web analytics
  

Pengusaha Tekstil Harapkan Adanya Proteksi

Sabtu, 30 Januari 2021 07:47 WIB Adi Ginanjar Maulana
Umum - Regional, Pengusaha Tekstil Harapkan Adanya Proteksi, Pengusaha Tekstil,Proteksi Pengusaha Tekstil,tekstil dan produk tekstil (TPT),impor,Pandemi Covid-19,ekosistem industri TPT,Industri TPT,Ekspor,Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)

Pekerja menyelesaikan produksi kain di sebuah pabrik tekstil di Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (3/9/2020). Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bandung menyebutkan merebaknya pandemi Covid-19 mengakibatkan produksi di pabrik tekstil tersebut menurun sebesar 70% serta sempat terjadi pengurangan karyawan dibeberapa perusahaan, namun setelah diterapkannya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sebesar 90% karyawan telah kembali bekerja. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Para pengusaha tekstil dan produk tekstil (TPT) mengharapkan adanya proteksi sementara dari serbuan produk impor di masa pandemi Covid-19 ini. Proteksi diperlukan supaya ekosistem industri TPT bisa melakukan konsolidasi internal guna menghadapi persaingan pasca pandemic. Diharapkan, dengan adanya konsolidasi, industri TPT nasional akan bisa memanfaatkan peluang  ekspor ke Uni Eropa dan Amerika yang saat ini menolak produk dari China.

“Pasar ekspor terbuka lebar. AS mulai order TPT ke Indonesia karena sedang perang dagang dengan China. Demikian juga dengan Uni Eropa. Ini peluang yang sangat bagus bagi industri tekstil kita,” ujar tokoh pengusaha tekstil Ade Sudrajat saat membuka diskusi ekonomi dengan tema “Menjaga Keberlansungan Industri TPT Jabar Pasca Pandemi” yang berlangsung secara daring, Rabu (27/01/21) malam.

Selain Ade Sudrajat, pembicara lainnya adalah Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Pusat, Rizal Tanzil, Kadisindag Jabar M. Arif Soedjayana, dan Wakil Ketua Harian Komite Pemulihan Ekonomi Jabar Prof. Ina Primiana dengan moderator pengamat ekonomi Acuviarta Kartabi.

Menurut Ade, Vietnam saat ini memiliki peluang yang sangat besar untuk melakukan ekspor ke Uni Eropa karena mendapatkan bea masuk nol persen. Untuk itu, ia menyarankan supaya pemerintah dalam hal ini Menteri Perdagangan segera merealisasikan perdagangan bebas dengan Uni Eropa sehingga industri TPT Indonesia memiliki daya saing yang baik.

Di saat bersamaan, industri TPT perlu melakukan konsolidasi internal supaya bisa meningkatkan persaingan dengan meningkatkan SDM yang memiliki kompetensi, lebih professional, dan lebih produktif. “Juga perlu melakukan penggantian mesin khususnya pencelupan dan printing. Diharapkan, dengan upskilling dan peremajaan mesin, industri TPT bisa kembali bangkit seperti sebelum pandemi bahkan lebih baik lagi,” ujar Ade.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen API Rizal Tanzil setuju dengan usulan proteksi sementara. Sebab, proteksi akan membuat ekosistem industri TPT Indonesia makin kokok. Di masa pandemi saja,  ekspor masih tetap tinggi meski waktu efektif hanya enam bulan karena diberlakukannya PSBB. Hanya saja, kebutuhan dalam negeri justru dipenuhi dengan import.

“Salah satu faktor yang membuat produk impor lebih murah ialah berbagai fasilitas dan kemudahan yang diberikan untuk importir. Dan di negara asalnya, barang impor ini mendapatkan berbagai perlakuan khusus. Di China diberikan tax rebate 8%-13% di China, diskon tarif listrik, FABA yang tidak termasuk kategori B3 di India. Inilah yang menyebabkan kita kalah bersaing dalam harga,” ujar Rizal yang juga anggota Divisi Manufaktur Komite Pemulihan Ekonomi Jabar ini.

Menurut Rizal, upah juga menjadi kendala dalam persaingan karena menjadi bagian dalam perhitungan harga. Tingginya upah buruh di Jabar telah membuat beberapa perusahaan melakukan relokasi ke Jawa Tengah.

Meski demikian, menurut Rizal, API tetap optimistis TPT Jabar akan mampu bersaing bersama daerah lain saat maupun sesudah pandemi Covid-19. Caranya dengan menggenjot industri berbasis teknologi baik sektor hulu maupun hilir.

"Solusi untuk Jabar pengembangan TPT berbasis teknologi memiliki nilai lebih banyak.  Karena tersentuh teknologi lebih update. Juga produk TPT Jabar perlu menyeimbangkan antara hulu dan hilir sehingga akan mampu bersaing,” katanya.

Saat ini, lanjut Rizal, beberapa industri baru di sektor hulu bisa didirikan di lokasi segitiga Rebana. Ada yang memproduksi bahan baku fiber atau polyester. "Industri ini memang  karakteristiknya padat modal. Pemerintah bisa investasi di hulu sehingga nantinya bisa diproses dari hulu ke hilir. Sebab selama ini sebagian besar bahan baku masih mengandalkan impor. Ini bisa menjadi peluang Jabar," ujarnya.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Wagub Jabar Serahkan Bantuan untuk Dhuafa dan Santri Salafiyah di Garu...

Regional Kamis, 15 April 2021 | 21:16 WIB

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melanjutkan Safari Ramadhan 1442 H/2021. Kali ini, Pak Uu menyambangi Masjid...

Umum - Regional, Wagub Jabar Serahkan Bantuan untuk Dhuafa dan Santri Salafiyah di Garut, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum,Safari Ramadan,Santri Salafiyah

Pendaftaran Lelang Jabatan Sekda Cianjur Diperpanjang 14 Hari

Regional Kamis, 15 April 2021 | 20:48 WIB

Hingga batas akhir pendaftaran lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur pada Kamis, 15 April 2021, tid...

Umum - Regional, Pendaftaran Lelang Jabatan Sekda Cianjur Diperpanjang 14 Hari, Lelang Jabatan Sekda Cianjur,Pendaftaran Lelang Jabatan Sekda Cianjur,Pemkab Cianjur

Kolang Kaling Cianjur, Turun Harga Akibat Pandemi

Regional Kamis, 15 April 2021 | 20:03 WIB

Kolang kaling atau orang Sunda menyebutnya curuluk merupakan bahan menu buka puasa serta saat Hari Raya Idulfitri.

Umum - Regional, Kolang Kaling Cianjur, Turun Harga Akibat Pandemi, Kolang Kaling Cianjur,Kolang Kaling Ramadan,Harga Kolang Kaling Anjlok

Budayawan Cianjur: Bangunan SPG Jangan Alih Fungsi, Bangun Kembali

Regional Kamis, 15 April 2021 | 19:56 WIB

Para budayawan dan alumni Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan SMA Negeri 2 Cianjur meminta pemerintah membangun kembali ge...

Umum - Regional, Budayawan Cianjur: Bangunan SPG Jangan Alih Fungsi, Bangun Kembali, Budayawan Cianjur,Bangunan SPG Cianjur,Bangunan Cagar Budaya Cianjur,SMA Negeri 2 Cianjur

Ratusan Warga Indramayu Mendadak Jadi Jutawan

Regional Kamis, 15 April 2021 | 19:47 WIB

Mereka diketahui mendapat ganti rugi pembebasan lahan untuk proyek Petrochemical Complex Jawa Barat. Total luas pengadaa...

Umum - Regional, Ratusan Warga Indramayu Mendadak Jadi Jutawan, warga Indramayu kaya mendadak,warga Indramayu jutawan,Petrochemical Complex Indramayu,Indramayu,ganti rugi warga Indramayu

Ini 9 Titik Penyekatan Kendaraan Mudik di Kota Cirebon

Regional Kamis, 15 April 2021 | 19:23 WIB

Penyekatan akan diberlakukan di 9 titik.

Umum - Regional, Ini 9 Titik Penyekatan Kendaraan Mudik di Kota Cirebon, titik penyekatan Cirebon,Penyekatan kendaraan mudik Cirebon,Larangan Mudik 2021,Larangan Mudik Lebaran 2021,Cirebon

Masjid Agung Manonjaya Tasikmalaya, Berdiri 1832 Bergaya Neoklasik Ero...

Regional Kamis, 15 April 2021 | 19:07 WIB

Masjid Agung Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya dibangun pada tahun 1832 oleh Raden Tumenggung Daruningrat atau Wiradadaha...

Umum - Regional, Masjid Agung Manonjaya Tasikmalaya, Berdiri 1832 Bergaya Neoklasik Eropa, Masjid Agung Manonjaya Tasikmalaya,Masjid Manonjaya Tasik,Profil Masjid,Masjid di Tasik

Pelaku Ganjal ATM Tasikmalaya Foya-foya dengan Uang Korban di Bandung

Regional Kamis, 15 April 2021 | 18:51 WIB

Pelaku Ganjal ATM Tasikmalaya Foya-foya dengan Uang Korban di Bandung

Umum - Regional, Pelaku Ganjal ATM Tasikmalaya Foya-foya dengan Uang Korban di Bandung, modus ganjal ATM,Kasus Ganjal Mesin ATM,ganjal ATM Tasikmalaya,pembobolan ATM Tasikmalaya,Tasikmalaya

artikel terkait

dewanpers