web analytics
  

Ketika Ponsel Ketinggalan di Dalam Taksi Online

Minggu, 24 Januari 2021 14:23 WIB Netizen Sam Edy Yuswanto
Netizen, Ketika Ponsel Ketinggalan di Dalam Taksi Online, Ponsel,kehilangan ponsel,bermain ponsel,ponsel ketinggalan,ketinggalan ponsel,menaruh ponsel

Ilustrasi--Ponsel (Pixabay)

Sam Edy Yuswanto

Penulis lepas, tulisannya tersebar di berbagai media, lokal hingga nasional.

AYOBANDUNG.COM -- Era sekarang, ponsel pintar atau smartphone menjadi benda yang sangat berharga. Seolah menjadi barang yang harus selalu dibawa ke mana pun kita pergi.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti ini, ponsel menjadi benda penting untuk melakukan beragam aktivitas seperti seminar dan sekolah online atau daring.

Hal yang perlu diperhatikan adalah saat kita sedang bepergian. Berusahalah untuk selalu berhati-hati saat membawa atau menaruh ponsel milik kita. Jangan digeletakkan secara sembarangan misalnya ditaruh di saku baju, karena ponsel bisa jatuh tanpa kita sadari.

Jangan pula terlalu sering mengeluarkan dan bermain ponsel ketika kita sedang berada di tempat umum, karena hal itu bisa memicu orang-orang jahat untuk menjambret ponsel tersebut.

Bagi orang yang pelupa, harus lebih ekstra hati-hati lagi saat menaruh ponsel. Jangan sampai ketinggalan atau jatuh di tengah jalan.

Saya jadi teringat, pada bulan Desember 2018, ketika saya pergi ke luar kota guna menghadiri acara pernikahan salah satu putrinya kakak saya di Bandung Jawa Barat, saya mengalami kejadian yang langsung bikin kami panik. Tepatnya saat saya bersama kedua keponakan naik taksi online.

Jadi ceritanya, usai menghadiri acara pernikahan di sebuah gedung yang lokasinya cukup dekat dengan komplek perumahan Margahayu Kencana, saya ingin keluar sebentar, sekadar jalan-jalan mencari hiburan.

Jauh-jauh dari Kebumen ke Bandung, masa sih hanya menghadiri pernikahan lalu pulang, tanpa menyempatkan refreshing sejenak, hehehe. Begitu pikir saya.

Masjid Raya Bandung menjadi pilihan tempat yang akan saya kunjungi. Sekalian jalan-jalan dan salat di sana. Saya sengaja mengajak dua keponakan laki-laki untuk menemani ke sana dengan menggunakan jasa taksi online.

Setelah memesan taksi online, kami bertiga pun meluncur menuju masjid yang memiliki halaman dengan paduan warna hijau yang sangat luas tersebut. Halaman yang biasa digunakan oleh orang-orang untuk bersantai dan berfoto.

Di tengah perjalanan, ternyata ponsel salah satu keponakan saya baterainya sudah mendekati batas habis. Akhirnya, ia meminta izin kepada Mas supir taksi online untuk ikut menumpang ngecas ponsel.

Singkat cerita, setiba di lokasi, kami bertiga pun turun. Dan ketika taksi online sudah pergi jauh, sementara kami sedang memasuki area masjid raya, tiba-tiba keponakan saya baru tersadar kalau ponselnya ketinggalan di dalam taksi online. Selama beberapa saat kami bertiga pun dibuat panik dan kelimpungan.

Keponakan saya lantas meminjam ponsel dan segera menghubungi ke nomor telepon jasa taksi online tersebut. Kami bertiga merasa lega setelah beberapa saat menunggu dengan cemas, akhirnya taksi online tersebut berhasil dihubungi dan mau kembali ke lokasi masjid raya untuk menyerahkan ponsel keponakan saya.

Kejadian tersebut tentu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami bertiga, agar ke depan lebih berusaha berhati-hati lagi saat menaruh ponsel. Terlebih ketika sedang berada di dalam kendaraan dan tempat umum.

Usahakan, ketika hendak bepergian, pastikan terlebih dahulu baterai ponsel sudah terisi penuh, untuk menghindari baterai habis di tengah jalan sehingga komunikasi kita dengan orang-orang menjadi terhambat. Mudah-mudahan tulisan sederhana dan singkat ini bermanfaat buat para pembaca.

           

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Dudung Ridwan

terbaru

Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi

Netizen Jumat, 5 Maret 2021 | 09:25 WIB

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia genap berusia setahun. Sejak ditemukan kasus perdana di awal Maret tahun 2020, h...

Netizen, Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi, Infokom,COVID-19,PSBB

Kapan Situ Aksan Ada?

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 14:25 WIB

Dalam Peta Topografi tahun 1904-1905, tempat yang kemudian menjadi Situ Aksan, masihlah perkampungan kecil.

Netizen, Kapan Situ Aksan Ada?, Sejarah,Kota Bandung,Topografi,Desa,Abad ke-20,Bandung Baheula

Tiga Terjemahan Pertama

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 10:20 WIB

Pada 1872, Raden Kartawinata sudah bisa menerbitkan tiga judul terjemahan dari bahasa Belanda.

Netizen, Tiga Terjemahan Pertama, raden kartawinata,Sunda,Jawa,Bahasa,Penerjemah,Belanda,R.H. Moeh. Moesa,K.F. Holle,buku,Literatur,Literasi

Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 14:15 WIB

Ada yang bilang bahwa industri dosa sejatinya merupakan usaha mentransfer dana publik ke tangan swasta dengan cara yang...

Netizen, Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras, Minuman Keras (Miras),Perpres investasi miras,Presiden Joko Widodo,Indonesia,Investasi,World Health Organization (WHO),Papua,minuman beralkohol

Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 13:40 WIB

Pada era tahun 90-an, jalan-jalan atau gang-gang kecil di daerah Cicadas juga terkenal dengan sebutan gang "sarebu punte...

Netizen, Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif, Cicadas,Desa Kreatif,Bandung,Gang ,Kampung Kreatif

Khawatir Kini Kina Tinggal Nama

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 15:00 WIB

Pohon kina peninggalan tahun 1855 itu sudah sangat tua, keadaannya sudah dalam posisi bungkuk atau miring, dan kini suda...

Netizen, Khawatir Kini Kina Tinggal Nama, Kina,Pohon,Bandung,Chincona,Chincon,Franz Wilhelm Junghuhn,Karl Justus Hasskarl

Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 13:50 WIB

Kita tidak boleh hanya menekankan kebenaran berbahasa yang diukur oleh kebakuan KBBI, tetapi harus memperhatikan situasi...

Netizen, Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru, Polisi,Bahasa,Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Santun

Mengenal Wawacan dan Putri Sekar Arum

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 10:54 WIB

Wawacan berjudul ‘Putri Sekar Arum’ jadi penanda utama bahwa, bahasa, sastra, dan budaya Sunda masih hidup

Netizen, Mengenal Wawacan dan Putri Sekar Arum , Putri Sekar Arum,Bahasa Sunda,Wawacan,Puisi Sunda

artikel terkait

dewanpers