web analytics
  

Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi COVID-19

Senin, 25 Januari 2021 10:06 WIB Netizen Dindin Maeludin
Netizen, Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi COVID-19, Ketahanan Pangan,ketahanan pangan di masa pandemi,isu ketahanan pangan,jaminan ketersedian pangan

Pelaksanaan Ubinan Padi Sawah di wilayah Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis, 2020. (Dokumen pribadi)

Dindin Maeludin

Fungsional Penyelia di BPS Kabupaten Ciamis

AYOBANDUNG.COM -- Ketahanan pangan merupakan isu multidimensi dan sangat kompleks, meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan. Aspek politik seringkali menjadi faktor dominan dalam proses pengambilan keputusan untuk menentukan kebijakan pangan. Dengan kata lain, jika ketahanan pangan negara terjaga dengan baik, maka kesejahteraan pangan di Indonesia juga akan baik.  

Negara berkewajiban memberikan jaminan ketersedian pangan dan menyalurkanya dengan baik kepada warga negaranya. Hal ini akan membuat pemerintahan menjadi kondusif dan semakin dipercaya masyarakat. Jaminan tidak akan terjadinya ketimpangan atau kesenjangan ketersediaan pangan akan melahirkan ketenangan di masyarakat. Pada akhirnya kepercayaan masyarakat akan meningkat terhadap pemerintahan.

Mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan menjadi isu dan agenda prioritas dalam berbagai pertemuan yang diselenggarakan berbagai negara dan lembaga internasional. Salah satunya yang telah diselenggarakan pemerintah Republik Indonesia pada pertemuan tingkat pejabat senior dalam Asean Ministerial Meeting on Agriculture and Forestry (AMAF) di Jakarta pada tanggal 21 Oktober 2020 lalu. Dalam pertemuan itu, dibahas mengenai ketahanan pangan di tengah wabah pandemi covid-19.

Di negara kita pun pemenuhan hak akan pangan bagi warga negara merupakan salah satu kewajiban dari negara. Kewajiban ini sesuai dengan yang diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 33 yang berbunyi: “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar besar kemakmuran rakyat.

Penyelenggaraan pangan meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan dalam penyediaan, keterjangkauan, pemenuhan konsumsi pangan dan gizi. Juga keamanan pangan dengan melibatkan peran serta masyarakat yang terkoordinasi dan terpadu. Disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan bahwa penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan Kedaulatan Pangan, Kemandirian Pangan, dan Ketahanan Pangan.

Dalam undang-undang tersebut, juga dijelaskan bahwa ketahanan pangan adalah "kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tecermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan."

Jauh sebelum pandemi COVID-19 melanda negara kita pemenuhan akan kebutuhan pangan bisa dipenuhi oleh sebagian warga negara. Bahkan bisa dikatakan melimpah dan harga pangan pun masih bisa terjangkau oleh masyarakat. Tetapi di masa pandemi ini kemampuan daya beli terhadap kebutuhan pokok, sandang, dan kebutuhan yang lain menurun. Kebijakan PSBB yang diberlakukan oleh pemerintah, menurunkan aktivitas ekonomi. Banyaknya karyawan terkena PHK, pegawai yang dirumahkan yang mengakibatkan daya beli masyarakat semakin menurun.

Tentunya pada masa pandemi yang sulit seperti sekarang ini ketahanan pangan menjadi sesuatu yang harus ditingkatkan. Hal ini untuk menghindari dari krisis pangan yang menghantui Indonesia. Kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Menurut Organisasi Pangan Dunia (FAO), potensi krisis pangan di masa pandemi akan mengancam dunia, termasuk Indonesia.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko mengatakan, "Pandemi ini berdampak pada ketahanan pangan masyarakat dan khususnya mengganggu upaya kita untuk menangani stunting secara nasional,". Disampaikan pada acara webinar nasional bertajuk Prof Talk: Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19, Senin (26/10/2020).

Ketersedian atau stok pangan nasional diprediksikan masih akan terpenuhi. Seperti yang disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melansir data stok beras akhir Juni yang mencapai 7,49 juta ton. “Angka tersebut sudah termasuk dalam hitungan stok hingga akhir Desember 2020 yang mencapai 6,1 juta ton,” ujar Mentan dalam Rapat Koordinasi Akselerasi Pelaksanaan Pembangunan Pertanian Tahun 2020, Rabu (10/6/2020). Akan tetapi, hal ini bukan berarti bahwa Indonesia akan terbebas dari krisis pangan yang akan mengancam.

Tidak tanggung-tanggung pemerintah pun telah mengalokasikan dana sebesar 104,2 triliun untuk anggaran ketahanan pangan di tahun 2021. Anggaran ini diarahkan untuk mendorong produksi komoditas pangan di antaranya dengan membangun sarana dan prasarana serta penggunaan teknologi juga revitalisasi sistem pangan nasional dengan memperkuat korporasi antara petani, nelayan serta jalur distribusinya. (Pidato Presiden dalam rangka penyampaian keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2021 beserta nota keuangannya di gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Dalam masa pandemi seperti ini, masyarakat diharapkan lebih kreatif dan berinovasi untuk mensiasati situasi yang ada. Termasuk dalam hal menjaga akses terhadap pangan. Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk melakukan penanaman mandiri minimal untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri (tidak terlalu bergantung pada pembelian). Yaitu dengan memanfaatkan atau memaksimalkan lahan yang ada disekitar rumah atau yang dikenal dengan istilah urban farming. Sementara bagi masyarakat yang tidak mempunyai ketersediaan lahan bisa dengan cara lebih mengintensifkan saving money atau tidak membelanjakan uangnya untuk pengeluaran yang tidak perlu.

Upaya meningkatkan ketahanan pangan di tengah krisis akibat pandemi Covid-19 ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Masyarakat juga harus terlibat dan mempunyai solusi. Setidaknya agar bisa menjaga kesejahteraan pangan individu dan keluarganya sendiri. Semoga pandemi ini segera berakhir dan hilang selamanya dari muka bumi ini dan kita semua bisa menikmati hidup dan kehidupan dengan normal. 

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Dudung Ridwan

terbaru

Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi...

Netizen Jumat, 11 Juni 2021 | 13:05 WIB

Pada Oktober 2014, sebuah laporan menyatakan ada penemuan paket diduga bom di Jatinegara, Jakarta Timur.

Netizen, Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi Bom, Paket Album Super Junior,Mamacita,Bom,Super Junior,ELF

Menurunkan Angka Kematian Ibu

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 17:15 WIB

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini berkaitan dengan kaum ibu adalah masih tingginya angka kematian ibu...

Netizen, Menurunkan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Ibu,AKI,Ibu

Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 14:40 WIB

Penggantian nama jalan Tol Japek (Jakarta— Cikampek) jadi hal yang patut diperdebatkan.

Netizen, Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek, Penggantian Nama Jalan Tol Japek,Tol Japek,Tol Japek (Jakarta— Cikampek),Jalan Layang Syeikh Mohammed Bin Zayed,Jalan Tol Layang Japek

Menikahkan Anak

Netizen Rabu, 9 Juni 2021 | 13:55 WIB

Dua tahun setelah diangkat menjadi zelfstandig patih Sukabumi, Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya.

Netizen, Menikahkan Anak, Raden Kartawinata,Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya,Raden Soeria Karta Negara,Soeria Karta Legawa

Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Ki...

Netizen Selasa, 8 Juni 2021 | 15:15 WIB

Sinetron adalah impian tertinggi masyarakat kita. Sinetron juga gambaran realitas yang ada di masyarakat.

Netizen, Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Kita, Sinetron Televisi Indonesia,Sinetron,Badan Pusat Statistik (BPS),Garis Kemiskinan (GK),Hasil survei BPS,Impian,Kenyataan

Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan

Netizen Senin, 7 Juni 2021 | 11:29 WIB

Menlu Mochtar Kusumaatmadja terbaring sakit. Segera terbayang wajah pejabat dengan latar belakang akademisi yang mumpun...

Netizen, Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan, Mochtar Kusumaatmadja,Mochtar Kusumaatmadja wafat,dubes ri

Monyet Emas

Netizen Sabtu, 5 Juni 2021 | 17:42 WIB

Monyet Emas

Netizen, Monyet Emas, lutung,monyet emas,hewan,Hewan Langka

[Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Mei 20...

Netizen Sabtu, 5 Juni 2021 | 12:10 WIB

Selamat untuk 6 netizen yang tulisannya terpopuler di Ayobandung.com edisi Mei 2021.

Netizen, [Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Mei 2021, Ayo Netizen,6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Mei 2021,Tulisan Terpopuler,netizen,Ayobandung.com,Mei 2021

artikel terkait

dewanpers