web analytics
  

Jalan Suryani, Pasar Loak Baru Segala Ada

Minggu, 24 Januari 2021 17:15 WIB Netizen Deffy Ruspiyandy
Netizen, Jalan Suryani, Pasar Loak Baru Segala Ada, pasar loak Bandung,Pasar Loak Astana Anyar,Pasar loak Cilaki,pasar loak jalan suryani,pasar loak,Bandung Baheula

Pasar loak Jalan Suryani (Deffy Rusfiyandi)

Deffy Ruspiyandy

Penulis Artikel dan Penulis Ide Cerita di SCTV.

AYOBANDUNG.COM--Kota Bandung dikenal dengan pasar loak Astanaanyar dan Cihapitnya, tapi dalam beberapa taun terakhir tepatnya empat taun lalu ternyata ada pasar loak baru.

Letaknya di kawasan jalan Suryani dekat gedun Tekmira. Menurut cerita, pasar ini awalnya sebuah pasar spontan batu akik yang lalu menjelma menjadi pasar loak setelah tren batu akik turun pamor dan penggemar batu akik pun bosan untuk sementara dengan hobinya itu.

Kemunculan pasar ini adalah insiatif dari para penjual barang loak yang melihat kawasan tersebut dianggap strategis untuk mencari nafkah bagi kehidupan mereka.

Alasan yang paling mendasar adalah ketika kawasan tersebut digunakan pasar batu akik, tampak banyak orang datan ke sana dan terbilang memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan. 

Benar saja, area yang kurang lebi panjangnya anya 500 meter yang diawalii dari Jalan Jenderal Sudirman depan Apartemen Sudirman dan berakhir mendekati Masjid Al Jihad Siliwangi. Meman, kios-kios atau lapak jualan barang loak itu masih dalam hitungan puluhan namun bagi penggemar barang jadul jika beruntung maka bisa saja mendapatkan barang yang diinginkannya. 

Para pedagang di sana sengaja menggunakan areal pinggir jalan atau trotoar sehingga tidak mengganggu lalu lintas kendaraan yang melewati jalan Suryani itu. Ada yang menjual barang-barangnya dengan menggunakan lapak atau kios, ada pula yang menjual barangnya dengan menggunakan terpal alias pedagang emperan.

Tapi hal itu tidak mengurangi niat pembeli untuk mencari barang yang dibutukannya dan jika beruntung bisa saja menemukan barang yang lanka dan mungkin bernilai sejarah. Artinya, butuh kesabaran bagi yan datang ke tempat ini untuk mendapatkan barang jadul dengan harga relatif  murah dan berkualitas baik.

Barang-barang yan dijual di pasar loak ini sangat beragam. Di sini kita dapat melihat barang-barang loak yang di jual seperti sepatu, VCD Player, helm, onderdil kendaraan bermotor, barang mebel seperti kursi atau meja, barang-barang elektronik, kaset baheula, speaker, radio jadul dan barang-barang jadul lainnya.

Tentu saja dengan keadiran pasar loak ini menjadi keasyikan tersendiri bagi mereka penggemar barang jadul. Bukan saja kawasan ini menjadi pasar loak semata, namun bisa juga menjadi tempat untuk sekedar jalan-jalan karena dengan adanya pasar loak ini banyak pula pedagang makanan di sini. Jadi apa saja bisa kita nikmati.

Harus diakui area pasar loak itu karena belum dikelola secara resmi sehingga penataan tempat pun masih berjalan apa adanya. Terlihat dari beberapa bagian belum terisi penuh dan bukan tidak mustahil jika pasar ini semakin ramai maka tempat-tempat yang kosong itu pun akan segera terisi.

Bukan tidak mustahil jika pasar seperti ini dikelola secara baik apalagi ada kepedulian dari Pemerintah setempat untuk menolaknya maka kawasan ini dapat menjadi tempat wisata belanja karena tersambung dengan kawasan pasar kayu bekas Situ Aksan dan dapat disambung ke kawasan percetakan jalan Pagarsih atau ke sentra pembuatan tahu Cibuntu. Artinya, kawasan ini kawasan strategis dan sebagai informasi, jalan Suryani ini dekat dengan Situ Aksan, Danau Purbakala yang dimiliki Kota Bandung yang kini berubah menjadi komplek perumahan. 

Pasar loak ini berlansung dari pagi hari sampai sore hari. Dengan melihat kenyataan  setiap hari aktivitas sehari-hari di pasar loak ini berjalan rutin seperti biasa, sangat memungkinkan pasar ini bisa berkembang dan akan bertambah pedagangnya.

Menariknya, para pedagang di pasar loak ini bukan saja menjual barang-barang jadul namun mereka pun membeli pula barang-barang jadul yang bernilain sejarah untuk dijual kembali dijual kepada para kolektor yang mungkin sangat menyukai barang-barang jadul tersebut.

Jadi tidak menutup kemungkinan bila di pasar ini bisa saja ada orang yang menjual barang antik. Karenanya tak heran jika setiap hari banyak orang yang berkunjun ke pasar ini dengan tujuan berbeda. Hal ini membuktikan walaupun pasar ini belum dikenal secara luas namun setidaknya mulai dilirik pula oleh pemburu barang loak dan juga kolektor barang antik. 

Menariknya, keberadaan pasar semacam ini telah membuktikan kepada kita semua bawa peluang bisnis itu ada di mana-mana. Jadi yang bisa diberikan kepada setiap orang adalah bagaimana seharusnya ia bisa memanfaatkan kesempatan yang ada untuk bisa memperoleh apa yang diinginkannya.

Kehadiran pasar ini pun berawal dari ide orang yang berpikir bahwa barang loak itu dapat menghasilkan keuntungan yang cukup lumayan. Karenanya, adanya kawasan itu lalu dimanfaatkanla guna menjadi ladang untuk mencari nafkah.

Pasar loak Suryani memang tak seramai Pasar Malam Jamika yang penjualnya sudah beraneka ragam, namun seiring perkembangan yang ada bisa jadi pasar loak Suryani ini pun akan menjadi ramai dan tidak tertutup kemungkinan jika suatu hari kelak kawasan ini menjadi kawasan ekonomi potensial yang banyak didatangi orang.

Karenanya keadiran pasar loak Suryani menambah deretan psar unik yang ada di Kota Bandung. Bandung memang menyimpan sesuatu yang selalu membuat orang penasaran untuk mengunjunginya.

Untuk itu, terlepas besar atau kecilnya, ternyata pasar loak ini tetap dibutuhkan oleh orang-orang. Semoga saja pasar loak yang satu ini tetap bertahan dan menjadi salah satu pasar khas yang bisa dikunjungi orang-orang baik dari daerah kota Bandung sendiri maupun dari luar dari Bandung.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen Jumat, 14 Mei 2021 | 08:43 WIB

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen, Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?, leuwipanjang,Terminal Leuwipanjang,leuwi,sejarah leuwipanjang,leuwipanjang adalah

Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:30 WIB

Sejatinya, agama (Islam) dan budaya (tradisi) hadir tidak untuk dipertentangkan (dibenturkan).

Netizen, Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran, Tradisi,Lebaran,Idulfitri,Sejarah,Islam,budaya

Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:05 WIB

Pamali atau pemali adalah pantangan atau larangan (berdasarkan adat dan kebiasan).

Netizen, Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda, Pamali,Pemali,Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda,Sunda,Budaya,Tradisi,Takhayul

Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja

Netizen Rabu, 12 Mei 2021 | 16:53 WIB

Bataviaasch Handelsblad dan Java-Bode edisi 8 Mei 1883 antara lain memuat kabar pelelangan barang-barang milik Raden Kar...

Netizen, Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja, raden kartawinata,belanda,suriaatmaja,kabupaten sumedang

Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop

Netizen Selasa, 11 Mei 2021 | 12:01 WIB

Salah satu lagu yang lumayan utuh mendeskripsikan perayaan Lebaran adalah lagu karya komponis masyhur negeri ini, Ismail...

Netizen, Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop, Selamat Hari Lebaran,Ismail Marzuki,Lebaran,Lagu Lebaran,Lagu Selamat Hari Lebaran,Jangan Korupsi

Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:30 WIB

Hal tersebut dapat terjadi karena ada pergeseran norma atau perilaku masyarakat.

Netizen, Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?, Family Issues,Masalah Keluarga,TikTok,pergeseran norma,perilaku masyarakat

Menguatkan Literasi Ramadan

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:05 WIB

Di bulan Ramadan pula, kita membaca Al-Qur’an dengan tujuan agar kita kembali menguatkan literasi kita.

Netizen, Menguatkan Literasi Ramadan, Al-Qur'an,Islam,Literasi,Ramadan

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis

artikel terkait

dewanpers