web analytics
  

Ragam Peran Teknologi Telekomunikasi di Masa Pandemi

Sabtu, 23 Januari 2021 21:02 WIB Netizen Cindy Liu
Netizen, Ragam Peran Teknologi Telekomunikasi di Masa Pandemi , telekomunikasi,COVID-19,UMKM,WFH

Ilustrasi: Berbagai macam kegiatan dirumah yang didukung oleh peran Telekomunikasi, (Cindy Liu)

Cindy Liu

Mahasiswa Prodi S1 Sistem Telekomunikasi di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta, semester 2.

AYOBANDUNG.COM--Di akhir tahun 2020 ini, dunia masih saja disibukan dengan wabah penyakit Covid-19 yang masih terus saja meningkat setiap harinya. Wabah yang awalnya disebabkan oleh virus baru bernama SARS-CoV-2 ini berasal dari Wuhan, Cina. 

Wabah ini juga telah menyebar dengan sangat cepat ke-185 Negara yang ada di dunia pada April 2020. 

Diketahui proses penyebaran virus ini sangat mudah menyebar melalu benda-benda yang terpapar. Karena itu pemerintah mengimbau untuk seluruh masyarakat agar berdiam diri dirumah dan terus memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan, seperti selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. 

Masyarakat juga selalu diimbau agar tidak melakukan kontak fisik jika memungkinkan, dan tidak memegang mata, hidung dan mulut apabila sedang berada di luar ruangan. 

Tak hanya itu untuk menghindari virus tersebut kita juga perlu meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bervitamin, berserat dan mempersiapkan hal-hal penting seperti masker, hand sanitizer, dan alat-alat pribadi agar kita tidak perlu berbagi alat pribadi tersebut dengan orang lain saat diluar ruangan. Sehingga dengan begitu kita bisa menghindari virus tersebut dan turut serta dalam memutuskan rantai penyebaran virus Covid-19 yang sedang mewabah saat ini. 

Dari segala hal yang diimbau oleh pemerintah, masih saja banyak orang yang belum menaati imbauan tersebut. Terlebih himbauan untuk tetap ada di rumah (lockdown) selama 14 hari dan menjaga jarak. Banyak hal yang kadang sulit dilaksanakan di dalam rumah (work from home) karena kita belum terbiasa dalam melakukannya. 

Akibat dari imbauan pemerintah tersebut, juga karena terus melonjaknya angka kasus Covid-19 ini banyak fasilitas umum yang ditutup sementara guna memutus rantai penyebaran virus tersebut, seperti ditutupnya sekolah-sekolah, universitas, kantor-kantor, pasar modern, dan masih banyak fasilitas lainnya. 

Dari penutupan fasilitas tersebut, banyak pekerjaan yang otomatis akan tertunda. Melihat kondisi yang tak kunjung membaik, banyak cara yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk tetap melaksanakan berbagai aktivitas secara efektif walau hanya dengan berdiam diri di rumah. Salah satunya yakni dengan memanfaatkan teknologi telekomunikasi yang juga sedang banyak dikembangkan saat ini. 

Telekomunikasi memiliki peran yang sangat besar di masa pandemi saat ini. Seperti yang kita ketahui telekomunikasi merupakan proses pertukaran infromasi jarak jauh, arti tersebut diambil dari kata “Tele” yang berarti jauh, dan kata “Komunikasi” yang berarti pertukaran informasi, sehingga telekomunikasi itu juga dapat diartikan dengan komunikasi jarak jauh. 

Nah, dari arti tersebut kita dapat dengan mudah memahami bahwa kita masih bisa melakukan berbagai kegiatan dengan berdiam diri di rumah dengan memanfaatkan berbagai media telekomunikasi yang ada. Telekomunikasi sendiri terbagi menjadi dua jenis yakni yang pertama telekomunikasi searah seperti berita, televisi, radio, dan banyak media komunikasi lain yang bersifat satu arah. 

Yang kedua, yakni telekomunikasi dua arah seperti telepon, video call, dan media telekomunikasi lain yang memungkinkan pengunanya melakukan interaksi satu sama lain. Teknologi telekomunikasi dua arah ini terbagi lagi menjadi dua jenis yakni , telekomunikasi dua arah secara langsung dan telekomunikasi dua arah secara tidak langsung.

Telekomunikasi dua arah secara langsung ini akan memungkinkan para penggunanya untuk berinteraksi secara langsung, namun untuk telekomunikasi dua arah secara tidak langsung ini mengaruskan penggunanya untuk berinteraksi secara bergilir untuk bisa bertukar infomasi. 

Dari sedikit pemaparan mengenai telekomunikasi tersebut, kita bisa melihat seberapa pentingnya industri telekomunikasi ini di masa pandemi seperti sekarang. Indurstri telekomunikasi terus dikembangkan guna membantu kita dalam melangsungkan berbagai kegiatan kita melalui berbagai media virtual. Karena sangat kecil kemungkinan bagi kita untuk melaksanakan kegiatan diluar ruangan pada masa pandemi seperti ini.

Masa pandemi Covid-19 ini juga berdampak kepada beberapa aspek.  seperti aspek pendidikan, aspek sosial, aspek ekonomi, bahkan sistem keadilan. Dengan ditutupnya berbagai fasilitas umum seperti sekolah dan fasilitas lain, terjadi banyak perubahan yang sangat terlihat jelas pada berbagai aspek tersebut yakni mengenai proses kegiatan, media yang digunakan dan hal lain yang menunjang kelangsungan kegiatan tersebut. Lalu aspek apa sajakah yang memiliki perubahan yang paling menonjol dan mendapat peran yang sangat besar oleh industri telekomunikasi?

Pertama adalah aspek pendidikan. Pada aspek ini terlihat jelas bagaimana perubahan yang terjadi. Mulai dari proses kegiatan belajar mengajar, penugasan, absensi, media yang digunakan, dan masih banyak lainnya. perubahan ini terjadi dikarenakan penutupan sekolah-sekolah maupun universitas-universitas guna memutuskan rantai penyebaran Covid-19

Karena itulah dilakukan pembelajaran daring (dalam jaringan) yang didorong oleh teknologi telekomunikasi yang sudah sangat berkembang saaat ini. Pembelajaran daring atau study from home ini dapat digunakan mengguanakan perangkat seperti smartphone atau laptop dengan mengandalkan jaringan internet yang memiliki konektivitas, fleksibilitas, dan kemampuan dalam memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran.

Media yang sering digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran tersebut biasanya yakni platform WhatsApp, Line, Telegram, sebagai media bertukar informasi dua arah yang berupa data, pesan suara, maupun video-video yang bisa berisikan informasi penting seputar pembelajaran. 

Lalu platform konferensi video seperti Zoom dan Google Meet sebagai media telekomunikasi dua arah yang dapat menghubungkan berbagai orang melalui suatu ruang virtual guna menunjang penyampaian materi secara tatap muka melalui ruang virual tersebut. 

Platform email, Google Classroom, dan portal sekolah atau kampus seperti SIAK sebagai tempat pengumpulan tugas, pemasukan nilai-nilai dan masih banyak hal lain. Platform-platform tersebut biasanya berasal dari industri telekomunikasi 4.0 yang mengutamakan konektivitas nirkabel dan otomatisasi sehingga kita bisa melakukan berbagai kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien tanpa bertatap muka dan berinteraksi secara langsung, juga ikut serta dalam upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19 di masa pandemi seperti saat ini.

Dengan menggunakan industri telekomunikasi 4.0 ini juga mau tak mau  baik siswa, mahasiswa, maupun guru dan dosen akan lebih jauh lagi dalam mempelajari tentang literasi digital yang akan memungkinkan kita semua untuk lebih terbuka lagi dalam mengahadapi kemajuan teknologi menuju digitalisasi.

Aspek selanjutnya yaitu aspek ekonomi. Dengan mewabahnya virus Covid-19 ini, banyak masyarakat yang merasa bahwa sistem ekonomi ini mulai menurun dan menghasilkan beberapa krisis ekonomi global. Apalagi pada saat melonjaknya kasus Covid-19 di pertengahan tahun 2020 ini, yang pada akhirnya pemerintah menghimbau kepada para masyarakat untuk lockdown atau berdiam diri di rumah selama masa pandemi tersebut. 

Tentu saja hal itu masih banyak dibantah oleh banyak orang-orang, apalagi untuk para pekerja dan pedagang kecil yang tidak bisa bekerja hanya dengan berdiam diri di rumah saja. Penurunan ekonomi Indonesia yang sangat terasa itu dikarenakan usaha mikro kecil dan menengah atau disebut juga UMKM terkena dampak dari kebijakan lockdown tersebut. 

UMKM di Indonesia merupakan sektor ekonomi yang sangat berpengaruh pada sektor perekonomian Indonesia, mengapa demikian? Karena menurut data Bank Indonesia di tahun 2016, UMKM merupakan sektor yang mendominasi unit bisnis dan jenis usaha yang banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia ini. 

UMKM merupakan unit usaha yang  cukup besar yang memilliki kontribusi besar terhadap PDB, dan memiliki kontribusi yang cukup besar dalam inverstasi di tahun 2018. Karena itulah dimanfaatkan sistem telekomunikasi jaringan untuk menunjang industri UMKM 4.0 yang diharapkan agar dapat menciptakan perubahan besar pada bisnis dalam bidang komputerisasi atau bidang online seperti e-commerce

Adapun hal-hal yang dilakukan untuk memanfaatkan industri 4.0 tersebut yaitu: (1) melakukan pelatihan ulang untuk para pekerja agar bisa beradaptasi dengan teknologi digital. (2) membangun infrastruktur telekomunikasi dan berbagai program internet yang lebih merata. Melalui berbagai media telekomunikasi seperti platform online e-commerce tersebut diharapkan perekonomian Indonesia akan semakin meningkat.

Selain kedua aspek tersebut, telekomunikasi juga berperan penting dalam sebuah pengadilan. Di mana menurut SEMA No 1 Tahun 2020 sebuah perkara perdata pengadilan di masa pandemi ini diarahkan dengan menggunakan e-court dan e-litigation. Sedangkan unruk proses persidangan perkara dilakukan dengan memanfaatkan teleconference. 

Dari semua peran penting telekomunikasi, masih ada satu kendala yang belum bisa teratasi dengan baik, yakni kejahatan online atau ancaman cybercrime. Pada masa pandemi seperti ini, banyak aspek yang memanfaatkan media online untuk melakukan berbagai kegiatan yang tidak bisa dilakukan secara offline

Karena itulah banyak kejahatan cyber yang memanfaatkan situasi seperti saat ini untuk mengambil sebuah keuntungan. Kejahatan cyber ini banyak dilakukan dengan cara penipuan melalui domain berbahaya, disinformasi, bahkan para penjahat cyber ini tak segan untuk membuat sebuah situs resmi, baik itu situs resmi pemerintah, lembaga kesehatan, bank, bahkan perusahaan telekomunikasi.

Karena itulah, kita semua harus berhati-hati dalam memanfaatkan berbagai media dan platform telekomunikasi yang ada. Selain itu, tetap jaga kesehatan dengan memperhatikan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 

Tetaplah di rumah jika memungkinkan dengan memanfaatkan media yang ada, dengan begitu kita semua dapat ikut berperan aktif dalam memutuskan rantai penyebaran Covid-19 dan ikut serta dalam meningkatkan literasi digital. Semoga wabah ini akan segera berakhir.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Kapan Situ Aksan Ada?

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 14:25 WIB

Dalam Peta Topografi tahun 1904-1905, tempat yang kemudian menjadi Situ Aksan, masihlah perkampungan kecil.

Netizen, Kapan Situ Aksan Ada?, Sejarah,Kota Bandung,Topografi,Desa,Abad ke-20,Bandung Baheula

Tiga Terjemahan Pertama

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 10:20 WIB

Pada 1872, Raden Kartawinata sudah bisa menerbitkan tiga judul terjemahan dari bahasa Belanda.

Netizen, Tiga Terjemahan Pertama, raden kartawinata,Sunda,Jawa,Bahasa,Penerjemah,Belanda,R.H. Moeh. Moesa,K.F. Holle,buku,Literatur,Literasi

Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 14:15 WIB

Ada yang bilang bahwa industri dosa sejatinya merupakan usaha mentransfer dana publik ke tangan swasta dengan cara yang...

Netizen, Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras, Minuman Keras (Miras),Perpres investasi miras,Presiden Joko Widodo,Indonesia,Investasi,World Health Organization (WHO),Papua,minuman beralkohol

Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 13:40 WIB

Pada era tahun 90-an, jalan-jalan atau gang-gang kecil di daerah Cicadas juga terkenal dengan sebutan gang "sarebu punte...

Netizen, Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif, Cicadas,Desa Kreatif,Bandung,Gang ,Kampung Kreatif

Khawatir Kini Kina Tinggal Nama

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 15:00 WIB

Pohon kina peninggalan tahun 1855 itu sudah sangat tua, keadaannya sudah dalam posisi bungkuk atau miring, dan kini suda...

Netizen, Khawatir Kini Kina Tinggal Nama, Kina,Pohon,Bandung,Chincona,Chincon,Franz Wilhelm Junghuhn,Karl Justus Hasskarl

Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 13:50 WIB

Kita tidak boleh hanya menekankan kebenaran berbahasa yang diukur oleh kebakuan KBBI, tetapi harus memperhatikan situasi...

Netizen, Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru, Polisi,Bahasa,Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Santun

Mengenal Wawacan dan Putri Sekar Arum

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 10:54 WIB

Wawacan berjudul ‘Putri Sekar Arum’ jadi penanda utama bahwa, bahasa, sastra, dan budaya Sunda masih hidup

Netizen, Mengenal Wawacan dan Putri Sekar Arum , Putri Sekar Arum,Bahasa Sunda,Wawacan,Puisi Sunda

“Beberes" Solusi Atasi Kekumuhan Menjadi Keindahan

Netizen Senin, 1 Maret 2021 | 15:25 WIB

Salah satu problematika yang dihadapi warga Kota Bandung adalah soal sampah.

Netizen, “Beberes" Solusi Atasi Kekumuhan Menjadi Keindahan, Beberes,Kekumuhan,Bandung,Sampah,Keindahan

artikel terkait

dewanpers