web analytics
  

KPK: Uang Korupsi PT DI Diduga Mengalir ke Sekretariat Negara

Selasa, 26 Januari 2021 21:41 WIB
Umum - Nasional, KPK: Uang Korupsi PT DI Diduga Mengalir ke Sekretariat Negara, PT Dirgantara Indonesia,Korupsi PT DI,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Sekretariat Negara

PT Dirgantara Indonesia. (lancercell)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tengah menelisik dugaan uang kasus korupsi penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia, yang mengalir ke sejumlah pihak dalam Kementerian Sekretariat Negara.

Dugaan itu muncul setelah KPK mengorek keterangan Kepala Biro Umum Kemensekneg Piping Supriatna, dan eks Sekretaris Kemensekneg Taufik Sukasah, Selasa (26/1/2021).

Keduanya diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka mantan Direktur Aerostructure PT DI 2007-2010, Direktur Aircraft Integration PT DI 2010-2012, dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT DI 2012-2017 Budiman Saleh (BS).

"Saksi Piping dan Taufik didalami pengetahuannya terkait dugaan penerimaan sejumlah dana oleh pihak-pihak tertentu di Setneg. Itu terkait proyek pengadaan servis pesawat PT Dirgantara Indonesia," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Sementara mantan Kabiro Umum Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara, Indra Iskandar batal diperiksa hari ini. Ia tadinya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Budiman Saleh.

Kata Ali, Iskandar akan kembali dijadwalkan diperiksa pada Jumat (29/1) pekan ini.

"Bersangkutan (saksi Indra) memberikan konfirmasi untuk dilakukan penjadwalan kembali," tutup Ali.

KPK telah mengumumkan Budiman sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus di PT DI tersebut pada 22 Oktober 2020.

Tersangka Budiman diduga melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Dalam kasus itu, KPK juga melakukan penyidikan untuk tiga orang lainnya, yaitu Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan PT DI tahun 2007-2014 dan terakhir menjabat Direktur Produksi PT DI tahun 2014-2019 Arie Wibowo (AW).

Kemudian, Dirut PT Abadi Sentosa Perkasa Didi Laksamana (DL), dan Dirut PT Selaras Bangun Usaha Ferry Santosa Subrata (FSS), turut diselidiki.

Selain itu, mantan Direktur Utama PT DI Budi Santoso dan mantan Kepala Divisi Penjualan PT DI Irzal Rinaldi Zailani statusnya sudah menjadi terdakwa. Kekinian mereka dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Dalam konstruksi kasusnya, tersangka Budiman menerima kuasa dari Budi Santoso sebagai Direktur Utama PT DI untuk menandatangani perjanjian kemitraan dengan mitra penjualan.

Selain itu, Budiman memerintahkan Kadiv Penjualan PT DI agar memproses lebih lanjut tagihan dari mitra penjualan, meskipun mengetahui bahwa mitra penjualan tidak melakukan pekerjaan pemasaran.

Diduga kerugian negara kasus tersebut sekitar Rp 202 miliar dan USD 8,6 juta. Sedangkan Budiman diduga menerima aliran dana Rp 686.185.000.

Selain itu dalam kasus tersebut, KPK juga telah menyita uang serta properti dengan nilai sekitar Rp 40 miliar.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Warganet Ramai Kritik Moeldoko, Disuruh Buat Partai Sendiri

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 23:17 WIB

Warganet ramai-ramai kritik Moeldoko karena ambil alih Partai Demokrat lewat kongres luar biasa atau KLB di Serdang, Sum...

Umum - Nasional, Warganet Ramai Kritik Moeldoko, Disuruh Buat Partai Sendiri, Moeldoko,Partai Demokrat,klb demokrat

KLB Partai Demokrat Diwarnai Bentrokan, Warga dan Aparat Jadi Korban

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 23:13 WIB

Dualisme Partai Demokrat yang mencuat dengan adanya Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di The Hill Hotel Sibolangit K...

Umum - Nasional, KLB Partai Demokrat Diwarnai Bentrokan, Warga dan Aparat Jadi Korban, KLB Partai Demokrat,Bentrokan KLB Demokrat,Kudeta Partai Demokrat

Imun Muncul 28 Hari Usai Vaksinasi Kedua

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 22:39 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, efektivitas vaksin atas timbulnya imun baru akan efektif muncul pada 2...

Umum - Nasional, Imun Muncul 28 Hari Usai Vaksinasi Kedua, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin,Vaksinasi Covid-19,imun tubuh

SBY: Saya Tak Pernah Merusak Partai Lain

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 22:16 WIB

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tegas menyatakan Kongres Luar Biasa PD di De...

Umum - Nasional, SBY: Saya Tak Pernah Merusak Partai Lain, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),Kudeta Parta Demokrat,Kongres LB Partai Demokrat,Moeldoko

AHY: Moeldoko Ketua Umum Demokrat Abal-Abal

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 20:01 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kongres luar biasa (KLB) yang digelar di Deli...

Umum - Nasional, AHY: Moeldoko Ketua Umum Demokrat Abal-Abal, Kudeta Partai Demokrat,Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),Kepala KSP Moeldoko,klb demokrat

KLB Partai Demokrat Tetapkan Moeldoko Jadi Ketua Umum

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 16:13 WIB

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat  menetapkan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum p...

Umum - Nasional, KLB Partai Demokrat Tetapkan Moeldoko Jadi Ketua Umum, klb demokrat,moeldoko demokrat,Moeldoko,Partai Demokrat,Hinca Panjaitan,Jhoni Allen Marbun

Ngomong Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Kok Ramai

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 15:08 WIB

Ngomong Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Kok Ramai

Umum - Nasional, Ngomong Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Kok Ramai, jokowi benci produk asing,boikot produk asing,jokowi,Produk Dalam Negeri

Garuda Indonesia Sediakan Tes Antigen Gratis Bagi Penumpang Domestik

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 14:29 WIB

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia meluncurkan program layanan rapid test antigen gratis bagi seluruh penumpang rute...

Umum - Nasional, Garuda Indonesia Sediakan Tes Antigen Gratis Bagi Penumpang Domestik, Garuda Indonesia tes antigen,tes antigen Garuda Indonesia,Garuda Indonesia,Rapid Test Antigen

artikel terkait

dewanpers