web analytics
  

Kasus Rekayasa Buku Nikah: Rakim Akui Bukan Orang Tua Mempelai Pria

Jumat, 22 Januari 2021 15:30 WIB Fichri Hakiim
Umum - Regional, Kasus Rekayasa Buku Nikah: Rakim Akui Bukan Orang Tua Mempelai Pria, Rekayasa buku nikah,KPAID Kabupaten Cirebon,Ketua KPAID Kab Cirebon,Cirebon

PTUN Bandung menggelar sidang lanjutan dugaan rekayasa buku nikah Ketua KPAID Kabupaten Cirebon Fifi Sofiah di hotel Bentani Cirebon, Jumat (22/1/2021). (dok. Pengacara, Razman Arif Nasution)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung kembali mengelar sidang lanjutan dugaan rekayasa buku nikah. Sidang yang digelar di aula hotel Bentani Cirebon ini terkait keabsahan buku nikah milik Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon Fifi Sofiah.

Saat jalannya sidang, seseorang bernama Rakim yang selama ini diklaim oleh Fifi Sofiah sebagai orang tua IE, mengakui IE bukan anak kandungnya dan hanya rekan bisnis pakan ternak. Namun, Rakim mengakui bahwa pernikahan IE dan Fifi Sofiah memang berlangsung dirumahnya, di desa Setu Patok, Kecamatan Mundu.

"Bahwa saya bukan ayah kandung dari IE, hanya kawan rekan bisnis pakan ternak, kalau menikah benar berlangsung di rumah saya," ujar Rakim, Jumat (22/1/2021).

Sementara itu, saksi lainnya yang juga sebagai Pegawai Pembantu Pencatat Nikah (P3N) desa Setu Patok, Somadi, menjelaskan pihaknya hanya mencatat keterangan yang diberikan oleh Penghulu atau Lebe almarhum Sobari.

"Saya hanya mencatat sesuai keterangan penghulu atau lebe, karena saat itu tidak ada dokumen apapun siapa yang mau menikah. Kata penghulu catat, ya saya catat," tutur Somadi.

Namun, Somadi mengakui ketika mencatat tidak didasari dokumen apapun layaknya seseorang yang akan menikah.

Kemudian, kuasa hukum IL, Razman Arif Nasution mengatakan, keterangan dari kedua saksi yakni Rakim dan Somadi telah dijelakan di depan majelis hakim.

Razman juga menegaskan, bahwa keterangan dari saksi Rakim sudah mengaku bukan orang tua kandung IE dan di perkuat surat keterangan dari Kuwu Setu Patok.

"Jelas sudah, Rakim sudah mengakui bukan orang tua IE, kenapa bisa IE bin Rakim dalam dokumen buku nikah, ini jelas ada rekayasa dan cacat secara administrasi. Beberapa kesaksian Rakim juga tidak terbuka ada yang ditutup-tutupi," kata Razman.

Razman menceritakan, bahwa awalnya Somadi pernah didatangi oleh Rakim, tapi kemudian berubah memberikan keterangan hanya kedatangan surat. Pada surat tersebut tertulis menikahkan dan mencatat.

"Somadi ini memberikan keterangan berbelit-belit, kalau tidak jujur dalam memberikan kesaksian di depan majelis hakim kami bisa laporkan memberikan kesaksian palsu. Tadi dia juga teriak-teriak bilang siapa yang enak siapa yang susah. Nah, kalau dia merasa terpojok tinggal jujur saja siapa yang menyuruhnya," jelas Razman.

Selain itu, Somadi juga telah membuat surat pernyataan bahwa pihaknya telah dibohongi oleh Rakim atau yang akrab disapa Pak Le.

Razman menjelaskan, menurut pengakuan Somadi, saat itu pihaknya tidak mengoreksi data-data yang diserahkan oleh Rakim. Data-data tersebut langsung di tanda tangani tanpa dilakukan koreksi terlebih dahulu, termasuk saat meminta tanda tangan Kuwu.

Menurut Razman, kesaksian dari Rakim sudah membuktikan kalau buku nikah Fifi Sofia dan IE cacat administrasi, termasuk dalam pencatatan KUA. Pasalnya, IE bukan bin Rakim seperti data yang di klaim pihak Fifi Sofiah.

"Ini janggal, masa orang mau nikah datanya tidak dikoreksi, siapa yang mau nikah jadi tidak tahu. Begitu juga Kuwunya, diminta tanda tangan langsung teken aja gak koreksi lagi. Jadi dia lihat IE saat menikah di sampingnya ada Rakim, jadi di catat IE bin Rakim, masa iya begitu kerjanya," katanya. 

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Seorang Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88 Antiteror

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 15:54 WIB

Penggrebekan itu berlangsung di sebuah Counter Handphone, tepatnya di Jalan Medokan Sawah 121, Kecamatan Rungkut, Kota S...

Umum - Regional, Seorang Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88 Antiteror, Teroris,Surabaya,Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror

Pemkab Cianjur Dukung Aparat Hukum Tindak Koruptor Anggaran Dana Desa

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 15:45 WIB

Dukungan pemerintah dinyatakan Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman.

Umum - Regional, Pemkab Cianjur Dukung Aparat Hukum Tindak Koruptor Anggaran Dana Desa, Korupsi,Dana Desa,Cianjur

Nyambi Jualan Miras, Tukang Gorengan di Tasik Dibekuk Polisi

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 15:30 WIB

Polsek Tawang Polresta Tasikmalaya mengamankan seorang pedagang gorengan berinisial YM (39), warga Mancogeh, Kelurahan N...

Umum - Regional, Nyambi Jualan Miras, Tukang Gorengan di Tasik Dibekuk Polisi, Miras Tasik,Penjual miras di tasik,miras oplosan,Miras Oplosan Tasik

Lima Pasangan Kepala Daerah di Jabar Resmi Dilantik

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 12:55 WIB

Para kepala daerah yang dilantik diharapkan mampu menjaga integritas, profesionalisme dan turun ke masyarakat terlebih d...

Umum - Regional, Lima Pasangan Kepala Daerah di Jabar Resmi Dilantik, pelantikan bupati terpilih,pelantikan kepala daerah terpilih jabar,pelantikan kepala daerah Jabar,pelantikan bupati terpilih pilkada 2020

Klaster Pesantren di Cipedes Tasikmalaya Tersisa 6 Orang

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 12:12 WIB

2 orang dirawat di RS Purbaratu dan 4 orang Dewi Sartika.

Umum - Regional, Klaster Pesantren di Cipedes Tasikmalaya Tersisa 6 Orang, Klaster pesantren Jabar,Klaster pesantren Covid-19,klaster pesantren Tasikmalaya,klaster pesantren Cipedes,Covid-19 Tasikmalaya,Tasikmalaya,COVID-19

Perajin Peti Mati di Surabaya Sepi, Sisi Lain Penurunan Angka Covid-19

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB

Gudang penyimpanan peti mati itu sudah jarang terisi dan ada bahan baku yang menumpuk.

Umum - Regional, Perajin Peti Mati di Surabaya Sepi, Sisi Lain Penurunan Angka Covid-19, peti mati,COVID-19,Surabaya

Kabupaten Kuningan Zona Merah, Ruang Publik Ditutup

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 09:11 WIB

Penutupan juga berlaku di sejumlah area publik, seperti Alun-alun Kuningan, Alun-alun Cilimus, Alun-alun Ciawigebang, da...

Umum - Regional, Kabupaten Kuningan Zona Merah, Ruang Publik Ditutup, Covid-19 Kuningan,Kuningan zona merah,Zona merah kuningan,Kuningan

5 Calon Kepala Daerah di Jabar Dilantik Hari Ini

Regional Jumat, 26 Februari 2021 | 05:05 WIB

5 Calon Kepala Daerah di Jabar Dilantik Hari Ini

Umum - Regional, 5 Calon Kepala Daerah di Jabar Dilantik Hari Ini, pelantikan kepala daerah Jabar,Gedung Merdeka,calon kepala daerah Jabar,pilkada jabar,pelantikan bupati terpilih,pelantikan kepala daerah terpilih jabar,pelantikan bupati terpilih pilkada 2020

artikel terkait

dewanpers