web analytics
  

Dugaan Korupsi Investasi, Kejagung Periksa Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Selasa, 26 Januari 2021 20:55 WIB
Umum - Nasional, Dugaan Korupsi Investasi, Kejagung Periksa Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Kejaksaan Agung (Kejagung),korupsi bpjs ketenagakerjaan,BPJS Ketenagakerjaan,Korupsi Investasi

Pelayanan di BPJS Ketenagakerjaan. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Selasa (26/1/2021), memeriksa Direktur Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Agus Susanto (AS). Pemeriksaan tersebut, lanjutan penyidikan dugaan korupsi investasi di BPJS Ketenagakerjaan.

Empat bos manajer investasi (MI), serta pejabat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun turut dimintai keterangan dalam dugaan penyimpangan investasi saham dan reksa dana senilai Rp 43 triliun tersebut. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Ebenezer Simanjuntak menerangkan, selain Agus Susanto, ada delapan orang saksi lainnya yang turut dimintai keterangan.

Mereka antara lain, petinggi dan mantan pejabat lainnya dari BPJS Naker, yakni IR, AN, dan BS. Terperiksa dari OJK, yakni S, selaku Direktur Pengelola Investasi Departermen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK.

Sementara dari para bos manajer investasi yang diperiksa, yakni HRD selaku Presiden Direktur PT FWD Asset Management, RP, Direktur Bahana TCW Investment Management, FEH, selaku Direktur COO PT Ashmore Asset Management Indonesia, dan US, selaku Direktur PT Danareksa Investmen Management.

“Pemeriksaan saksi-saksi tersebut dilakukan untuk mencari fakta hukum, dan mengumpulkan alat-alat bukti tentang perkara tindak pidana korupsi pada pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan,” terang Ebenezer,  dalam keterangan resmi yang diterima wartawan, di Jakarta, Selasa (26/1).

Dalam kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, penyidikan, sampai Selasa (26/1) sudah memeriksa lebih dari 24 orang saksi. Baik saksi dari para petinggi dan mantan pejebat BPJS Naker, juga memintai keterangan dari para manajer investasi.

Dalam keterangan resmi penyidikan, dugaan penyimpangan BPJS Ketenagakerjaan terkait dengan investasi saham dan reksa dana dengan nilai transaksi mencapai Rp 43 triliun. Namun, nilai transaksi tersebut, belum dapat dikatakan sebagai kerugian negara.

Jampidsus Ali Mukartono sebelumnya menerangkan, dugaan sementara di penyidikan, meyakini adanya penyimpangan terkait transaksi investasi saham dan reksa dana yang merugikan keuangan negara.

“(Kasus BPJS Naker), hampir sama kayak Jiwasraya. Itu kan terkait investasi juga. Dia punya duit investasi keluar. Uang negara pokonya,” kata Ali saat ditemui di Gedung Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung, Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Menurut Ali, penggunaan uang negara yang digunakan tersebut, diduga merugi karena adanya dugaan penyimpangan, dan praktik korupsi. “Ada dugaan yang tidak bener kan? Makanya ke penyidikan,” terang Ali.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

B117: Lebih Cepat Menular Tapi Masih Terdeteksi PCR

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 12:21 WIB

Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama memantau mutasi Covid-19 B117 yang ditemukan dari...

Umum - Nasional, B117: Lebih Cepat Menular Tapi Masih Terdeteksi PCR, Corona B117,B117,virus corona B117,virus corona B117 Karawang,Virus Corona B117 di jabar

Jangan Unggah Sertifikat Vaksin Covid-19, Bahaya!

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 12:15 WIB

Program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat sudah dimulai sejak bulan lalu. Setelah menerima vaksinasi dosis pertama at...

Umum - Nasional, Jangan Unggah Sertifikat Vaksin Covid-19, Bahaya!, Sertifikat Vaksin,Sertifikat Vaksin Covid-19,vaksin corona,Vaksin Covid-19,Vaksinasi

Heboh Video Plat Bodong TNI, Begini Penjelasan Kapuspen

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 11:35 WIB

Jagad media sosial dihebohkan video seorang wanita yang menunjukkan kendaraan berpelat nomor dinas Mabes TNI. Wanita ter...

Umum - Nasional, Heboh Video Plat Bodong TNI, Begini Penjelasan Kapuspen , plat bodong tni,klarifikasi plat bodong tni,tiktok plat bodong tni,video plat bodong tni

Ini Format SMS Vaksin Covid-19 yang Asli, Jangan Sampai Tertipu!

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 11:29 WIB

Warga Negara Indonesia yang mendapat pesan singkat atau SMS dari Kementerian Kesehatan terkait undangan melakukan vaksin...

Umum - Nasional, Ini Format SMS Vaksin Covid-19 yang Asli, Jangan Sampai Tertipu!, sms vaksin,sms vaksin palsu,ciri sms vaksin asli,sms vaksin asli,undangan sms vaksin,sms vaksin masyarakat

Jokowi: Gaungkan Benci Produk-Produk Luar Negeri

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 11:18 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyiapkan kebijakan untuk mengembangkan pas...

Umum - Nasional, Jokowi: Gaungkan Benci Produk-Produk Luar Negeri, Jokowi,Jokowi benci produk luar negeri,Produk luar negeri,Cinta Produk Dalam Negeri,Produk Dalam Negeri,benci produk asing,jokowi benci produk asing,benci produk asing jokowi,benci produk luar negeri,kenapa jokowi benci produk asing

Isu Makin Liar, Ridwan Kamil Dijagokan Jadi Ketum Demokrat

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 10:53 WIB

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil tiba-tiba masuk dalam pusaran polemik Partai Demokrat. Pria kelahiran Bandung...

Umum - Nasional, Isu Makin Liar, Ridwan Kamil Dijagokan Jadi Ketum Demokrat, Ridwan Kamil,ridwan kamil demokrat,isu ridwan kamil ketum demokrat,ridwan kamil ketua umum demokrat,Ketum Partai Demokrat

Said Aqil Siroj Ditunjuk Jadi Komut PT KAI, Ini Alasannya

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 10:48 WIB

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil...

Umum - Nasional, Said Aqil Siroj Ditunjuk Jadi Komut PT KAI, Ini Alasannya, Said Aqil Komut KAI,Said Aqil komisaris KAI,profil said aqil,erick tohir said aqil,said aqil kai

Benarkah Vaksin Covid-19 Bisa Sebabkan Kemandulan?

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 10:33 WIB

Vaksin Covid-19 disbut-sebut bisa menyebabkan kemandulan. Narasi tersebut membuat publik geger dan ragu untuk menggunaka...

Umum - Nasional, Benarkah Vaksin Covid-19 Bisa Sebabkan Kemandulan?, vaksin covid mandul,vaksin covid sebabkan mandul,hoax vaksin covid mandul,faksa vaksin covid mandul

artikel terkait

dewanpers