web analytics
  

Memahami Penyebab Angin Puting Beliung

Minggu, 24 Januari 2021 13:06 WIB Suara.com
Bandung Raya - Bandung, Memahami Penyebab Angin Puting Beliung, penyebab puting beliung,Angin Puting Beliung,Puting Beliung,cumulonimbus,awan cumulonimbus,bmkg,musim pancaroba

Ilustrasi: Pohon tumbang akibat puting beliung di Cianjur Selatan. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Fenomena angin puting beliunh memang sudah menjadi umum di masyarakat, namun apa sebenarnya penyebabnya?

Bencana angin puting beliung tidak bisa dianggap sepele, karena bisa menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Apa saja penyebab angin puting beliung?

Penyebab Puting Beliung

Peneliti BMKG Bandung Yan Firdaus Permadhi menjelaskan, bahwa fenomena angin puting beliung dapat dibedakan menjadi dua faktor penyebab.

Yang pertama, saat terjadi puting beliung pada musim kemarau. Sedangkan, pada musim hujan, penyebab angin puting beliung dipicu oleh pertumbuhan awan cumulonimbus atau cb, di mana kemunculan awan cb tersebut biasanya tiba-tiba.

Cumulonimbus adalah sebutan untuk awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya. Cumulonimbus ini berasal dari Bahasa Latin, yaitu “cumulus” berarti terakumulasi dan “nimbus” berarti hujan.

Potensi terjadinya angin puting beliung juga akan bertambah besar saat pertumbuhan awan cumulonimbus semakin banyak.

Pengertian Angin Puting Beliung

Jadi bisa dibilang bahwa angin puting beliung atau yang biasa disebut juga dengan angin puyuh, angin ribut, angin leysus/leses ini adalah sebuah kejadian alam yang cukup berbahaya.

Walaupun terjadinya cukup singkat dan berada dalam area skala yang sangat lokal. Namun angin puting beliung ini berkecepatan tinggi, berkisar 63-90 kilometer/jam. Dengan kecepatan seperti itu, maka angin yang berputar dan membentuk pusaran ini mampu menghancurkan apa saja yang dilewati di depannya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menjelaskan karakteristik kapan waktu terjadinya angin puting beliung, tentunya dengan tujuan agar masyarakat bisa mengetahui informasi ini dan lebih waspada.

Biasanya angin puting beliung terjadi saat pancaroba, baik peralihan dari musim penghujan ke kemarau ataupun sebaliknya. Angin puting beliung ini juga tidak memiliki siklus karena sangat jarang terjadi susulan di lokasi yang sama.

Selain itu, angin puting beliung lebih sering terlihat saat siang atau sore hari. Sangat jarang kejadian munculnya angin ini pada malam hari.

Nah, setelah mengetahui pengertian hingga penyebab angin puting beliung, lalu bisakah kita mendeteksi terjadinya fenomena alam itu? Apakah bisa kita mengantisipasinya?

Jawabannya adalah bisa! Namun kita hanya mempunyai waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam sebelumnya untuk bisa mendeteksi kemunculan angin puting beliung ini.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Ini Biang Kerok Kenaikan Harga Cabai Setiap Tahun

Bandung Minggu, 7 Maret 2021 | 04:23 WIB

Harga Cabai Naik Setiap Tahun, Pemerintah Perlu Siapkan Langkah Strategis

Bandung Raya - Bandung, Ini Biang Kerok Kenaikan Harga Cabai Setiap Tahun, Harga Cabai Naik,HKTI Jabar,berita cabai naik,harga cabai di bandung naik

Ramai Aksi Geng Copet, Alun-Alun Bandung Jadi Sepi Pengunjung

Bandung Minggu, 7 Maret 2021 | 04:09 WIB

Rentetan tindak pencopetan di sekitar alun-alun Bandung tengah menjadi sorotan yang ramai diberitakan.

Bandung Raya - Bandung, Ramai Aksi Geng Copet, Alun-Alun Bandung Jadi Sepi Pengunjung, Alun-alun Ujungberung,Copet Alun-alun Bandung,Copet Bandung,Pencopet di Bandung,berita bandung hari ini

Jambret Viral di Babakan Sari Ternyata Bukan Ojol

Bandung Sabtu, 6 Maret 2021 | 21:42 WIB

Polrestabes Bandung berhasil menangkap pelaku penjambretan pada Senin (1/3/2021) di Jalan Soma, Babakan Sari, Kecamatan...

Bandung Raya - Bandung, Jambret Viral di Babakan Sari Ternyata Bukan Ojol, Jambret di Bandung,Polrestabes Bandung,Jambret Nyamar Jadi Ojol,Ojek Online (Ojol)

Cuaca Ekstrem Terus Berlangsung, Harga Cabai Rawit Makin Meroket

Bandung Sabtu, 6 Maret 2021 | 20:30 WIB

Cuaca ekstrem yang terus menyelimuti Jawa Barat memicu kenaikan harga cabai rawit dan cabai domba.

Bandung Raya - Bandung, Cuaca Ekstrem Terus Berlangsung, Harga Cabai Rawit Makin Meroket, Harga Cabai Rawit Melejit,Harga Cabai Meroket,Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung,Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan E-Commerce Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa.

570 ASN di Jabar Telah Disuntik Vaksin Covid-19

Bandung Sabtu, 6 Maret 2021 | 20:00 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memulai vaksinasi massal bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya.

Bandung Raya - Bandung, 570 ASN di Jabar Telah Disuntik Vaksin Covid-19, Vaksin,Aparatur Sipil Negera (ASN),Jawa Barat,Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jabarn Marion Siagian

Perlu Penyempurnaan, Wisanggeni Bisa Bantu Atasi Sampah

Bandung Sabtu, 6 Maret 2021 | 19:30 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengapresiasi setiap inovasi masyarakat untuk bisa membantu menyelesaikan permasalahan...

Bandung Raya - Bandung, Perlu Penyempurnaan, Wisanggeni Bisa Bantu Atasi Sampah, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana,Wisanggeni Waste Incinerator,TPS Regol,Jalan Soekarno-Hatta,Kota Bandung,Sampah

Pemkot Bandung dan Pemuda Persis Siap Membangun Kota Lebih Baik

Bandung Sabtu, 6 Maret 2021 | 18:00 WIB

Pasalnya, partisipasi masyarakat sangat penting membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menangani pandemi Covid-19.

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung dan Pemuda Persis Siap Membangun Kota Lebih Baik, Persis,Pemuda Persis,Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana,Ketua PD Pemuda Persis, Farhan Fuadi Rahman

Akibat Pandemi, Warga Miskin Kota Bandung Bertambah 15.000 Jiwa

Bandung Sabtu, 6 Maret 2021 | 15:40 WIB

Mulai dari pendapatan daerah yang berkurang drastis hingga meningkatnya jumlah warga yang masuk dalam kategori miskin.

Bandung Raya - Bandung, Akibat Pandemi, Warga Miskin Kota Bandung Bertambah 15.000 Jiwa, Kemiskinan,Kota Bandung,Warga Miskin,Pandemi Covid-19,Pendapatan Daerah

artikel terkait

dewanpers