web analytics
  

Kena Long Covid-19, Berapa Lama Gejalanya Hilang?

Sabtu, 23 Januari 2021 08:26 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Kena Long Covid-19, Berapa Lama Gejalanya Hilang?, COVID-19,Long Covid-19,Corona,Virus Corona,Gejala Long Covid,Gejala Corona

Virus Covid-19 (EPA)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Beberapa negara telah melaporkan persentase pasien yang mengalami long Covid. Angka penderitanya mulai dari 70 persen hingga 50 persen.

Di Indonesia, belum ada yang menginformasikan data ini. Tetapi bisa dipastikan, "long Covid" yang dialami pasien tergantung dari komplikasi penyakitnya.

Aktris Hollywood Alyssa Milano, contohnya, positif Covid-19 pada Maret 2020. Ia masih merasakan gejala sisa meski sudah menjadi penyintas Covid-19.

Sesekali, ia merasakan sesak napas, gangguan irama jantung (aritmia), rambut rontok, telinga berdenging, dan kulit tangan melepuh. Gejala itu bertahan hingga enam bulan lebih.

"Soal berapa lama 'long Covid' berada di tubuh pasien, belum ada jawaban pasti,” ungkap Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr dr Agus Dwi Susanto SpP, dalam Live Instagram Katadata, Jumat (22/1).

Agus menyebut, Covid-19 masih menjadi sebuah fenomena yang diselidiki tim luar negeri dan maupun Indonesia. Masih banyak hal yang jadi pertanyaan dan belum bisa dijawab sampai sekarang.

Saat ini, hanya ada dari berbagai ilmu hipotesis, yang memberikan satu gambaran alasan kenapa ada yang mengalami "long Covid" beberapa pekan dan ada yang beberapa bulan. Menurut Agus, kondisi itu tergantung seberapa berat pasien saat kena Covid-19.

"Jadi kalau pasien alami kritis, sampai menggunakan ventilator, biasanya sudah alami kerusakan organ cukup luas. Pada kondisi ini, 'long Covid' yang muncul bisa lebih lama, bahkan menetap," papar Agus.

Berbeda ketika orang alami derajat gejala ringan Covid-19, seperti hanya batuk atau pilek, tentu kerusakan jaringannya berbeda. Lalu, kormobitasnya juga berpengaruh.

"Misalnya, satu pasien tidak ada kormobid, yang satu ada penyakit jantung, tentu yang memiliki riwayat penyakit jantung ada memiliki gejala menetap. Itu penjelasan yang paling umum," ungkap dia.

"Long Covid" dari berbagai jurnal, sebagian besar muncul karena komplikasi penyakit itu sendiri. Secara patogenesis, infeksi SARS-CoV-2 menyebabkan kerusakan paru, kerusakan sistem pembuluh darah (pembekuan darah), komplikasi kardiovaskuler. Itu adalah tiga komponen besar dalam penyakit Covid-19.

Dari tiga itu, muncul implikasi lanjut terhadap gangguan lain sebagai bagian dari perjalanan penyakit Covid-19 ketika masuk derajat lebih tinggi. Tapi kalau ringan, tidak akan sampai seperti itu.

 Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat terkait seriusnya ancaman infeksi virus corona. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro menyebutkan, ada potensi munculnya fenomena "long Covid" atau efek jangka panjang yang akan dirasakan pasien meski sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

"Para ahli juga khawatir dampak panjang Covid-19 di dalam tubuh orang yang tertular. Meski sembuh, namun dampak kesehatan pada penderita bisa bertahan lama. Kondisi 'long Covid-19', suatu gejala yang masih dialami peyintas, seperti gejala seperti saat terinfeksi Covid-19," kata Reisa dalam keterangan pers, Jumat (11/12).

Istilah "long Covid" ini semakin populer setelah ada hasil penelitian mengenai post-Covid syndrome. Kondisi itu menggambarkan adanya kondisi atau gejala yang muncul pada pasien yang sembuh dari Covid-19.Gejala bisa dialami selama berminggu-minggu atau bulan. Beberapa gejala yang dilaporkan, antara lain kelelahan kronis, sesak napas, jantung berdebar, nyeri sendi, nyeri otot, bahkan depresi.

"Ada fenomena yang disebut 'long Covid'. Kita berharap vaksin dapat menurunkan kesakitan dan kematian dan efektif membangun kekebalan tubuh terhadap virus. Namun sekalipun vaksin ada, 3M-lah tameng utama. Lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi sesama," kata Reisa.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Penyebab Mata Bengkak Saat Bangun Tidur

Sehat Kamis, 25 Februari 2021 | 07:27 WIB

Dokter Anissa menjelaskan, gangguan kelenjar mata biasanya menyebabkan mata jadi kering kemudian disertai kelopak memera...

Gaya Hidup - Sehat, Penyebab Mata Bengkak Saat Bangun Tidur, Mata Bengkak,penyebab mata bengkak,obat mata bengkak,mata bengkak bangun tidur

Ini Cara Bikin Kulit Lembap Pakai Bahan Alami

Sehat Kamis, 25 Februari 2021 | 00:04 WIB

Memiliki kulit wajah yang sehat, kencang, lembap, dan kenyal sudah pasti menjadi dambaan bagi setiap orang terlebih pere...

Gaya Hidup - Sehat, Ini Cara Bikin Kulit Lembap Pakai Bahan Alami, Kulit Lembap,Cara Melembapkan Kulit,Bahan Alami Melembabkan Kulit

Ayo Mulai Gaya Hidup Sehat dengan 4 Cara Ini

Sehat Rabu, 24 Februari 2021 | 16:07 WIB

Gaya hidup sehat menjadi tuntutan hidup bagi manusia di muka bumi.

Gaya Hidup - Sehat, Ayo Mulai Gaya Hidup Sehat dengan 4 Cara Ini, gaya hidup sehat,Gaya Hidup,Olahraga,gula,garam

Ini Tanda Bantal atau Sarung Bantal Anda Harus Segera Diganti

Sehat Rabu, 24 Februari 2021 | 13:08 WIB

Bantal Anda bisa jadi sarang bakteri.

Gaya Hidup - Sehat, Ini Tanda Bantal atau Sarung Bantal Anda Harus Segera Diganti, berapa kali sarung bantal diganti,berapa lama sarung bantal diganti,mengganti sarung bantal

7 Obat Tradisional untuk Meredakan Asam Urat

Sehat Rabu, 24 Februari 2021 | 11:30 WIB

7 Obat Tradisional untuk Meredakan Asam Urat

Gaya Hidup - Sehat, 7 Obat Tradisional untuk Meredakan Asam Urat , Asam Urat,Penderita asam urat,meredakan asam urat,obat asam urat,obat alami asam urat,penyebab asam urat,penyebab asam urat,Makanan penyebab asam urat tinggi

5 Manfaat Makan Nasi, Bisa untuk Kesehatan Jantung

Sehat Rabu, 24 Februari 2021 | 06:40 WIB

Manfaat makan nasi baik untuk kesehatan jantung selain sumber energi

Gaya Hidup - Sehat, 5 Manfaat Makan Nasi, Bisa untuk Kesehatan Jantung, nasi,Nasi Putih,manfaat makan nasi,khasiat nasi putih,kesehatan jantung

4 Faktor Pemicu Orang Sering Mengigau

Sehat Rabu, 24 Februari 2021 | 05:55 WIB

4 Faktor Pemicu Orang Sering Mengigau

Gaya Hidup - Sehat, 4 Faktor Pemicu Orang Sering Mengigau, mengigau,penyebab mengigau,pengertian mengigau,faktor pemicu mengigau

8 Makanan Bisa Kurangi Gejala Sariawan

Sehat Rabu, 24 Februari 2021 | 01:03 WIB

Sariawan adalah salah satu penyakit yang paling menganggu. Seseorang yang mengalami sariawan akan mengalami kesulitan sa...

Gaya Hidup - Sehat, 8 Makanan Bisa Kurangi Gejala Sariawan, Sariawan,Makanan Kurangi Gejala Sariawan

artikel terkait

dewanpers