web analytics
  

Jabar Tunggu Distribusi Vaksin Tahap 2 Sebanyak 253.640 Vial

Minggu, 24 Januari 2021 10:58 WIB
Umum - Regional, Jabar Tunggu Distribusi Vaksin Tahap 2 Sebanyak 253.640 Vial, Vaksinasi Covid-19 Jabar,Kuota Vaksinasi Covid-19 Jabar,Waktu Vaksinasi Covid-19 Jabar,Gudang vaksin Covid-19 Jabar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau ketersediaan vaksin Covid-19 di Gudang Logistik Material Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kopo BizPark, Jalan Kopo, Kota Bandung, Rabu (6/1/2021). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Pemprov Jawa Barat sedang menunggu pengiriman 253.640 vial vaksin Covid-19 dari PT Bio Farma untuk keperluan vaksinasi suntikan kedua. Penyuntikan kedua akan dilaksanakan di tujuh daerah mulai Kamis (28/1/2021) mendatang. 

Suntikan pertama sudah dilakukan 14 Januari 2021 di Kota Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, dan Kota Cimahi, serta Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat.

“Kami sedang menunggu distribusi untuk termin kedua dari Bio Farma. Rencana mulai hari ini,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jabar yang juga Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 Jabar Marion Siagian, di Kota Bandung, akhir pekan ini. 

Marion menjelaskan, distribusi akan dilakukan dua kali, Jumat (22/1/2021) sebanyak 55.880 vial, Minggu (24/1/2021) sebanyak 98.880 vial, dan Senin (25/1/2021) sebanyak 88.880 vial. Vaksin akan disimpan di gudang milik Pemprov Jabar. 

Untuk mendukung sukses vaksinasi, kata dia, kabupaten/kota harus mempersiapkan diri mulai segi fasilitas kesehatan, tempat penyimpanan vaksin (cold chain), serta tenaga vaksinator. 

Provinsi Jawa Barat, menurut Marion, telah membentuk Komda KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) untuk melayani penerima vaksinasi yang mengalami KIPI dengan gejala berat. “Kabupaten/kota juga harus menyiapkan Pokja KIPI dan menetapkan rumah sakit rujukan KIPI,” kata Marion. 

Berdasarkan pemantauan, kata dia, tidak ada laporan para nakes yang disuntik pertama mengalami KIPI dengan gejala berat. “Yang muncul KIPI ringan seperti kemerahan di tempat suntikan. Semua bisa diatasi tanpa ada yang rawat inap,” kata Marion. 

Keluhan KIPI, kata dia, dapat dilaporkan langsung ke fasilitas kesehatan tempat vaksinasi dalam waktu 24 jam. KIPI berat akan dicatat petugas ke website Keamanan Vaksin yang dapat diakses langsung seperti ke Komnas KIPI.

Untuk masyarakat Jabar dapat menghubungi melalui Whatsapp di hotline Pikobar https://pikobar.jabarprov.go.id/  dengan nomor +62 856-9739-1854 atau call center nomor darurat 119. 

Berdasarkan evaluasi, kata Marion, penyuntikan pertama atau termin kesatu yang dilakukan 14 Januari 2021, secara umum vaksinasi di tujuh kabupaten/kota berlangsung lancar. 

“Vaksinasi termin ke satu sudah berjalan dengan baik, namun masih terkendala dengan sistem aplikasi, sehingga cakupan pada awal pelaksanaan masih rendah,” katanya. 

Di luar tujuh daerah tersebut, kata Marion, sudah ada daftar kabupaten/kota yang akan divaksin selanjutnya, yang tahap pertamanya akan dilakukan 28 Februari mendatang. “Sudah ada alokasi untuk 20 kab/kota lainnya untuk pemberian dosis pertama dan kedua, serta untuk tujuh kab/kota awal untuk pemberian dosis kedua,” katanya. 

Program vaksinasi ini, mendapat dukungan dari tenaga kesehatan yang menjadi sasaran. Ratih Fathma Affandi (38) perawat di IGD RSUD Cibabat, Kota Cimahi antusias menunggu suntikan kedua.

Ratih sudah disuntik pertama Rabu (20/2//2021) lalu di tempatnya bekerja. Sebelumnya, Ratih mendaftar ulang di laman https://pedulilindungi.id/  untuk mendapatkan jadwal penyuntikan. 

Setelah vaksin diinjeksi dan menunggu 30 menit untuk melihat reaksi tubuh, Ratih pun merasa lega. “Kesan saya setelah menerima vaksin  merasa sedikit lega karena akhirnya saya mendapatkan vaksin sebagai salah satu upaya ikhtiar saya agar tidak terjangkit virus Covid-19,” katanya. 

Sebelum disuntik, kata dia, sempat terbersit keraguan di hati karena khawatir akan ada efek samping setelah divaksin. Tetapi keraguan itu hilang seiring niatnya yang kuat.

“Berkaca dari pengalaman sebelumnya, saya mendapatkan vaksinasi pada kasus seperti difteri, tetanus, saya tidak menemui efek apapun setelah divaksin,” katanya. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Polisi Buru Pelaku Penipuan Puluhan Ponpes di Tasikmalaya

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 19:57 WIB

Kasus penipuan terhadap puluhan pondok pesantren yang dilakukan oleh tersangka berinisial AA warga Kecamatan Nagreg, Kab...

Umum - Regional, Polisi Buru Pelaku Penipuan Puluhan Ponpes di Tasikmalaya, Penipuan Puluhan Ponpes di Tasikmalaya,Ponpes di Tasikmalaya Kena Tipu,Polresta Tasikmalaya

Ini Penyebab Pergerakan Tanah di Kampung Cigorowong Tasikmalaya

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 19:35 WIB

Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...

Umum - Regional, Ini Penyebab Pergerakan Tanah di Kampung Cigorowong Tasikmalaya, Pergerakan Tanah Kota Tasikmalaya,Pergerakan Tanah Kampung Cigorowong,Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)

Seorang Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88 Antiteror

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 15:54 WIB

Penggrebekan itu berlangsung di sebuah Counter Handphone, tepatnya di Jalan Medokan Sawah 121, Kecamatan Rungkut, Kota S...

Umum - Regional, Seorang Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88 Antiteror, Teroris,Surabaya,Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror

Pemkab Cianjur Dukung Aparat Hukum Tindak Koruptor Anggaran Dana Desa

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 15:45 WIB

Dukungan pemerintah dinyatakan Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman.

Umum - Regional, Pemkab Cianjur Dukung Aparat Hukum Tindak Koruptor Anggaran Dana Desa, Korupsi,Dana Desa,Cianjur

Nyambi Jualan Miras, Tukang Gorengan di Tasik Dibekuk Polisi

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 15:30 WIB

Polsek Tawang Polresta Tasikmalaya mengamankan seorang pedagang gorengan berinisial YM (39), warga Mancogeh, Kelurahan N...

Umum - Regional, Nyambi Jualan Miras, Tukang Gorengan di Tasik Dibekuk Polisi, Miras Tasik,Penjual miras di tasik,miras oplosan,Miras Oplosan Tasik

Lima Pasangan Kepala Daerah di Jabar Resmi Dilantik

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 12:55 WIB

Para kepala daerah yang dilantik diharapkan mampu menjaga integritas, profesionalisme dan turun ke masyarakat terlebih d...

Umum - Regional, Lima Pasangan Kepala Daerah di Jabar Resmi Dilantik, pelantikan bupati terpilih,pelantikan kepala daerah terpilih jabar,pelantikan kepala daerah Jabar,pelantikan bupati terpilih pilkada 2020

Klaster Pesantren di Cipedes Tasikmalaya Tersisa 6 Orang

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 12:12 WIB

2 orang dirawat di RS Purbaratu dan 4 orang Dewi Sartika.

Umum - Regional, Klaster Pesantren di Cipedes Tasikmalaya Tersisa 6 Orang, Klaster pesantren Jabar,Klaster pesantren Covid-19,klaster pesantren Tasikmalaya,klaster pesantren Cipedes,Covid-19 Tasikmalaya,Tasikmalaya,COVID-19

Perajin Peti Mati di Surabaya Sepi, Sisi Lain Penurunan Angka Covid-19

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB

Gudang penyimpanan peti mati itu sudah jarang terisi dan ada bahan baku yang menumpuk.

Umum - Regional, Perajin Peti Mati di Surabaya Sepi, Sisi Lain Penurunan Angka Covid-19, peti mati,COVID-19,Surabaya
dewanpers