web analytics
  

Pentingnya Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Sabtu, 23 Januari 2021 11:48 WIB Netizen Sam Edy Yuswanto
Netizen, Pentingnya Meningkatkan Kualitas Pendidikan, Pendidikan,mendikbud,nadiem makarim

Ilustrasi pendidikan (Irfan Al-Faritsi)

Sam Edy Yuswanto

Penulis lepas, tulisannya tersebar di berbagai media, lokal hingga nasional.

AYOBANDUNG.COM--Pendidikan merupakan hal yang sangat mendasar yang harus ada dalam setiap lini kehidupan. Tanpa pendidikan yang memadai, tentu masyarakat akan terkungkung dalam kebodohan. Akibatnya, negara yang kualitas pendidikannya rendah, akan mudah dijajah oleh negara lain.

Meningkatkan kualitas pendidikan menjadi hal yang mestinya selalu dilakukan oleh pihak pemerintah dan orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan. Salah satu cara untuk meningkatkan pendidikan adalah dengan terus memperbaiki sistem dan program pendidikan. Selain itu, cara belajar mengajarnya pun harus disesuaikan dengan kondisi zaman yang terus maju dan berkembang.

Sitiatava Rizema Putra (2013) mengurai bahwa untuk mempersiapkan sumber daya manusia abad 21, pembelajaran mesti mengacu kepada konsep belajar yang dicanangkan oleh UNESCO dalam wujud empat pilar pendidikan (the four pillars of education), yakni belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar melakukan sesuatu (learning to do), belajar menjadi diri sendiri (learning to be), dan belajar hidup bersama (learning to life together), sebagai dasar untuk berpartisipasi dan bekerja sama dengan orang lain dalam keseuruhan aktivitas kehidupan manusia.  

Saya sangat sepakat dengan Nikola Dickyandi dalam bukunya Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang, bahwa pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam membangun dan memajukan bangsa. Dengan pendidikan, suatu bangsa bisa mengembangkan masyarakatnya menjadi cerdas dan terampil.

Kualitas Pendidikan

Bicara tentang pendidikan di negeri ini, pihak pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya untuk meningkatkan kualitasnya. Dari tahun ke tahun, tahun yang dirasa berat dan banyak tantangannya adalah tahun 2020. Hal ini bisa dimengerti karena tahun 2020 yang lalu (bahkan hingga saat ini) negeri ini terpapar wabah Corona yang menyebabkan sistem pendidikan di negeri ini berubah, dari yang semula belajar di sekolah menjadi belajar di rumah (online).

“Tahun 2020 adalah tahun yang penuh tantangan. Namun tim di Kemendikbud selalu bekerja keras agar lebih banyak lagi masyarakat yang menerima manfaat dari transformasi yang sedang kita kerjakan,” ujar Nadiem Anwar Makariem, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di Jakarta pada Selasa, 05 Januari 2021 (mendikbud.go.id).

Meskipun tahun 2020 adalah tahun yang berat dan penuh tantangan, tapi banyak hal sudah dilakukan oleh pihak Kemendikbud untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini. Di antaranya, sebagaimana dijelaskan dalam laman mendikbud.go.id, Kemendikbud telah melakukan terobosan Merdeka Belajar mulai episode satu hingga enam. Episode pertama, Kemendikbud membuat empat program pokok kebijakan pendidikan, yakni menghapus USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional), mengganti UN (Ujian Nasional), penyederhanaan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan mengatur kembali PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Menurut Nadiem, empat program pokok kebijakan pendidikan tersebut akan menjadi arah pembelajaran ke depan yang fokus pada arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kemudian, pada tanggal 3 November 2020, Kemendikbud meluncurkan program Merdeka Belajar episode keenam. Kebijakan ini dibuat dalam rangka mendukung visi presiden dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Salah satunya melalui transformasi pendidikan tinggi agar mampu mencetak lebih banyak lagi talenta-talenta yang mampu bersaing di tingkat dunia (mendikbud.go.id).

Berbagai capaian dan terobosan yang sudah dilakukan pihak Kemendikbud dalam rangka memajukan pendidikan di negeri ini tentu layak kita apresiasi. Seraya berharap semoga di tahun 2021 ini Kemendikbud terus meningkatkan kualitas pendidikan yang pada muaranya nanti bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat di berbagai daerah, khususnya daerah-daerah terpencil yang selama ini mungkin masih kurang terjamah oleh bantuan dan perhatian dari pemerintah.

Selanjutnya, Prioritas Merdeka Belajar 2021 akan berfokus pada delapan prioritas. Pertama, pembiayaan pendidikan di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan target 1,095 juta mahasiswa, KIP Sekolah dengan target 17,9 juta siswa, layanan khusus pendidikan masyarakat dan kebencanaan dengan target 42.896 sekolah, tunjangan profesi guru dengan target 363 ribu guru, dan pembinaan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), dan bantuan pemerintah kepada 13 SILN dan 2.236 lembaga (mendikbud.go.id).

Tentu masih banyak program yang akan diluncurkan oleh pihak Kemendikbud di tahun ini dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Mari kita dukung program Kemendikbud yang tengah berupaya memajukan dunia pendidikan. Bila nanti dalam pelaksanaan program-program tersebut mengalami berbagai kendala atau ada hal-hal yang kurang pas, kita bisa menyampaikan unek-unek, kritik dan saran yang membangun, demi tercapainya pendidikan yang layak dan sesuai dengan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Urgensi Integrasi Data

Netizen Jumat, 26 Februari 2021 | 15:52 WIB

“Kita harus ngomong apa adanya, ini tidak efektif”. Kegundahan Presiden Joko Widodo atas progres Pemberlakuan Pembatasan...

Netizen, Urgensi Integrasi Data, PPKM,Integrasi data,BPS Jabar

Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran

Netizen Jumat, 26 Februari 2021 | 09:29 WIB

Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran

Netizen, Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran, Situ Aksan,Sejarah Situ Aksan,Sin Ming,Iklan Situ Aksan,Sin Ming Hui Bandung

Penerjemah Sunda Pertama

Netizen Kamis, 25 Februari 2021 | 10:00 WIB

Raden Kartawinata menduduki posisi yang sebelumnya tidak ada dalam birokrasi kolonial di Tatar Sunda, menjadi penerjemah...

Netizen, Penerjemah Sunda Pertama, Penerjemah Sunda,raden kartawinata,K.F. Holle

Mengapa Orang India Sukses di Negara Lain?

Netizen Senin, 22 Februari 2021 | 15:08 WIB

Cerita ini terinspirasi dari pertanyaan, mengapa orang India mampu menduduki posisi-posisi penting di perbankan,  lembag...

Netizen, Mengapa Orang India Sukses di Negara Lain?, India,sukses,ekonomi

Problem Sampah yang Membuat Kita Sengsara

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 17:59 WIB

Beberapa waktu lalu, Indonesia disebut-sebut sebagai produsen sampah nomor dua terbesar di dunia.

Netizen, Problem Sampah yang Membuat Kita Sengsara, Sampah,Indoensia,Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN),Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Sekolah di Sumedang

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:54 WIB

Pada 5 Juli 1867, Bupati Sumedang R.A. Soeria Koesoema Adinata alias Pangeran Sugih membuka sekolah yang diupayakan oleh...

Netizen, Sekolah di Sumedang, pengeran sugih,sekolah di sumedang,sejarah sekolah,kartawinata,pendopo sumedang,kabupaten sumedang

Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:17 WIB

Manfaat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mulai diragukan setelah Uni Soviet bubar, juga ketika negara-negara pecah...

Netizen, Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China, NATO,Pakta Pertahanan Atlantik Utara,Joe Biden,Amerika Serikat,Australia,china,Presiden Cina Xi Jinping

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 10:54 WIB

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Netizen, Mencegah Kebakaran Sejak  Dini, mencegah kebakaran,dinas kebakaran,cara mencegah kebakaran

artikel terkait

dewanpers