web analytics
  

Ridwan Kamil Pamer Inovasi Pangan kepada Baleg DPR RI

Senin, 25 Januari 2021 22:55 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil Pamer Inovasi Pangan kepada Baleg DPR RI, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Inovasi Pangan Jabar,Baleg DPR RI

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sekaligus memberikan paparan implementasi UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (25/1/2021). 

Kepada rombongan Baleg DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Baleg DPR RI Willy Aditya, Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- mengatakan bahwa pertanian dan pangan merupakan salah satu sektor yang bertahan bahkan tumbuh di masa pandemi global COVID-19. 

Bersamaan dengan meningkatnya adaptasi digital karena pandemi, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar pun fokus mendorong inovasi dalam penerapan Pertanian 4.0 di Jabar. 

"Digital mempercepat visi-misi UU ketahanan pangan ini. Pangan ini akhirnya menjadi orientasi kami untuk memastikan Jabar menjadi sebuah provinsi swasembada. Revolusi digital ini kami praktikkan ke seluruh urusan pangan, misalnya memberi makan (ternak) pakai hp," ucap Kang Emil. 

Di Kabupaten Indramayu, ia mencontohkan, memberi makan lele sudah menggunakan hp melalui aplikasi E-Fishery. Dari aplikasi di hp, sensor akan menggerakkan mesin yang mengeluarkan makanan. 

Selain itu, ada juga teknologi Fish Finder di Kabupaten Sukabumi. Aplikasi dengan memanfaatkan satelit ini akan mencari titik lokasi berkumpulnya ikan. 

Yang paling canggih, menurut Kang Emil, adalah Si Perut Laper alias Sistem Informasi Peta Peruntukan Lahan Perkebunan. Si Perut Lapar pun termasuk satu dari delapan inovasi Jabar dalam Innovative Government Award 2020. 

"Aplikasi itu canggih, klik koordinat, akan jelaskan (lahan) ini cocoknya untuk ditanam apa. Dengan begitu, produktivitas dan pendapatan naik. Ini best practice yang layak dinasionalkan, terutama bagi petani yang tidak tahu menanam apa," ucap Kang Emil. 

Inovasi Jabar lainnya untuk mendukung digitalisasi pangan antara lain Talisa (Pusat Digital & Distribusi Desa), Pertanian Infus, hingga program Petani Milenial. 

"Bulan depan, kami launching Petani Milenial. Anak-anak milenial diberi pinjaman lahan ribuan meter untuk menanam apa yang kami suruh. Mereka tidak usah pusing menjual ke mana, karena kami yang beli. Kami sudah buat forum off taker-nya," kata Kang Emil. 

Kepada rombongan Baleg DPR RI, Kang Emil juga menjelaskan kesiapan Jabar dalam implementasi UU Nomor 18/2012 tentang Pangan. Selain menyusun Pusat Komando Ketahanan Pangan, pihaknya juga saat ini tengah mematangkan Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Rencana Pangan Jabar Tahun 2020-2024. 

"Saya sedang persiapan Pergub untuk implementasikan UU Nomor 18 Tahun 2012. (Ruang lingkup terkait) produksi pangan, cadangan pangan, ekspor-impor, kebutuhan konsumsi pangan, distribusi, hingga penganekaragaman pangan," tutur Kang Emil. 

"Kami ada Gerakan Mendukung Diversifikasi Pangan Provinsi Jabar, mulai dari kampanye diversifikasi pangan hingga gerakan pangan lokal," tambahnya. 

Kang Emil pun menjelaskan, mind maps atau pemetaan kebijakan ketahanan pangan di Jabar berkaitan dengan digital, emergency (kedaruratan), swasembada, dan Zonasi Ketahanan. 

"Saya simpulkan bahwa visi-misi di UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan ini sedang kami terjemahkan. Kelebihannya, kami punya big data," ujar Kang Emil. 

Sementara itu, Wakil Ketua Baleg DPR RI, Willy Aditya mengatakan, dirinya terkesan dengan Si Perut Lapar. Ia pun mengapresiasi berbagai inovasi Jabar dalam mendukung implementasi UU tentang pangan. 

"Ketika ada inovasi baru, melahirkan tranformasi. Kami dari DPR RI khususnya Baleg, mengapresiasi ini. Saya paling terkesan dengan Si Perut Laper, (menjelaskan) tanah ini cocok ditanam apa. Harusnya semua kementerian/lembaga terkait, provinsi, kabupaten/kota, memiliki hal itu sehingga masalah konversi lahan bisa kita atasi," ucap Willy. 

Terkait agenda kunjungan kerjanya, ia berujar bahwa rombongan telah mendapat gambaran terkait apa yang sudah dilakukan dan dijalankan Jabar dari UU Nomor 18/2012. 

"Kami dapat (penjelasan) skema luar biasa, dari ketersediaan pangan, inovasi, proses distribusi, hingga masalah lahan," kata Willy. 

"Regulasi pun harus mampu melihat (potensi digitalisasi pangan) itu jauh ke depan. Spiritnya, kami jadi fasilitator. Digitalisasi itu harus didorong dengan regulasi yang kompatibel dan kondusif," tutupnya. 

Turut hadir dalam acara ini antara lain Kapolda Jabar Irjen Pol. Ahmad Dofiri, Pangdam III/Siliwangi Nugroho Budi Wiryanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jabar Taufiq Budi Santoso, hingga anggota Baleg DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

570 ASN di Jabar Telah Disuntik Vaksin Covid-19

Bandung Sabtu, 6 Maret 2021 | 20:00 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memulai vaksinasi massal bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya.

Bandung Raya - Bandung, 570 ASN di Jabar Telah Disuntik Vaksin Covid-19, Vaksin,Aparatur Sipil Negera (ASN),Jawa Barat,Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jabarn Marion Siagian

Perlu Penyempurnaan, Wisanggeni Bisa Bantu Atasi Sampah

Bandung Sabtu, 6 Maret 2021 | 19:30 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengapresiasi setiap inovasi masyarakat untuk bisa membantu menyelesaikan permasalahan...

Bandung Raya - Bandung, Perlu Penyempurnaan, Wisanggeni Bisa Bantu Atasi Sampah, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana,Wisanggeni Waste Incinerator,TPS Regol,Jalan Soekarno-Hatta,Kota Bandung,Sampah

Pemkot Bandung dan Pemuda Persis Siap Membangun Kota Lebih Baik

Bandung Sabtu, 6 Maret 2021 | 18:00 WIB

Pasalnya, partisipasi masyarakat sangat penting membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menangani pandemi Covid-19.

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung dan Pemuda Persis Siap Membangun Kota Lebih Baik, Persis,Pemuda Persis,Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana,Ketua PD Pemuda Persis, Farhan Fuadi Rahman

Akibat Pandemi, Warga Miskin Kota Bandung Bertambah 15.000 Jiwa

Bandung Sabtu, 6 Maret 2021 | 15:40 WIB

Mulai dari pendapatan daerah yang berkurang drastis hingga meningkatnya jumlah warga yang masuk dalam kategori miskin.

Bandung Raya - Bandung, Akibat Pandemi, Warga Miskin Kota Bandung Bertambah 15.000 Jiwa, Kemiskinan,Kota Bandung,Warga Miskin,Pandemi Covid-19,Pendapatan Daerah

Pemkot Bandung Akui Masih Bingung Hadapi Virus Corona Baru

Bandung Sabtu, 6 Maret 2021 | 15:20 WIB

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengaku pihaknya masih merasa bingung terkait kriteria vi...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Akui Masih Bingung Hadapi Virus Corona Baru, Varian Baru Virus Corona,COVID-19,Virus B117,Bandung,Karawang,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna

Karyawati Pencuri Emas dan Uang Rp450 Juta Ditangkap Polisi

Bandung Sabtu, 6 Maret 2021 | 13:10 WIB

Total kerugian 177 gram emas dalam bentuk logam mulia kemudian uang Rp450 juta.

Bandung Raya - Bandung, Karyawati Pencuri Emas dan Uang Rp450 Juta Ditangkap Polisi, Pencurian,Emas,Uang,Satreskrim Polrestabes Bandung,Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang,Pasal 363 ke 3e dan 5e KUHPidana,Pasal 56 KUHPidana

Prakiraan Cuaca Kota Bandung 6 Maret 2021

Bandung Sabtu, 6 Maret 2021 | 05:50 WIB

Cuaca Bandung hari ini, Sabtu (6/3/2021) diprediksi cerah, berawan, hingga hujan.

Bandung Raya - Bandung, Prakiraan Cuaca Kota Bandung 6 Maret 2021, Cuaca Bandung Hari Ini,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung,Cuaca Bandung,Cuaca Bandung Terkini

Jadwal Salat Bandung 6 Maret 2021

Bandung Sabtu, 6 Maret 2021 | 05:37 WIB

Ibadah salat lima waktu merupakan ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT kepada setiap muslim. Rukun Islam yang kedua ini...

Bandung Raya - Bandung, Jadwal Salat Bandung 6 Maret 2021, jadwal Salat Bandung hari ini,Jadwal Salat Bandung,Waktu salat Bandung,Salat Bandung,Waktu salat Bandung dan sekitarnya hari ini

artikel terkait

dewanpers