web analytics
  

Menyoal Tantangan Sektor Pertanian di Era Pandemi

Minggu, 24 Januari 2021 13:47 WIB Netizen Reni Amelia, S.S.T.,
Netizen, Menyoal Tantangan Sektor Pertanian di Era Pandemi, nilai tukar petani,ntp jabar,BPS,tantangan pertanian,BPS Jabar,COVID-19,Pandemi Covid-19

Petani menggarap lahannya di Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (25/11/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Reni Amelia, S.S.T.,

ASN Badan Pusat Statistik (BPS)

AYOBANDUNG.COM--Pada Desember 2020, Nilai Tukar Petani (NTP) di Jawa Barat mengalami penurunan. Dari 34 provinsi di Indonesia, ada 8 provinsi yang mengalami penurunan NTP termasuk Jawa Barat.

Berdasarkan NTP yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu yang berdasarkan hasil pantauan pada 18 kabupaten di Provinsi Jawa Barat, pada bulan Desember 2020 telah terjadi penurun NTP sebesar 0,54 persen dibandingkan November 2020 (dari 100,73 menjadi 110,19). 

Penurunan NTP Jawa Barat pada Desember 2020 merupakan andil dari subsektor tanaman pangan yang mengalami penurunan sebesar 1,24 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan 2,45 persen.

NTP sendiri merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan yang diperoleh dengan cara membandingkan dua indeks, yaitu Indeks Harga Diterima Petani (IT) dengan Indeks Harga Dibayar Petani (IB).

Angka NTP menunjukkan kemampuan tukar (term of trade) komoditas hasil pertanian dengan barang dan jasa konsumsi petani baik untuk keperluan rumah tangga petani maupun biaya keperluan proses produksi. 

Menyelisik lebih jauh pada Indeks Harga Diterima Petani (IT) yang menunjukkan fluktuasi harga komoditas yang dihasilkan petani, pada Desember 2020, IT gabungan dari lima subsektor pertanian mengalami penurunan sebesar 0,09 persen dibandingkan IT November 2020 dari 106,70 menjadi 106,60. Subsektor yang turut menyumbang dalam penurunan IT ini adalah IT subsektor tanaman pangan turun sebesar 0,79 persen dari 108,09 menjadi 107,23 dan IT subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 2,02 persen dari 94,90 menjadi 92,98.

Berbeda halnya dengan IT yang mengalami penurunan, Indeks Harga Dibayar Petani (IB) pada Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 105,92 menjadi 106,40. Semua subsektor pertanian mengalami kenaikan IB. IB  ini menggambarkan fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. 

Jika dilihat lebih lanjut terkait konsumsi rumah tangga di daerah perdesaan,terjadi inflasi sebesar 0,59 persen. Inflasi ini disumbang hampir semua kelompok pengeluaran, kecuali kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.  Tiga kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi tertinggi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,90 persen, kelompok kesehatan dengan infasi sebesar 0,58 persen, dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga dengan infasi sebesar 0,39 persen. 

Dalam memproduksi hasil pertanian, indeks yang dibayar petani untuk keperluan proses produksi, Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) pada Desember 2020 juga mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen. Kelompok yang turut memberikan andil inflasi adalah kelompok pupuk, obat-obatan, dan pakan yang mengalami infasi sebesar 0,25 persen, kelompok biaya sewa dan pengeluaran lain mengalami infasi sebesar 0,01 persen, kelompok transportasi mengalami infasi sebesar 0,03 persen, kelompok penambahan barang modal mengalami infasi sebesar 0,07 persen, dan kelompok upah buruh mengalami infasi sebesar 0,14 persen. Sedangkan kelompok bibit mengalami deflasi sebesar 0,01 persen.

Tantangan

Terkait penurunan NTP di Jawa Barat Desember 2020 ini, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah mengingat Indonesia saat ini masih menghadapi pandemi Covid-19. Namun, rencana  Jawa Barat yang menggagas program 1000 petani milenial dinilai perlu didukung. 

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020 (SP2020) yang dirilis BPS dan Kementerian Dalam Negeri beberapa waktu lalu, penduduk Jawa Barat didominasi oleh generasi Z dan milenial. Hasil SP2020 (September 2020) tersebut menyatakan bahwa generasi milenial sebanyak 26,07 persen (12,5 Juta orang) dari total populasi Jawa Barat (48,27 juta jiwa).

Tentunya, dengan peran serta para generasi milenial ini dalam menjaga ketahanan pangan, selain dapat meningkatkan sektor pertanian di Jawa Barat, tentunya dapat menjadi peluang untuk membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.  

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Urgensi Integrasi Data

Netizen Jumat, 26 Februari 2021 | 15:52 WIB

“Kita harus ngomong apa adanya, ini tidak efektif”. Kegundahan Presiden Joko Widodo atas progres Pemberlakuan Pembatasan...

Netizen, Urgensi Integrasi Data, PPKM,Integrasi data,BPS Jabar

Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran

Netizen Jumat, 26 Februari 2021 | 09:29 WIB

Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran

Netizen, Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran, Situ Aksan,Sejarah Situ Aksan,Sin Ming,Iklan Situ Aksan,Sin Ming Hui Bandung

Penerjemah Sunda Pertama

Netizen Kamis, 25 Februari 2021 | 10:00 WIB

Raden Kartawinata menduduki posisi yang sebelumnya tidak ada dalam birokrasi kolonial di Tatar Sunda, menjadi penerjemah...

Netizen, Penerjemah Sunda Pertama, Penerjemah Sunda,raden kartawinata,K.F. Holle

Mengapa Orang India Sukses di Negara Lain?

Netizen Senin, 22 Februari 2021 | 15:08 WIB

Cerita ini terinspirasi dari pertanyaan, mengapa orang India mampu menduduki posisi-posisi penting di perbankan,  lembag...

Netizen, Mengapa Orang India Sukses di Negara Lain?, India,sukses,ekonomi

Problem Sampah yang Membuat Kita Sengsara

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 17:59 WIB

Beberapa waktu lalu, Indonesia disebut-sebut sebagai produsen sampah nomor dua terbesar di dunia.

Netizen, Problem Sampah yang Membuat Kita Sengsara, Sampah,Indoensia,Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN),Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Sekolah di Sumedang

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:54 WIB

Pada 5 Juli 1867, Bupati Sumedang R.A. Soeria Koesoema Adinata alias Pangeran Sugih membuka sekolah yang diupayakan oleh...

Netizen, Sekolah di Sumedang, pengeran sugih,sekolah di sumedang,sejarah sekolah,kartawinata,pendopo sumedang,kabupaten sumedang

Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:17 WIB

Manfaat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mulai diragukan setelah Uni Soviet bubar, juga ketika negara-negara pecah...

Netizen, Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China, NATO,Pakta Pertahanan Atlantik Utara,Joe Biden,Amerika Serikat,Australia,china,Presiden Cina Xi Jinping

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 10:54 WIB

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Netizen, Mencegah Kebakaran Sejak  Dini, mencegah kebakaran,dinas kebakaran,cara mencegah kebakaran

artikel terkait

dewanpers