web analytics
  

Menengok Budidaya Madu di Mukapayung Cililin, Garapan Kiai Muda Mustang

Senin, 25 Januari 2021 10:20 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Menengok Budidaya Madu di Mukapayung Cililin, Garapan Kiai Muda Mustang, Madu Mukapayung,Madu Cililin,Kiai Mustang,Madu

Ilustrasi peternakan madu alami. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

CILILIN, AYOBANDUNG.COM -- Di wilayah selatan Kabupaten Bandung Bandung Barat, tepatnya di Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, terdapat seorang kiai muda yang mengembangkan usaha peternakan madu alami.

Dia adalah Mustang Algifari (30) yang sudah menggeluti usahanya tersebut sejak 2012. Di kediamannya terdapat lebih dari 30 kotak atau peti lebah madu yang ditutup dengan asbes tempat lebah menyimpan madunya.

Peti itu di pasang pada tiang penyangga setinggi satu meter, dengan jarak satu sama lainnya sekitar lima meter. Tempatnya di antara rimbunnya pohon kayu dan tanaman keras lainnya yang memiliki udara segar. 

“Orang tua saya KH Wahyudin, mengamanatkan kepada saya untuk merintis usaha peternakan lebah madu ini. Makanya saya tekuni walaupun terkendala keberadaaan lahan untuk peternakan lebah,” ujar pria yang juga aktif di Gerakan Pemuda (GP) Ansor KBB ini.

Peternakan lebah di sekitar Pontren Nurul Ikhsan itu memang masih terkendala lahan. Mengingat saat ini masih memanfaatkan pelataran belakang pesantren. Tidak jarang lebahnya takut jika ada kepulan asap yang berasal dari tungku api para santri yang sedang memasak liwet.

Terdapat empat jenis madu yang dihasilkan dari peternakan dan pengolahan madu alami milik Mustang, yakni Madu Odeng, Madu Nyiruan, Madu Teuweul dan Madu Pahit. Dia pun menampung madu lebah liar (odeng) yang dikirim dari pencari lebah hutan. 

“Ya, lebah hutan juga kami tampung lalu dikemas sehingga siap jual,” kata suami dari Aisyah Putri ini.

Pemburu lebah yang berhubungan baik dengannya, biasanya mencari lebah dari kawasan hutan di wilayah KBB dan Kabupaten Bandung. Bahkan ada yang memperoleh lebah dari kawasan hutan perbatasan KBB dan Cianjur. 

“Kalau yang aktif menjual madu hutan ke saya adalah sekitar 10 orang. Tapi kan kadang mereka juga menampung dulu dari para pemburu madu lainnya untuk saya beli,” tuturnya. 

Guna menjaga kualitas madu yang diolahnya, Mustang bersama lima orang rekannya selalu meneliti keaslian madu yang diperoleh dari para pemburu terlebih dahulu sebelum dibeli. 

Selain itu dia juga selalu menjaga habitat madu hutan di sekitar peternakan madu miliknya dengan tidak seenaknya membuang sampah  dan tidak menebang pohon di sekitar area peternakan. 

"Saya jual madu alami untuk ukuran botol sirup seharga Rp200.000 dan untuk ukuran botol 120 ml dijual seharga Rp75.000," kata pebisnis yang mendapatkan bantuan Pemprov Jabar melalui program 'One Pesantren One Product' (OPOP) pada 2020 lalu.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Rem Blong, Truk Galon Nyungsep di Jalan Tangkuban Parahu

Ngamprah Kamis, 25 Februari 2021 | 17:10 WIB

Truk pengangkut galon air mineral mengalami kecelakaan di ruas Jalan Raya Tangkuban Parahu, Lembang, Kabupaten Bandung B...

Bandung Raya - Ngamprah, Rem Blong, Truk Galon Nyungsep di Jalan Tangkuban Parahu, Kecelakaan di Tangkuban Parahu,Kecelakaan KBB,Polres Cimahi,Kecelakaan Lembang,Berita Bandung Barat

Korban Ledakan Terowongan KCIC Akan Mengadu ke Ridwan Kamil

Ngamprah Kamis, 25 Februari 2021 | 06:00 WIB

Warga Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan mend...

Bandung Raya - Ngamprah, Korban Ledakan Terowongan KCIC Akan Mengadu ke Ridwan Kamil, korban KCIC,rumah rusak KCIC,ledakan terowongan KCIC,KCIC,Ridwan Kamil

Diduga Akibat Proyek Kereta Cepat Bandung-Jakarta, Mata Air di KBB Men...

Ngamprah Rabu, 24 Februari 2021 | 15:28 WIB

Proyek kereta cepat Bandung-Jakarta oleh PT KCIC berdampak buruk bagi masyarakat di Kabupaten Bandung Barat, salah satun...

Bandung Raya - Ngamprah, Diduga Akibat Proyek Kereta Cepat Bandung-Jakarta, Mata Air di KBB Mengering, kereta cepat Jakarta-Bandung,kereta cepat bandung-jakarta,mata air kbb mengering,dampak pembangunan kereta cepat,pt kcic

Cuti Bersama Dipangkas, Wisata Lembang Makin Terpuruk

Ngamprah Rabu, 24 Februari 2021 | 08:16 WIB

Cuti Bersama Dipangkas, Wisata Lembang Makin Terpuruk

Bandung Raya - Ngamprah, Cuti Bersama Dipangkas, Wisata Lembang Makin Terpuruk, Wisata Lembang,cuti bersama,cuti bersama dipangkas,Wisata lembang terpuruk,Wisata Bandung,Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC)

Pansus IX Apresiasi Capaian UPTD PPSBR Dinas Sosial Jabar

Ngamprah Selasa, 23 Februari 2021 | 20:09 WIB

Pimpinan dan Anggota Panitia Khusus (Pansus) IX DPRD Jabar gelar Rapat Kerja pembahasan Raperda tentang Perubahan Atas P...

Bandung Raya - Ngamprah, Pansus IX Apresiasi Capaian UPTD PPSBR Dinas Sosial Jabar, DPRD Jabar,Pansus IX DPRD Jabar,Panti Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (PPSBR),Dinas Sosial Jabar

Ramai Hotel Bandung Dijual, Pengelola Akui Tak Tahu

Ngamprah Selasa, 23 Februari 2021 | 11:42 WIB

General Manager Grand Hani Hotel, Samsul membantah hotelnya bakal dijual.

Bandung Raya - Ngamprah, Ramai Hotel Bandung Dijual, Pengelola Akui Tak Tahu, hotel bandung dijual,Hotel Bandung dijual online,Hotel,Hotel Lembang

Longsor Tebing di Saguling Timpa 2 Rumah, 7 Warga Mengungsi

Ngamprah Minggu, 21 Februari 2021 | 20:21 WIB

Longsor Tebing di Saguling Timpa 2 Rumah, 7 Warga Mengungsi

Bandung Raya - Ngamprah, Longsor Tebing di Saguling Timpa 2 Rumah, 7 Warga Mengungsi , longsor saguling,bencana kbb,Longsor KBB,BPBD KBB,Berita Bandung Barat

Longsor di Padalarang Jebol 2 Rumah Warga, Penghuni Terpaksa Mengungsi

Ngamprah Minggu, 21 Februari 2021 | 19:54 WIB

Longsor di Padalarang Jebol 2 Rumah Warga, Penghuni Terpaksa Mengungsi

Bandung Raya - Ngamprah, Longsor di Padalarang Jebol 2 Rumah Warga, Penghuni Terpaksa Mengungsi, longsor padalarang,Longsor KBB,bencana kbb,Berita Bandung Barat

artikel terkait

dewanpers