu menerapkan pola hidup yang sehat. Di antaranya mengurangi atau berhenti merokok; menjaga berat badan ideal; mengonsumsi makanan yang bergizi; dan melakukan olahraga ringan sesuai dengan anjuran dokter. Lainnya adalah fisioterapi untuk mengurangi nyeri, dan menjaga fleksibilitas tulang belakang serta sendi-sendi yang mengalami peradangan.

"Obat-obatan bagian dokter. Datang ke dokter untuk berkonsultasi agar mendapatkan terapi yang terbaik," kata dia.

Terapi sederhana yang bisa dilakukan antara lain: posisi seperti duduk bersandar di tembok untuk melatih otot paha dan tulang belakang, posisi seperti push up disanggah dengan siku untuk memperkuat otot dan tulang belakang.

Kemudian, mencoba berdiri dengan kaki di tekuk ke belakang, latihan bahu dan leher dalam posisi duduk, tidur dan berdiri untuk melatih fleksibilitas. Juga berjalan dan bergerak sebanyak mungkin demi menjaga fleksibilitas sendi.

Khusus untuk bagian tulang punggung, pasien bisa mencoba latihan bernapas dalam untuk mencegah kekakuan di punggung.

Editor: Dudung Ridwan

terbaru

Cocok Buat Sahur, 5 Makanan Ini Tingkatkan Energi saat Puasa

Sehat Rabu, 14 April 2021 | 03:29 WIB

Selama Ramadan, umat muslim hanya diperbolehkan makan saat sahur atau setelah berbuka. Untuk itu asupan yang dikonsumi m...

Gaya Hidup - Sehat, Cocok Buat Sahur, 5 Makanan Ini Tingkatkan Energi saat Puasa, Makanan sehat Cocok Buat Sahur,Makanan tingkatkan Energi saat Puasa,asupan bernutrisi, sahur,Ramadan,sumber tenaga selama puasa,pola makan yang sehat di rumah

Jangan Sikat Gigi Usai Minum Ini

Sehat Selasa, 13 April 2021 | 22:53 WIB

Lupa menyikat lidah dan gigi, atau menyikat gigi terlalu keras, atau tidak pernah mengganti sikat gigi, merupakan hal-ha...

Gaya Hidup - Sehat, Jangan Sikat Gigi Usai Minum Ini, Sikat Gigi,Jangan Sikat Gigi,Minuman Rusak Gigi

Minum Kopi Usai Buka Puasa? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Sehat Selasa, 13 April 2021 | 18:48 WIB

Bagi beberapa orang, berpuasa mungkin hanya menggeser waktu makan dan minum. Tetapi belum tentu mengubah kebiasaan konsu...

Gaya Hidup - Sehat, Minum Kopi Usai Buka Puasa? Ini Penjelasan Ahli Gizi, Minum Kopi Usai Buka Puasa,Minum Kopi Ramadan,Minum Kopi Ahli Gizi,kebiasaan minum kopi

Atasi Sembelit, Santap 5 Buah Ini saat Berbuka Puasa

Sehat Selasa, 13 April 2021 | 15:49 WIB

Berikut buah-buahan yang dianjurkan dikonsumsi saat berbuka puasa.

Gaya Hidup - Sehat, Atasi Sembelit, Santap 5 Buah Ini saat Berbuka Puasa , Puasa,Sembelit,Buang Air Besar,buah atasi sembelit,Ramadan,Pepaya,Jeruk,Kiwil,apel,Semangka

Tips Turunkan Berat Badan Saat Puasa, No Junkfood dan Gorengan

Sehat Selasa, 13 April 2021 | 15:39 WIB

tidak sedikit juga yang malah mengalami kenaikan berat badan saat menjalankan ibadah puasa.

Gaya Hidup - Sehat, Tips Turunkan Berat Badan Saat Puasa, No Junkfood dan Gorengan, Tips Turunkan Berat Badan,tips diet saat puasa,Tips Puasa Ramadan,junk food,Gorengan,Bahaya Gorengan,bahaya junkfood

5 Bahan Alami Ini Mampu Tingkatkan Kekebalan Tubuh Saat Puasa

Sehat Selasa, 13 April 2021 | 13:13 WIB

Meningkatkan kekebalan tubuh tidak hanya lewat suplemen vitamin saja, sejumlah bahan alami ini juga dapat memberi kekeba...

Gaya Hidup - Sehat, 5 Bahan Alami Ini Mampu Tingkatkan Kekebalan Tubuh Saat Puasa, Menjaga Kekebalan Tubuh Saat Puasa,menjaga kekebalan tubuh,ibadah puasa Ramadan,bahan alami untuk kekebalan tubuh,Cara meningkatkan kekebalan tubuh saat berpuasa

Ini Rahasia Tubuh Tetap Kuat Meski Berpuasa 14 Jam!

Sehat Selasa, 13 April 2021 | 10:58 WIB

Menjalankan ibadah puasa di Indonesia berarti harus membuat tubuh tidak mendapat asupan makan dan minum selama kurang le...

Gaya Hidup - Sehat, Ini Rahasia Tubuh Tetap Kuat Meski Berpuasa 14 Jam!, Tetap Kuat Meski Berpuasa 14 Jam,Rahasia Tubuh Tetap Kuat Meski Berpuasa,Rahasia Tubuh Tetap Kuat,ibadah puasa di Indonesia,orang berpuasa tetap memiliki tenaga,Tunda Lapar Lebih Lama selama Puasa

Cara Menyiasati Saat Busui Ingin Puasa

Sehat Selasa, 13 April 2021 | 08:47 WIB

Bagi para ibu menyusui (busui) yang hendak menjalankan ibadah puasa, sebaiknya sangat memperhatikan asupan makanan denga...

Gaya Hidup - Sehat, Cara Menyiasati Saat Busui Ingin Puasa, Cara Menyiasati Saat Busui Ingin Puasa,ibu menyusui (busui),Busui menjalankan ibadah puasa,Ibu Menyusui,produksi ASI,memerah ASI,ASI perah
dewanpers