web analytics
  

Kenapa Gedung Kongres Mudah Digeruduk?

Senin, 25 Januari 2021 18:25 WIB Netizen Sjarifuddin Hamid
Netizen, Kenapa Gedung Kongres Mudah Digeruduk?, gedung kongres amerika,Donald Trump,senator as,dpr,senat

Gedung Kongres Capitol Hill (Wikipedia)

Sjarifuddin Hamid

Lulusan Jurusan Hubungan Internasional, FISIP-UI. Pernah bekerja pada beberapa surat kabar nasional.

AYOBANDUNG.COM--Bila dilihat dari puncak monumen George Washington, gedung Kongres  lebih megah dibanding tiga icon di kawasan inti Washington DC yakni Thomas Jefferson Memorial, Abraham Lincoln Memorial dan Gedung Putih. Kemegahan itu makin tampak di waktu malam ketika lampu-lampu sorot menyinari seantero bangunan dengan patung Kebebasan di puncaknya.

Gedung Kongres dibangun seperti itu untuk menunjukkan ‘kedaulatan rakyat’ merupakan yang tertinggi. Di sayap utara  gedung ini berkantor para anggota Senat (di Indonesia seperti Dewan Perwakilan Daerah), sedangkan kantor anggota Dewan Perwakilan Rakyat di sayap selatan. 

Senat merupakan Majelis Tinggi, ketuanya adalah Wakil Presiden Amerika Serikat. DPR atau House of Representatives merupakan Majelis Rendah. Kongres merupakan gabungan keduanya. 

Total anggota Senat adalah seratus orang, karena tiap-tiap negara bagian diwakili dua orang senator dengan masa jabatan enam tahun. Para anggota senator ini dipilih rakyat di negara bagian masing-masing.

Senat memberi saran dan persetujuan atas pengangkatan ketua MA, hakim agung, hakim federal, menteri-menteri, para dubes, perjanjian internasional yang dibuat pemerintah, perwira tinggi dan sebagainya. Senat secara khusus juga bersidang bila presiden dimakzulkan DPR.

Para anggota senator belum tentu berpihak kepada presiden yang separtai dengannya. Dengan pertimbangan tertentu  bisa tertentu menentang kebijaksanaan presiden. Makanya kerap diberitakan Senator Cihoream membangkang.  

Jumlah anggota DPR  yang dipilih rakyat mencapai 435 orang. Mereka dipilih oleh pemberi suara di tiap negara bagian. Meskipun begitu bila ada kekosongan, maka gubernur negara bagian berhak mengangkat pilihannya tanpa hak suara.

Banyak sedikitnya anggota DPR dari negara bagian, ditetapkan berdasarkan jumlah penduduk.  DPR juga punya enam anggota yang berasal dari distrik Columbia, Puerto Rico, Samoa Amerika , Guam, kepulauan Mariana Utara dan pulau Virgin yang  tidak mempunyai hak memberi suara. Jadi seluruh anggota DPR adalah 441.

Gabungan Senat dan DPR disebut Kongres dengan jumlah anggota 541 orang. Seorang WN AS boleh mencalonkan diri menjadi anggota DPR asalkan berusia minimal 25 tahun, sedangkan Senat mensyaratkan 30 tahun. 

 Pemilihan anggota DPR dan Senat dilakukan bersamaan dan berlangsung dua tahun sekali. Berbeda dengan Pilpres yang berlangsung tiap lima tahun. Para anggota yang terpilih boleh mencalonkan diri terus menerus, tanpa batas.

Senator Jesse Francis Bingaman Jr, Demokrat, sejak 1983-2017 menjadi wakil New Mexico selama 30 tahun. Mike Enzi, Republik wakil dari Wyoming selama 24 tahun (1997-2021). Joe Biden lebih lama lagi (1973-2009) yang berarti 36 tahun mewakili negara bagian Delaware.

Sementara Edolphus Towns menjadi anggota DPR mulai 1983-2013 sebagai wakil partai Demokrat dari New York. William Vollie Alexander Jr. Demokrat dari Arkansas menjadi anggota sejak 1969-1993. Anggota tertua adalah Don Young, berkiprah sejak 1973 sampai sekarang. Usianya saat ini 88 tahun. 

Mengapa demikian lama? Jangan-jangan mereka menjawab..saya menjalankan amanah rakyat.   

Mengapa Mudah Ditembus?

Gedung Kongres  yang bercorak arsitektur neoklasik ini luas bangunannya dua hektar,  dibangun secara bertahap mulai 1793. Meskipun belum sempurna, gedung mulai digunakan sejak tahun 1800.

Sekalipun bangunan lama, tetapi posisinya luar biasa. Saya penasaran dengan arah wajah Abraham Lincoln. Lalu berjalan menuju gedung Kongres yang lumayan jauh, ternyata ia melihat grendel pintu gedung Kongres.

Gedung Kongress yang juga disebut Capitol Hill ini merupakan bangunan yang penting tetapi, pada 7 Januari 2021 para pendukung Donald John Trump mampu menduduki. Menimbulkan kerusakan dan kekacauan.

Aneh, mengapa begitu mudah ditembus?

Pembangunan ibukota AS ini sepertinya berorientasi kepada taman terbuka. Gedung-gedung pemerintahan, swasta, pendidikan, kompleks kedutaan besar, menempati lahan-lahan yang sudah disediakan. Diatur berdasarkan fungsi masing-masing. Tidak ada akal-akalan pengusaha swasta hingga merusak tata kota.

Washington DC dibagi empat bagian yakni barat laut, timur laut, tenggara dan barat daya. Gedung Kongres atau Capitol merupakan titik perpotongan keempatnya. Di dekatnya terdapat berbagai museum dan yang banyak pengunjungnya adalah  Smithsonian National and Aerospace. Disitu ada  replika roket-roket Saturn pembawa  Apollo dan pesawat mendarat di bulan. 

Di depan museum terdapat halaman rumput dan kolam   yang dipisahkan monumen George Washington. Semuanya membentang dari Lincoln Memorial hingga Gedung Kongres.

Kecuali Gedung Putih, bangunan-bangunan termasuk  gedung Kongres tak mempunyai pagar permanen apalagi kawat berduri. Ketiadaan pagar membangkitkan suasana akrab dan lapang, sekalipun beresiko.

Selain tak berpagar, Kongres, FBI, Pentagon, IMF, CIA, US Federal Reserve  dapat dikunjungi pada hari dan jam-jam tertentu. Gedung Putih juga dapat dikunjungi, biasanya pagi hari dengan pengunjung yang terdata dan ada kuota. 

Walaupun yang dilihat kulitnya saja, ini membuktikan  adanya keterbukaan informasi pemerintah kepada masyarakat lokal maupun internasional. Lembaga pemerintah juga jadi obyek wisata.

Pengunjung Gedung Kongres malah bisa naik ke lantai tiga dan melihat para wakil rakyat yang terhormat bersidang dan berdebat.

Mungkin karena sifat yang terbuka itu yang menyebabkan Gedung Kongres mudah digeruduk.  Perbuatan yang sulit terjadi di komplek MPR/DPR di Senayan, Jakarta yang berpagar tinggi dan dijaga ketat. 

Aman memang, tapi terkesan kurang akrab!

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen Jumat, 14 Mei 2021 | 08:43 WIB

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen, Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?, leuwipanjang,Terminal Leuwipanjang,leuwi,sejarah leuwipanjang,leuwipanjang adalah

Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:30 WIB

Sejatinya, agama (Islam) dan budaya (tradisi) hadir tidak untuk dipertentangkan (dibenturkan).

Netizen, Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran, Tradisi,Lebaran,Idulfitri,Sejarah,Islam,budaya

Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:05 WIB

Pamali atau pemali adalah pantangan atau larangan (berdasarkan adat dan kebiasan).

Netizen, Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda, Pamali,Pemali,Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda,Sunda,Budaya,Tradisi,Takhayul

Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja

Netizen Rabu, 12 Mei 2021 | 16:53 WIB

Bataviaasch Handelsblad dan Java-Bode edisi 8 Mei 1883 antara lain memuat kabar pelelangan barang-barang milik Raden Kar...

Netizen, Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja, raden kartawinata,belanda,suriaatmaja,kabupaten sumedang

Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop

Netizen Selasa, 11 Mei 2021 | 12:01 WIB

Salah satu lagu yang lumayan utuh mendeskripsikan perayaan Lebaran adalah lagu karya komponis masyhur negeri ini, Ismail...

Netizen, Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop, Selamat Hari Lebaran,Ismail Marzuki,Lebaran,Lagu Lebaran,Lagu Selamat Hari Lebaran,Jangan Korupsi

Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:30 WIB

Hal tersebut dapat terjadi karena ada pergeseran norma atau perilaku masyarakat.

Netizen, Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?, Family Issues,Masalah Keluarga,TikTok,pergeseran norma,perilaku masyarakat

Menguatkan Literasi Ramadan

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:05 WIB

Di bulan Ramadan pula, kita membaca Al-Qur’an dengan tujuan agar kita kembali menguatkan literasi kita.

Netizen, Menguatkan Literasi Ramadan, Al-Qur'an,Islam,Literasi,Ramadan

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis

artikel terkait

dewanpers