web analytics
  

Mengapa Netizen Dibutuhkan oleh Media?

Selasa, 26 Januari 2021 09:28 WIB Netizen Deffy Ruspiyandy
Netizen, Mengapa Netizen Dibutuhkan oleh Media?, netizen,pengelola media online,posisi netizen,media butuh netizen

Netizen. (Pixabay)

Deffy Ruspiyandy

Penulis Artikel dan Penulis Ide Cerita di SCTV.

AYOBANDUNG.COM -- Di tengah kebutuhan informasi yang begitu kuat di era digitalisasi, media online kini menjadi primadona dibandingkan dengan jenis media lainnya. Kecepatan penyajian informasi menjadi sebuah tuntutan sebuah media agar tetap bertahan diminati oleh pembacanya. Karenanya tak mengherankan pengelola media online kini berlomba-lomba menyajikan berita yang dekat dengan masyarakat dan sangat dibutuhkan oleh pembacanya.

Netizen merupakan sebutan untuk orang-orang yang aktif di dunia internet baik melalui blogging, media sosial, situs-situs sosial, dan lain sebagainya. Transformasi teknologi dan gebyar media sosial telah mengubah peran warga di dunia maya menjadi kelompok kuat yang mampu menciptakan opini atau pandangan tertentu dalam waktu cepat.

Memiliki posisi kuat dalam membangun opini, maka netizen dapat turut membantu menyampaikan sekaligus menyebarkan pentingnya nilai-nilai ke-Indonesiaan. Sebab netizen merupakan bagian yang dapat memengaruhi publik secara cepat. "Daripada medsos itu dipakai untuk hoaks macam-macam, dengan diisi nilai-nilai ke-Indonesiaan kita itu akan menjadi produktif, bermanfaat bahkan menjadi alat ampuh edukasi terhadap publik, bahkan bisa menekan kalau ada pihak-pihak yang merugikan rakyat," kata Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI dalam acara "Ngobrol Bareng Netizen Lampung bersama MPR RI", di Lampung, Ahad (19/11) malam. (https://republika.co.id, 20 Nopember 2017).

Tentu saja ini menjadi bukti jika posisi netizen memiliki peranan penting di dalam menyebarkan informasi kepada khalayak. Menyadari akan hal itu, media online yang membutuhkan informasi sampai ke akar-akarnya tentu saja sangat membutukan netizen. Bakan mereka berani membayar cukup tini para netizen ini untuk berlomba mendapatkan berita paling duluan.

Dulu, sewaktu Bencana Tsunami terjadi di Aceh, maka stasiun TV yang ada di tanah air berlomba-lomba untuk mendapatkan gambar paling dahsyat saat bencana untuk ditampilkan di medianya masing-masing. Hal ini sengaja dilakukan, kendati media apa pun memiliki peliput tetapi terkadang tak berada di loaksi kejadian saat peristiwa terjadi, maka dari itu kemudian netizenlah dijadikan sumber utama untuk penyajian berita aktual.

Tak mengherankan jika ada sebagian media justru gencar menjalin komunikasi yang baik dengan para netizen karena netizen kerap  memberi berita-berita menarik yang terkadang tidak tertangkap oleh para peliput media yang bersangkutan. Kini, khususnya media online atau media televisi banyak memanfaatkan para netizen yang berada di luar negeri agar bisa mendapatkan berita aktual atau dalam bentuk berita feature.

Hal ini dilakukan karena jika ada netizen, biaya peliputan akan lebih ringan dibandingkan menunjuk wartawan sendiri unruk meliputnya. Namun, media yang menjaGa keakuratan berita dan menjaga reputasinya kerap tetap menugasi peliputnya untuk turun ke lapangan untuk meliput berita. Sesungguhnya hal ini merupakan peluang bagi mereka para penulis lepas yang bekerja secara freelance, para mahasiswa jurnalistik yang sedang kuliah, dan juga mereka yang ahli di bidangnya.

Bagi penulis lepas, hal ini bisa menjadi sumber pendapatan dari apa yang mereka tulis. Sementara bagi para mahasiswa hal ini merupakan sarana bagi mereka untuk belajar menulis berita dan berbagi informasi dengan khalayak. Sedangkan untuk mereka yang ahli di bidangnya jelas adanya media online adalah untuk berbagi pengetahuan karena dengan ilmu-ilmu yang dimilikinya bisa berbagai ilmu dan dapat menambah wawasan bagi para pembaca.

Jadi, seorang netizen memiliki posisi penting dalam perkembangan teknologi informasi yang ada. Bagi media sendiri, para netizen sangat membantu untuk mengisi konten-konten dari rubrik yang ada dan bisa saja ide serta gagasan netizen sangat menarik untuk pembaca sehingga dengan kondisi itu, maka pembaca akan merasa perlu untuk membacanya. Sementara bagi para netizen adanya media yang menampung tulisan mereka bisa menjadi sarana penyaluran bakat menulisnya, menjadi media untuk mencari nafkah serta yang lebih terpenting adalah berbagi pengetahuan untuk masyarakat secara luas.

Menjadikan netizen sebagai mitra terdepan dalam konten berita oleh pengelola media online adalah hal positif karena para netizen sendiri dapat membangun kondisi minat baca masyarakat serta menjadi pihak yang dapat mempromosikan media yang bersangkutan agar banyak pengunjungnya.

Karenanya bentuk simbiosis mutualisme dari keduanya haruslah berjalan secara baik karena kedua-duanya saling membutuhkan. Pada intinya, keduanya mesti mampu membangun kultur budaya informasi yang sehat dan guna menambah wawasan masyarakat pula.

Pada kondisi  seperti sekarang ini jelas media informasi dalam bentuk apa pun adalah sangat perlu bagi masyarakat luas. Kehadiran media yang terverifikasi oleh dewan pers adalah media yang bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya. Oleh sebab itu, maka para netizen sangat penting artinya untuk memberi informasi yang berguna bagi masyarakat sehingga bangsa ini kelak dapat menjadi masyarakat yang berpengetahuan. Media dalam bentuk apa pun mesti memiliki semangat ini agar masyarakat sendiri bisa membedakan mana berita yang bermanfaat dan penting serta mana berita hoaks yang dapat menyesatkan mereka.

Intinya, netizen sebagai pemberi informasi dan pemberi pengetahuan bagi masyarakat sudah selayaknya untuk mampu berkarya sebaik mungkin melalui media yang menyediakan kesempatan bagi mereka untuk menuliskan ide, gagasan, dan informasi yang didapatkannya.

Seorang netizen yang baik pasti memiliki keinginan berbagi yang terbaik untuk khalayak pembaca dan jelas akan menuliskan sesuatu yang bermanfaat dan berguna karena setiap tulisan yang dibuatnya akan dipertanggungjawabkan. Jika tulisannya baik, akan membuatnya baik, tetapi jika tulisannya bermuatan keburukan, selain buruk untuk dirinya juga buruk untuk masyarakat. Pilihan kini ada di tangan netizen sendiri!

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Dudung Ridwan

terbaru

Penyebab Makin Pedasnya Harga Cabai

Netizen Sabtu, 6 Maret 2021 | 20:13 WIB

Akhir-akhir ini di berbagai daerah, masyarakat mengeluhkan melambungnya harga cabai rawit merah hingga Rp.120.000, samp...

Netizen, Penyebab Makin Pedasnya Harga Cabai, Harga Cabai Naik,Harga Cabai Tanjung Naik,BPS

Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi

Netizen Jumat, 5 Maret 2021 | 09:25 WIB

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia genap berusia setahun. Sejak ditemukan kasus perdana di awal Maret tahun 2020, h...

Netizen, Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi, Infokom,COVID-19,PSBB

Kapan Situ Aksan Ada?

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 14:25 WIB

Dalam Peta Topografi tahun 1904-1905, tempat yang kemudian menjadi Situ Aksan, masihlah perkampungan kecil.

Netizen, Kapan Situ Aksan Ada?, Sejarah,Kota Bandung,Topografi,Desa,Abad ke-20,Bandung Baheula

Tiga Terjemahan Pertama

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 10:20 WIB

Pada 1872, Raden Kartawinata sudah bisa menerbitkan tiga judul terjemahan dari bahasa Belanda.

Netizen, Tiga Terjemahan Pertama, raden kartawinata,Sunda,Jawa,Bahasa,Penerjemah,Belanda,R.H. Moeh. Moesa,K.F. Holle,buku,Literatur,Literasi

Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 14:15 WIB

Ada yang bilang bahwa industri dosa sejatinya merupakan usaha mentransfer dana publik ke tangan swasta dengan cara yang...

Netizen, Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras, Minuman Keras (Miras),Perpres investasi miras,Presiden Joko Widodo,Indonesia,Investasi,World Health Organization (WHO),Papua,minuman beralkohol

Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 13:40 WIB

Pada era tahun 90-an, jalan-jalan atau gang-gang kecil di daerah Cicadas juga terkenal dengan sebutan gang "sarebu punte...

Netizen, Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif, Cicadas,Desa Kreatif,Bandung,Gang ,Kampung Kreatif

Khawatir Kini Kina Tinggal Nama

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 15:00 WIB

Pohon kina peninggalan tahun 1855 itu sudah sangat tua, keadaannya sudah dalam posisi bungkuk atau miring, dan kini suda...

Netizen, Khawatir Kini Kina Tinggal Nama, Kina,Pohon,Bandung,Chincona,Chincon,Franz Wilhelm Junghuhn,Karl Justus Hasskarl

Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 13:50 WIB

Kita tidak boleh hanya menekankan kebenaran berbahasa yang diukur oleh kebakuan KBBI, tetapi harus memperhatikan situasi...

Netizen, Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru, Polisi,Bahasa,Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Santun
dewanpers