web analytics
  

Cina Klaim sebagai Penemu Kimchi, Korea Melawan

Jumat, 22 Januari 2021 06:40 WIB
Umum - Internasional, Cina Klaim sebagai Penemu Kimchi, Korea Melawan, kimchi,Cara Membuat Kimchi,Perang Kimchi,Kimchi Korea Selatan,Cina Klaim Penemu Kimchi

Proses pembuatan kimchi, hidangan tradisional khas Korea Selatan. China berebut klaim dengan Korea Selatan tentang asal usul kimchi. (EPA)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Aktivis sekaligus akademisi Korea Selatan yang terkenal menggunakan iklan untuk menepis klaim Cina tentang negara yang menemukan kimchi. Dia memasang iklan di The New York Times untuk mempromosikan kimchi sebagai kuliner Korea asli.

Profesor Seo Kyoung-duk dari Universitas Sungshin Seoul mengatakan, dia sengaja meluncurkan kampanye yang mengumumkan kimchi sebagai "makanan ikonik Korea" untuk membuat semua orang tahu, kimchi adalah milik orang Korea. Iklan tersebut ditayangkan di Times AS dan edisi internasional pada Senin.

Seo menyebut, dia merasa terdorong untuk memasang iklan sebagai tanggapan terhadap Cina yang dianggap sebagai asal mula hidangan sayuran yang difermentasi tersebut. “Influencer daring Cina, media berita yang dikendalikan negara, pejabat pemerintah, dan bahkan duta besarnya untuk PBB berusaha sekuat tenaga untuk mengambil alih kimchi sebagai sesuatu yang berbau Cina,” kata Seo kepada This Week in Asia.

Beijing belum lama ini memenangkan sertifikasi dari Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) untuk pao cai, hidangan sayur acar dari Provinsi Sichuan di barat daya Cina. Pencapaian itu diberitakan Global Times, tabloid yang berafiliasi dengan Partai Komunis. People's Daily juga melaporkan bahwa pencapaian berstandar internasional untuk industri kimchi dipimpin oleh Cina.

Klaim itu dibantah oleh ISO yang mengklarifikasi bahwa sertifikasi itu untuk pao cai, bukan kimchi. Pao cai adalah hidangan sayur acar khas Cina, tetapi berbeda dari kimchi dalam metode persiapan dan bahan yang digunakan.

Pertengkaran kian meningkat pada awal Januari 2021 ketika duta besar Cina untuk PBB, Zhang Jun, mengunggah foto dirinya di Twitter sambil memegang nampan penuh kimchi. Dia mengajak pengikutnya untuk mencoba beberapa kimchi buatannya.

Video pembuatan kimchi yang diunggah oleh blogger asal Cina Li Ziqi dengan tagar #ChineseFood juga menambah pertengkaran daring dilengkapi kritikan video itu menghina budaya Korea.

Dikutip SCMP, Cina telah menghentikan influencer Korea Selatan setelah dia menambahkan emoji jempol ke komentar daring yang mengkritik Cina karena mengeklaim sebagai asal kimchi. Influencer yang dijuluki Hamzy, dikeluarkan dari situs mikroblog China Weibo dan situs berbagi video Bilibili. Kantor berita Yonhap mengatakan, semua unggahannya dihapus pada Selasa.

Perusahaan yang berbasis di Shanghai Suxian Advertising dan menjalankan akun video Hamzy serta toko daringnya mengatakan, pihaknya berencana untuk mengakhiri kontrak dengannya. Selain itu, juga menutup toko daringnya dan unggahannya.

Hamzy memiliki 2,9 pengikut di Weibo dan 1,3 juta pengikut di Bilibili. Pengguna internet China menyebut, dia telah menghina Cina dengan menunjukkan persetujuannya atas komentar anti-Cina.

“Jika saya harus mengatakan kimchi milik Cina untuk beroperasi di Cina, saya akan berhenti beroperasi di sana,” kata Hamzy melalui akun Youtube-nya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

RESMI: Google dan Facebook Wajib Bayar Media untuk Konten Berita, Kapa...

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 16:55 WIB

Bisakah undang-undang yang telah resmi di Australia ini diberlakukan di Indonesia?

Umum - Internasional, RESMI: Google dan Facebook Wajib Bayar Media untuk Konten Berita, Kapan di Indonesia?, facebook,Google,Media,Konten Berita

Ratusan Warga Etiopia Diduga Telah Dibunuh oleh Tentara Eritrea

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 14:50 WIB

Pembunuhan yang telah berlangsung pada 28 dan 29 November 2020.

Umum - Internasional, Ratusan Warga Etiopia Diduga Telah Dibunuh oleh Tentara Eritrea, Pembunuhan Massal,Etiopia

Ganja Berpeluang Dilegalkan di Maroko

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 14:16 WIB

Saat ini, Maroko sebetulnya masih melarang keras produksi dan pemakaian ganja.

Umum - Internasional, Ganja Berpeluang Dilegalkan di Maroko, Ganja,Legal,Maroko,keperluan medis,terapeutik

China Dianggap Telah Lakukan Genosida Muslim Uighur

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 13:46 WIB

Aktivis dan pakar hak asasi manusia mengatakan setidaknya satu juta Muslim ditahan di kamp-kamp di wilayah barat terpenc...

Umum - Internasional, China Dianggap Telah Lakukan Genosida Muslim Uighur, Muslim Uighur,China

Bukan Tanda Kiamat, Turun Salju di Arab Saudi Hanya Hal Normal

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 11:45 WIB

Karena wilayah Utara, yang merupakan lokasi Kota Tabuk, sudah terbiasa turun salju.

Umum - Internasional, Bukan Tanda Kiamat, Turun Salju di Arab Saudi Hanya Hal Normal, salju,Arab Saudi

Malaysia Pulangkan Warga Myanmar saat Kudeta Militer, EU dan AS Kecewa

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 11:25 WIB

Malaysia pada Selasa (23/2/2021) mengirim 1.086 warga Myanmar kembali pulang dengan ke tiga kapal angkatan laut yang dik...

Umum - Internasional, Malaysia Pulangkan Warga Myanmar saat Kudeta Militer, EU dan AS Kecewa, Myanmar,Kudeta Militer,Malayasia,Uni Eropa (UE),Amerika Serikat

Kisah Pilu PSK Jual Bayi untuk Modal Bisnis Miras

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 10:04 WIB

Seorang PSK di Negara Bagian Ebonyi, Nigeria berniat menjual bayinya yang berusia 4 bulan untuk modal bisnis bir. Karena...

Umum - Internasional, Kisah Pilu PSK Jual Bayi untuk Modal Bisnis Miras, PSK,Bayi dijual,Jual Bayi,Bayi PSK,Kisah PSK,Kisah pilu PSK

Heboh Salju Turun di Tabuk Arab Saudi, Pertanda Kiamat?

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 09:27 WIB

Jagat media sosial diramaikan dengan salju yang turun di wilayah Tabuk, Arab Saudi belum lama ini. 

Umum - Internasional, Heboh Salju Turun di Tabuk Arab Saudi, Pertanda Kiamat?, Salju arab,hujan salju arab saudi,salju tabuk arab,tanda kiamat salju di arab,salju,Tanda kiamat,kiamat
dewanpers