web analytics
  

Apa Tugas-Tugas Wakil Presiden AS, Kamala Harris?

Jumat, 22 Januari 2021 13:49 WIB
Umum - Internasional, Apa Tugas-Tugas Wakil Presiden AS,  Kamala Harris?, Kamala Harris,Wakil Presiden Amerika Serikat (AS),Barbara Perry,tugas wakil presiden AS,Joe Biden,Barack Obama,Harris mengisi kelemahan Biden

Kamala Harris. ([email protected])

AYOBANDUNG.COM -- Kamala Harris mencetak sejarah sebagai perempuan, warga keturunan Asia Selatan dan kulit hitam pertama yang terpilih sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat (AS). Namun banyak pihak bertanya-tanya, apa tugas Harris ke depan selama mendampingi Biden?

"Sejujurnya, tugas wakil presiden hanya mengisi posisi presiden bila meninggal," kata direktur kajian kepresidenan University of Virginia, Barbara Perry pada BBC, Jumat (22/1).

Perry mengatakan, kecuali bila presiden meninggal atau sakit parah, maka tugas wakil presiden lebih banyak duduk dan menunggu. "Salah satu wakil presiden di awal abad ke-20 pernah mengatakan 'setiap hari saya mengetuk pintu Gedung Putih dan berharap presiden akan menjawabnya'," kata Perry.

Namun, tidak berarti wakil presiden pekerjaan yang mudah. Sembilan dari 45 presiden turun sebelum masa jabatannya berakhir. Delapan di antaranya meninggal dunia, artinya seperlima dari semua presiden. Sehingga membuat wakilnya naik jabatan secara tiba-tiba.

Biden yang berusia 78 tahun, presiden tertua yang pernah dilantik memberi tekanan lebih pada wakilnya. Di masa pemerintahan Presiden Jimmy Carter, peran wakil presiden menjadi lebih besar.

Perry mengatakan, sebagai mantan gubernur Georgia, Carter membangun pencalonannya sebagai orang luar.  "Ia tahu, ia tidak mengenal Washington," kata Perry.

Jadi, jelas Perry, ketika Carter memenangkan pemilihan calon presiden, ia mengajak Walter Mondale. Mondale adalah seorang senator lama AS yang akan menunjukkannya tali dan 'mitra pemerintah yang sebenarnya'.

Hubungan dekat mereka relatif baru, tapi strategi mereka cocok dengan baik. Karena wakil presiden menawarkan keseimbangan geografis dan ideologis bagi presiden. Praktik ini berlanjut hingga saat ini. Barack Obama yang muncul sebagai politisi baru, mengajak Joe Biden yang saat itu sudah 35 tahun di politik.

Donald Trump mengajak Mike Pence, seorang evangelis yang membuatnya dapat dengan mudah menarik kalangan religius. Sementara itu, Harris mengisi kelemahan Biden di usia, gender dan ras. Tidak lama setelah dilantik, Harris langsung bekerja dengan atasan barunya.

BBC melaporkan, Harris menghadiri semua rapat penting selama transisi pemerintahan. Ia membantu membentuk agenda-agenda Biden. Harris memberikan masukan pada 15 perintah eksekutif yang ditandatangani Biden di hari pertamanya. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dudung Ridwan

terbaru

RESMI: Google dan Facebook Wajib Bayar Media untuk Konten Berita, Kapa...

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 16:55 WIB

Bisakah undang-undang yang telah resmi di Australia ini diberlakukan di Indonesia?

Umum - Internasional, RESMI: Google dan Facebook Wajib Bayar Media untuk Konten Berita, Kapan di Indonesia?, facebook,Google,Media,Konten Berita

Ratusan Warga Etiopia Diduga Telah Dibunuh oleh Tentara Eritrea

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 14:50 WIB

Pembunuhan yang telah berlangsung pada 28 dan 29 November 2020.

Umum - Internasional, Ratusan Warga Etiopia Diduga Telah Dibunuh oleh Tentara Eritrea, Pembunuhan Massal,Etiopia

Ganja Berpeluang Dilegalkan di Maroko

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 14:16 WIB

Saat ini, Maroko sebetulnya masih melarang keras produksi dan pemakaian ganja.

Umum - Internasional, Ganja Berpeluang Dilegalkan di Maroko, Ganja,Legal,Maroko,keperluan medis,terapeutik

China Dianggap Telah Lakukan Genosida Muslim Uighur

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 13:46 WIB

Aktivis dan pakar hak asasi manusia mengatakan setidaknya satu juta Muslim ditahan di kamp-kamp di wilayah barat terpenc...

Umum - Internasional, China Dianggap Telah Lakukan Genosida Muslim Uighur, Muslim Uighur,China

Bukan Tanda Kiamat, Turun Salju di Arab Saudi Hanya Hal Normal

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 11:45 WIB

Karena wilayah Utara, yang merupakan lokasi Kota Tabuk, sudah terbiasa turun salju.

Umum - Internasional, Bukan Tanda Kiamat, Turun Salju di Arab Saudi Hanya Hal Normal, salju,Arab Saudi

Malaysia Pulangkan Warga Myanmar saat Kudeta Militer, EU dan AS Kecewa

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 11:25 WIB

Malaysia pada Selasa (23/2/2021) mengirim 1.086 warga Myanmar kembali pulang dengan ke tiga kapal angkatan laut yang dik...

Umum - Internasional, Malaysia Pulangkan Warga Myanmar saat Kudeta Militer, EU dan AS Kecewa, Myanmar,Kudeta Militer,Malayasia,Uni Eropa (UE),Amerika Serikat

Kisah Pilu PSK Jual Bayi untuk Modal Bisnis Miras

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 10:04 WIB

Seorang PSK di Negara Bagian Ebonyi, Nigeria berniat menjual bayinya yang berusia 4 bulan untuk modal bisnis bir. Karena...

Umum - Internasional, Kisah Pilu PSK Jual Bayi untuk Modal Bisnis Miras, PSK,Bayi dijual,Jual Bayi,Bayi PSK,Kisah PSK,Kisah pilu PSK

Heboh Salju Turun di Tabuk Arab Saudi, Pertanda Kiamat?

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 09:27 WIB

Jagat media sosial diramaikan dengan salju yang turun di wilayah Tabuk, Arab Saudi belum lama ini. 

Umum - Internasional, Heboh Salju Turun di Tabuk Arab Saudi, Pertanda Kiamat?, Salju arab,hujan salju arab saudi,salju tabuk arab,tanda kiamat salju di arab,salju,Tanda kiamat,kiamat
dewanpers