web analytics
  

Kukang Jawa di Pegunungan Sawal Ciamis Nyaris Punah

Jumat, 22 Januari 2021 18:55 WIB
Umum - Unik, Kukang Jawa di Pegunungan Sawal Ciamis Nyaris Punah, Kukang Jawa,Pegunungan Sawal Ciamis

Kukang Jawa. (foto-Dictio.id)

CIAMIS, AYOBANDUNG.COM -- Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) di kawasan Pegunungan Sawal, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terancam pundah akibat perburuan untuk diperjualbelikan. Selain itu, populasi mereka semakin menurun akibat berkurangnya hutan setelah terjadi alih fungsi lahan menjadi perkebunan dan perkampungan.

Kukang Jawa merupakan spesies dilindungi UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Penurunan jumlah Kukang Jawa dirasakan oleh penduduk sekitar, di antaranya petani penggarap di blok Kujang bernama Undang (56).

“Kurang lebih 15 tahun ini saya menggarap lahan ini belum pernah menemukan Kukang,” kata dia.

Pada tahun 2017, Leni Bunis, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tasikmalaya yang menjadi kader konservasi melakukan observasi terhadap populasi Kukang Jawa di Pegunungan Sawal.

Ketika itu, Leni mendata sebanyak 216 ekor Kukang Jawa.

Untuk penyelamatan Kukang Jawa di Pegunungan Sawal harus ada perhatian serius dari pemerintah.

Ilham Purwa, mahasiswa Universitas Galuh Ciamis yang juga menjadi kader konservasi mengatakan, “Perlu ada upaya yang berkelanjutan dalam rangka penyelamatan kukang ini. Salah satunya pengetatan izin masuk ke kawasan suaka marga satwa.”

Ilham mengatakan masih banyak orang yang masuk ke kawasan tanpa izin, terbukti dari banyaknya aktivitas orang yang tertangkap camera trap.

Kamera jebakan merupakan jenis kamera yang dilengkapi sensor gerak dan sensor panas dan atau termal yang dapat digunakan untuk merekam keberadaan satwa liar yang ada di kawasan tertentu.

Sensor camera trap akan aktif jika ada objek bergerak dan atau yang memiliki suhu berbeda dengan lingkungan area cakupan sensor di kawasan suaka marga satwa dengan aktivitas yang tidak jelas.

Padahal, berdasarkan peraturan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor: SK.192/IV-Set/HO/2006 tanggal 13 November 2006 tentang Izin Masuk Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru, untuk kawasan suaka marga satwa boleh sembarangan dimasuki orang.

Orang yang mau masuk ke sana harus memiliki izin dari pengelola kawasan. Dan izin hanya dapat dikeluarkan untuk penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembuatan film dokumenter.

Untuk melestarikan Kukang Jawa, kata petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Jawa Barat Edi Koswara, “Dalam kurun waktu tahun 2020 kami bersama Relawan Yayasan International Animal Resque Indonesia kami telah melepaskan kukang sebanyak 30 ekor hasil rehabilitasi International Animal Resque sebanyak 20 ekor dan 10 hasil rehabilitasi BKSDA ke habitatnya di kawasan pegunungan sawal di blok Nasol, Darmacaang dan Pasir tamian.”

Tetapi upaya tersebut masih jauh dari panggang dari api. Tidak ada jaminan keberlangsungan hidup Kukang Jawa karena marak perburuan dan terdesak oleh alih fungsi lahan.

Sebagian Kukang Jawa sering ditemukan tersengat listrik di perkampungan penduduk.

Pelepasliaran Kukang Jawa hasil rehabilitasi, peluang hidupnya hanya 50 persen.

Apalagi kalau fisik kuku kukang dan giginya sudah dipotong sehingga mengurangi daya tahan hidup di alam bebas.

Kawasan Pegunungan Sawal terbagi menjadi tiga kawasan, yaitu kawasan suaka marga satwa, kawasan hutan produksi, dan kawasan hutan rakyat.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Sinyal Komunikasi Pertama dari Helikopter Nasa di Mars

Unik Selasa, 23 Februari 2021 | 10:30 WIB

Sebelumnya, helikopter pertama yang dikirim ke Mars itu diikutsertakan bersama misi penjelajah Perseverance NASA.

Umum - Unik, Sinyal Komunikasi Pertama dari Helikopter Nasa di Mars, National Aeronautics and Space Administration (NASA),Mars,Helikopter NASA di Mars

Aldebaran dan Andin Batal Cerai, Emak-emak Gelar Syukuran

Unik Senin, 22 Februari 2021 | 22:11 WIB

Sinetron Ikatan Cinta yang dibintangi Amanda Manopo dan Arya Saloka sukses mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Cerit...

Umum - Unik, Aldebaran dan Andin Batal Cerai, Emak-emak Gelar Syukuran, Sinetron Ikatan Cinta,Aldebaran dan Andin Batal Cerai,Arya Saloka,Amanda Manopo

Tahi Lalat Ungkap Kepribadian dan Keberuntungan  

Unik Sabtu, 20 Februari 2021 | 01:05 WIB

Tahi lalat lebih dari sekadar tanda hitam pada kulit. Beberapa orang, terutama yang lahir kembar, bisa dibedakan melalui...

Umum - Unik, Tahi Lalat Ungkap Kepribadian dan Keberuntungan  , Tahi Lalat,Arti Tahi Lalat,Letak Tahi Lalat,kepribadian,Keberuntungan

Viral Perempuan Mirip Nissa Sabyan, Diminta Klarifikasi

Unik Jumat, 19 Februari 2021 | 20:43 WIB

Perselingkuhan antara Nissa Sabyan dan Ayus Sabyan kini tengah ramai menjadi pembicaraan. Tidak sedikit yang kecewa deng...

Umum - Unik, Viral Perempuan Mirip Nissa Sabyan, Diminta Klarifikasi, Nissa Sabyan,Mirip Nissa Sabyan,TikTok,perselingkuhan nissa sabyan

Generasi Micin Bersedih, Lays, Cheetos, dan Doritos, Bakal Setop Produ...

Unik Jumat, 19 Februari 2021 | 09:44 WIB

Kalian yang doyang makanan dengan cita rasa gurih menggoda pasti sering mengkonsumsi makanan ringan yang disebut ciki.

Umum - Unik, Generasi Micin Bersedih, Lays, Cheetos, dan Doritos, Bakal Setop Produksi , Makanan Ringan,indofood,doritos,lays,Cheetos,produksi cheetos dihentikan

Ini Cara Benar Membuang Sarang Tawon Vespa Affinis dari Rumah

Unik Kamis, 18 Februari 2021 | 16:07 WIB

Meski berbahaya, tawon Vespa Affinis atau tawon ndas bisa ditangani dengan cara yang aman.

Umum - Unik, Ini Cara Benar Membuang Sarang Tawon Vespa Affinis dari Rumah, Tawon Ndas,tawon vespa affinis,Damkar,bahaya tawon vespa,membuang sarang tawon dari rumah,mengusir sarang tawon dari rumah,cara membuang sarang tawon yang benar

Ridwan Kamil Bantu Warganet Konsultasi Soal Mantan

Unik Selasa, 16 Februari 2021 | 22:15 WIB

Aksi seorang warganet berkonsultasi dengan Ridwan Kamil soal mantan pacar yang minta balikan viral di media sosial. Ia m...

Umum - Unik, Ridwan Kamil Bantu Warganet Konsultasi Soal Mantan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Warganet Konsultasi Soal Mantan

16 Februari: Awal Terbukanya Kutukan Makam Firaun Tutankhamun

Unik Selasa, 16 Februari 2021 | 16:20 WIB

Konon, kutukan Tutankhamun pertama kali menyebar pada Februari 1923. Setelah makamnya dibuka.

Umum - Unik, 16 Februari: Awal Terbukanya Kutukan Makam Firaun Tutankhamun, Kutukan,Firaun,Tutankhamun,Mesir kuno,Mumi,Howard Carter
dewanpers