web analytics
  

Bersepeda, Menyehatkan atau Membahayakan?

Minggu, 24 Januari 2021 13:30 WIB Netizen Dias Ashari
Netizen, Bersepeda, Menyehatkan atau Membahayakan?, Bersepeda,jantung,olahraga pandemi,COVID-19,Bandung Hari Ini,jalan digunakan untuk sepeda

Warga bersepeda di Jalan Ir. H Djuanda, Kota Bandung, Jumat (23/10/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Dias Ashari

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Bandung.

AYOBANDUNG.COM--Pada awal masa pandemi tahun lalu, banyak masyarakat yang terbatasi aktivitas akibat peraturan PSBB yang diberlakukan khususnya di Kota Bandung. 

Masyarakat pun diimbau untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan menjaga daya tahan tubuh agar tetap optimal. Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan tubuh dengan cara berolahraga. Dari sinilah kemudian tren bersepeda mulai menjamur di masyarakat.

Tingginya permintaan masyarakat membuat harga sepeda melonjak cukup tinggi. Meskipun begitu, nampaknya tidak mengurangi minat masyrakat untuk menjadikan bersepeda sebagai tren gaya hidup terbaru. Bahkan di Kota Bandung sendiri, bersepeda kini diminati dari kalangan anak kecil hingga manula.

Bersepeda salah satu olahraga yang sangat baik untuk kesehatan. Di mana memang beberapa dampaknya sangat baik bagi tubuh. Misalnya dapat mengatur metabolism tubuh, sehingga sangat efektif untuk menurunkan berat badan.

Kemudian dengan bersepeda secara teratur dapat merangsang dan memperbaiki kerja jantung dan paru-paru, sehingga hal ini dapat mencegah penyakit jantung coroner.

Selain baik bagi kesehatan, bersepeda juga sangat berdampak baik bagi lingkungan. Hal ini tentu saja sangat relevan, karena sepeda salah satu alat transportasi yang tidak memiliki limbah atau polusi. Berbeda halnya dengan alat transportasi berasap yang kian hari makin menyesakkan udara. 

Meski begitu di sisi lain, bersepeda menjadi kegiatan yang sangat membahayakan. Mengapa demikian? Karena kegiatannya dilakukan di tempat yang kurang tepat. Banyak dari masyarakat yang bersepeda tidak hanya di pinggir jalan namun berani untuk ke tengah dan menyalip alat transportasi seperti motor atau mobil. 

Sebetulnya tidak hanya kesadaran masyarakat saja yang belum hadir. Namun memang fasilitas khusus yang menunjang kegiatan bersepeda pun belum ada. Sehingga sementara ini masih bergabung dengan jalan raya pada umumnya. 

Pada beberapa kasus, kadang para pengendara sepeda khususnya anak kecil, sering berbelok mendadak ketika mobil sedang lewat. Tentu saja hal ini rawan untuk terjadi kecelakaan, terlebih jika pengendara tidak menggunakan helm pelindung.

Maka dari itu alangkah baiknya hal ini dapat menjadi perhatian baik bagi pemerintah atau para pengendara sepeda. Selain menegakkan ketertiban lalu lintas, hal ini pun baik untuk keselamatan pengendara. 

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Urgensi Integrasi Data

Netizen Jumat, 26 Februari 2021 | 15:52 WIB

“Kita harus ngomong apa adanya, ini tidak efektif”. Kegundahan Presiden Joko Widodo atas progres Pemberlakuan Pembatasan...

Netizen, Urgensi Integrasi Data, PPKM,Integrasi data,BPS Jabar

Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran

Netizen Jumat, 26 Februari 2021 | 09:29 WIB

Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran

Netizen, Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran, Situ Aksan,Sejarah Situ Aksan,Sin Ming,Iklan Situ Aksan,Sin Ming Hui Bandung

Penerjemah Sunda Pertama

Netizen Kamis, 25 Februari 2021 | 10:00 WIB

Raden Kartawinata menduduki posisi yang sebelumnya tidak ada dalam birokrasi kolonial di Tatar Sunda, menjadi penerjemah...

Netizen, Penerjemah Sunda Pertama, Penerjemah Sunda,raden kartawinata,K.F. Holle

Mengapa Orang India Sukses di Negara Lain?

Netizen Senin, 22 Februari 2021 | 15:08 WIB

Cerita ini terinspirasi dari pertanyaan, mengapa orang India mampu menduduki posisi-posisi penting di perbankan,  lembag...

Netizen, Mengapa Orang India Sukses di Negara Lain?, India,sukses,ekonomi

Problem Sampah yang Membuat Kita Sengsara

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 17:59 WIB

Beberapa waktu lalu, Indonesia disebut-sebut sebagai produsen sampah nomor dua terbesar di dunia.

Netizen, Problem Sampah yang Membuat Kita Sengsara, Sampah,Indoensia,Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN),Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Sekolah di Sumedang

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:54 WIB

Pada 5 Juli 1867, Bupati Sumedang R.A. Soeria Koesoema Adinata alias Pangeran Sugih membuka sekolah yang diupayakan oleh...

Netizen, Sekolah di Sumedang, pengeran sugih,sekolah di sumedang,sejarah sekolah,kartawinata,pendopo sumedang,kabupaten sumedang

Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:17 WIB

Manfaat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mulai diragukan setelah Uni Soviet bubar, juga ketika negara-negara pecah...

Netizen, Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China, NATO,Pakta Pertahanan Atlantik Utara,Joe Biden,Amerika Serikat,Australia,china,Presiden Cina Xi Jinping

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 10:54 WIB

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Netizen, Mencegah Kebakaran Sejak  Dini, mencegah kebakaran,dinas kebakaran,cara mencegah kebakaran

artikel terkait

dewanpers