web analytics
  

Pesona Nepal van Java Majalengka: Feature Ecomuseum “Kampung Cibuluh”

Senin, 25 Januari 2021 11:08 WIB Netizen Risna Eris Juarni
Netizen, Pesona Nepal van Java Majalengka: Feature Ecomuseum “Kampung Cibuluh”, Kampung Cibuluh Majalengka,Pesona wisata kampung Cibuluh Majalengka,Kampung Cibulung mirip suasana Nepal,Kampung Cibuluh di kaki Gunung Ciremai,Potensi wisata Kampung Cibuluh

Kampung Cibuluh, Majalengka. (Instagram)

Risna Eris Juarni

Mahasiswa Jurusan Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Pendidikan Indonesia.

AYOBANDUNG.COM -- Kampung Cibuluh atau Cibuluh City terletak di Dusun Cibuluh Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Dusun Cibuluh ini berada di lereng kaki Gunung Ciremai dan diapit oleh dua bukit.

Kampung ini dijuluki ‘Nepal van Java’ di Majalengka. Desain rumah yang tersusun secara teratur serta pemandangan hijau yang disajikan menjadikan kampung ini sebagai Nepal-nya Majalengka.

Kampung ini dikelilingi oleh Lembah Panyaweuyan yang telah terlebih dahulu menjadi daya tarik bagi masyarakat luas. Kemudian di Kecamatan Argapura juga terdapat banyak destinasi wisata yang cocok untuk dijadikan tujuan berlibur keluarga.

Adanya kampung Cibuluh yang disebut mirip pegunungan Himalaya menjadi daya tarik bagi masyarakat dan diharapkan dapat menambah perekonomian masyarakat setempat.

Potensi wisata
Keberadaan Kampung Cibuluh yang dinilai memiliki kemiripan dengan Desa Sherpa di Nepal, serta dikelilingi oleh lembah Panyaweuyan berpotensi untuk dijadikan destinasi wisata baik bagi masyarakat setempat ataupun masyarakat luas.

Keindahan alam yang tersaji di daerah ini dapat dijadikan sebagai spot foto bagi pengunjung. Kemudian suasana yang berada di Lereng kaki Gunung Ciremai juga sangat indah sekali. Masyarakat setempat bermata pencaharian sebagai petani.

Masyarakat setempat mengelola lahan pertaniannya dengan menanam sayur seperti wortel, kentang, bawang dan kol. Adanya lahan pertanian ini juga bisa dijadikan sebagai lahan pembelajaran bagi pengunjung yang ingin mencoba untuk bertani mulai dari menanam sampai memanen sayuran.

Adanya hasil pertanian berupa sayuran juga bisa dijadikan sebagai wisata kuliner yang memiliki cita rasa khas dari kampung ini, yang bisa diolah menjadi masakan, camilan ataupun kuliner lainnya.

Kemudian dengan pemandangan pegunungan dan perbukitan, masyarakat setempat juga bisa membuat villa atau penginapan yang bisa dijadikan sebagai peristirahatan bagi pengunjung yang ingin bermalam di Kampung Cibuluh ini. 

Fasilitas, sarana, dan prasarana pendukung
Pemukiman warga yang ada di Kampung Cibuluh ini terbilang cukup baik dan juga di desain sangat teratur, serta fasilitas seperti masjid, tempat beristirahat dan lainnya juga semakin menarik minat pengunjung untuk bertandang ke kampung ini.

Masyarakat setempat bisa menjadikan lahan pertanian mereka sebagai media pembelajaran bagi pengunjung yang ingin mencoba untuk bertani. Kemudian masyarakat juga bisa mendirikan tempat di beberapa lokasi untuk dijadikan sebagai spot foto bagi pengunjung.

Keberadaan kampung Cibuluh yang dikelilingi oleh Lembah Panyaweuyan membuat kampung ini jauh dari perkotaan sehingga dengan mengadakan jasa transportasi bagi pengunjung akan semakin mempermudah akses dari kota ke daerah kampung Cibuluh ini.

Masyarakat bisa memulai untuk membuat villa ataupun penginapan yang bisa digunakan oleh pengunjung dari kota lain untuk beristirahat di Kampung Cibuluh ini.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Dudung Ridwan

terbaru

Penyebab Makin Pedasnya Harga Cabai

Netizen Sabtu, 6 Maret 2021 | 20:13 WIB

Akhir-akhir ini di berbagai daerah, masyarakat mengeluhkan melambungnya harga cabai rawit merah hingga Rp.120.000, samp...

Netizen, Penyebab Makin Pedasnya Harga Cabai, Harga Cabai Naik,Harga Cabai Tanjung Naik,BPS

Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi

Netizen Jumat, 5 Maret 2021 | 09:25 WIB

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia genap berusia setahun. Sejak ditemukan kasus perdana di awal Maret tahun 2020, h...

Netizen, Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi, Infokom,COVID-19,PSBB

Kapan Situ Aksan Ada?

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 14:25 WIB

Dalam Peta Topografi tahun 1904-1905, tempat yang kemudian menjadi Situ Aksan, masihlah perkampungan kecil.

Netizen, Kapan Situ Aksan Ada?, Sejarah,Kota Bandung,Topografi,Desa,Abad ke-20,Bandung Baheula

Tiga Terjemahan Pertama

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 10:20 WIB

Pada 1872, Raden Kartawinata sudah bisa menerbitkan tiga judul terjemahan dari bahasa Belanda.

Netizen, Tiga Terjemahan Pertama, raden kartawinata,Sunda,Jawa,Bahasa,Penerjemah,Belanda,R.H. Moeh. Moesa,K.F. Holle,buku,Literatur,Literasi

Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 14:15 WIB

Ada yang bilang bahwa industri dosa sejatinya merupakan usaha mentransfer dana publik ke tangan swasta dengan cara yang...

Netizen, Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras, Minuman Keras (Miras),Perpres investasi miras,Presiden Joko Widodo,Indonesia,Investasi,World Health Organization (WHO),Papua,minuman beralkohol

Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 13:40 WIB

Pada era tahun 90-an, jalan-jalan atau gang-gang kecil di daerah Cicadas juga terkenal dengan sebutan gang "sarebu punte...

Netizen, Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif, Cicadas,Desa Kreatif,Bandung,Gang ,Kampung Kreatif

Khawatir Kini Kina Tinggal Nama

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 15:00 WIB

Pohon kina peninggalan tahun 1855 itu sudah sangat tua, keadaannya sudah dalam posisi bungkuk atau miring, dan kini suda...

Netizen, Khawatir Kini Kina Tinggal Nama, Kina,Pohon,Bandung,Chincona,Chincon,Franz Wilhelm Junghuhn,Karl Justus Hasskarl

Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 13:50 WIB

Kita tidak boleh hanya menekankan kebenaran berbahasa yang diukur oleh kebakuan KBBI, tetapi harus memperhatikan situasi...

Netizen, Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru, Polisi,Bahasa,Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Santun
dewanpers