web analytics
  

Sesar Lembang Saat Ini Terus Bergerak Mengikuti Irama Bumi

Kamis, 28 Januari 2021 15:07 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Sesar Lembang Saat Ini Terus Bergerak Mengikuti Irama Bumi, Sesar Lembang,Gempa Sesar Lembang,dampak gempa sesar lembang,sesar lembang adalah,Kondisi Sesar Lembang,Pergerakan sesar lembang

Tanda Sesar Lembang di kawasan wisata Tebing Keraton, Ciburial, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (1/10/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Sesar Lembang merupakan salah satu sesar aktif yang ada di Jawa Barat. Lokasi jalur sesar ini terletak sekitar 10 Km arah utara Kota Bandung dengan panjang sesar sekitar 25-30 Km.

Anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung dan Penasihat Bandung Mitigasi, T Bachtiar (63), mengatakan kondisi Sesar Lembang saat ini terus berjalan mengikuti irama bumi.

Para peneliti memperkirakan Sesar atau Patahan Lembang ini dapat memicu gempa dengan kekuatan maksimum 6,8 SR. Dengan terjadinya gempa-gempa kecil di sepanjang Patahan Lembang, ini membuktikan bahwa patahan ini adalah patahan aktif.

Bachtiar juga menjelaskan wilayah bentang sesar Lembang mulai dari kaki Gunung Palasari di sebelah timur sampai Kampung Cisarua, Kabupaten Bandung Barat di sebelah barat, panjangnya sekitar 29 km.

"Bagian utara turun dan bergerak ke arah barat, dengan kecepatan yang sangat lambat per tahunnya, sehingga yang berada di jalur sesar pun tak akan merasakan adanya pergerakan itu. Tapi bila dijumlahkan dalam waktu yang lama, ratusan tahun, ribuan tahun, maka pergerakan Patahan Lembang itu terlihat nyata. Dilihat dari utara, gawir sesar Lembang terlihat curam," ujarnya kepada Ayobandung.com, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, potensi bencana akibat sesar Lembang adalah gempa bumi. Kemudian, longsor yang dipicu oleh gempa bumi dan keadaan lingkungan mendukung untuk terjadinya gerakan tanah.

"Misalnya karena kesalahan dalam memotong lahan, dengan kemiringan lereng yang tegak, atau lereng yang diurug, belum padat sudah dibangun, keadaan ini akan sangat memungkinkan terjadinya longsor bila gempa mengguncang," katanya.

Longsor bukan hanya berdampak pada kerusakan bangunan, jalan, serta korban manusia, tetapi juga longsor dapat membendung aliran sungai yang ada di dasar lembah.

"Ini harus diantisipasi, karena bila ada air yang tergenang cukup beberapa waktu, dapat menimbulkan banjir lumpur bila bendungan itu seketika jebol," ucapnya.

Bachtiar juga menjelaskan wilayah mana saja yang paling terdampak gempa pergeseran Sesar Lembang. Menurutnya, wilayah yang terdampak gempa bumi dari Patahan Lembang bila dengan kekuatan maksimum, bukan hanya di sepanjang Patahan Lembang, atau di beberapa bagian jalur sesar, tapi juga akan berdampak ke kawasan yang semula bekas endapan Danau Bandung Purba.

"Yang sekarang menjadi dasar metropolitan Cekungan Bandung itu, antara 105.000-160.000 tahun yang lalu berupa danau, akibat material letusan Gunung Sunda membendung Citarum di utara Padalarang. Batuan di bawah kota metropolitan ini masih belum padat, dan masih jenuh air, sehingga sangat labil dan akan ada pembesaran kekuatan goyangannya," jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat harus mulai melatih diri dan keluarga, apa yang harus dilakukan sebelum gempa dan apa yang harus dilakukan pada saat gempa.

"Misalnya, menyimpan senter di dekat tempat tidur, mematikan kompor, mematikan listrik atau sikring. Kemudian, melindungi kepala jika berada di gedung bertingkat," tutur Bachtiar.

Untuk menghindari dampak gempa Sesar Lembang, Bachtiar menuturkan seharusnya tersedia klinik arsitektur yang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga.

"Pertama, di sepanjang jalur sesar. Kedua, umum bagi masyarakat. Klinik arsitektur ini mengaudit rumah-rumah masyarakat, dan memberikan saran-saran perbaikan untuk kekuatan rumahnya. Kemudian, harus ada latihan yang terus-menerus, untuk sementara di sekolah-sekolah saja. Latihannya sesuai juklak atau juknis," tuturnya.

Tak hanya itu, membuat panduan atau buku petunjuk, baik cetak maupun digital, yang dapat dibaca oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat.

"Gedung kampus, gedung sekolah, harus menjadi contoh bangunan tahan gempa. Lokasinya diteliti terlebih dahulu, jangan sampai memotong jalur gempa. Apakah kampus-kampus di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, sudah diadakan penelitian terlebih dahulu oleh ahli gempa, apakah di sana ada jalur gempa atau tidak? Bila ada dan sudah ada bangunan yang memotong jalur gempa, maka demi kemanusiaan, gedung itu harus dipindahkan," jelas Bachtiar.

Untuk potensi patahan lainnya, Bachtiar mengatakan penelitian mendalam baru dilakukan terhadap Sesar Lembang.

"Cekungan Bandung ini dikelilingi oleh irisan-irisan jalur-jalur gempa, baik di barat, selatan, timur, dan utara. Diteliti secara mendalam baru Sesar Lembang, 10 Km di utara Bandung, yang lainnya belum diteliti. Belum diteliti itu bukan berarti tidak ada. Dampaknya terhadap Cekungan Bandung sama akan menimbulkan gempa, dengan segala dampak ikutannya," katanya.

Bachtiar juga menjelaskan apa yang dimaksud dengan ramah gempa. Menurutnya, tindakan ramah gempa dapat berupa membangun gedung, rumah, sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada saat ini.

"Membangun jembatan, bendungan, harus tidak memotong jalur gempa. Harusnya melipatgandakan anggaran untuk penelitian gempa, oleh orang-orang yang ahli dalam bidang kegempaan. Melipatgandakan waktu, tenaga manusia, untuk melakukan penerangan kepada masyarakat. Yang pertama kali harus dilakukan adalah melalui jalur persekolahan," jelas Bachtiar.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Sempat Terlambat, Gaji Guru PNS di Jabar Mulai Cair

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 22:00 WIB

Setelah sempat terlambat selama 4 hari, Guru PNS di Jawa Barat sudah dapat menerima gaji untuk bulan Maret. Hal itu disa...

Bandung Raya - Bandung, Sempat Terlambat, Gaji Guru PNS di Jabar Mulai Cair, Guru PNS di Jabar,Gaji Guru PNS Cair,Dinas Pendidikan Jabar

Waspada! Begal Nyamar Jadi Ojol

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 21:27 WIB

Seorang pembegal yang menjalankan aksi di Jl. Pare Pandan Raya, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Ban...

Bandung Raya - Bandung, Waspada! Begal Nyamar Jadi Ojol, Begal Nyamar Jadi Ojol,Polrestabes Bandung,Kriminal Bandung

Pemkot Relaksasi Sektor Ekonomi, Sanksi Penindakan Dipertegas

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 20:19 WIB

Pemerintah Kota Bandung berencana merelaksasi sejumlah sektor. Namun di sisi lainnya, Pemkot Bandung juga bakal memperte...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Relaksasi Sektor Ekonomi, Sanksi Penindakan Dipertegas, Pemkot Bandung,Relaksasi Sektor Ekonomi,Sanksi Pelanggar Prokes

Tempat Bermain Anak dan Pertunjukan Seni di Kota Bandung Bakal Dibuka

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 19:20 WIB

Pemerintah Kota Bandung memutuskan untuk memberi relaksasi pada sejumlah sektor kegiatan warga. Di antaranya adalah temp...

Bandung Raya - Bandung, Tempat Bermain Anak dan Pertunjukan Seni di Kota Bandung Bakal Dibuka, Tempat Bermain Anak,Pemkot Bandung,Pertunjukan Seni di Kota Bandung

Kisah Pengamen Bandung, Pandemi Memaksa Mereka Kembali ke Jalanan

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 17:18 WIB

Pandemi Memaksa Mereka Kembali ke Jalan

Bandung Raya - Bandung, Kisah Pengamen Bandung, Pandemi Memaksa Mereka Kembali ke Jalanan, pengamen Bandung,Pengamen Suara Merdu,pengamen berhijab Bandung,Cerita Orang Bandung,Dampak Pandemi Covid-19,Covid-19 Bandung

Kesaksian Warga Soal Banyak Casing Ponsel Copet Alun-alun Bandung

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 16:43 WIB

Kesaksian Warga Soal Banyak Casing Ponsel Hasil Copet Alun-alun Bandung

Bandung Raya - Bandung, Kesaksian Warga Soal Banyak Casing Ponsel Copet Alun-alun Bandung, Copet Alun-alun Bandung,video copet alun-alun Bandung,Copet Bandung,Pencopet di Bandung,Copet

Dinkes Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Kota Bandung Masih Tinggi

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 16:30 WIB

Dinkes Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Kota Bandung Masih Tinggi

Bandung Raya - Bandung, Dinkes Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Kota Bandung Masih Tinggi, PPKM Mikro,Update Covid-19 Kota Bandung,Covid-19 Bandung,PPKM Mikro Bandung,Pasien Covid-19 Bandung,pasien sembuh Covid-19 Bandung,tren positif Covid-19 Kota Bandung

Kisah Pengamen Berhijab Bandung, Penghasilan Melejit Usai Hijrah

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 16:18 WIB

Kisah Pengamen Berhijab Bandung, Penghasilan Melejit Usai Hijrah

Bandung Raya - Bandung, Kisah Pengamen Berhijab Bandung, Penghasilan Melejit Usai Hijrah, pengamen berhijab Bandung,Cerita Orang Bandung,pengamen Bandung,pengamen berhijab,Rita

artikel terkait

dewanpers