web analytics
  

Kuliner Gang, Tren Penggugah Selera dengan Harga Murah

Kamis, 21 Januari 2021 17:03 WIB Netizen Deffy Ruspiyandy
Netizen, Kuliner Gang, Tren Penggugah Selera dengan Harga Murah, Kuliner gang di Kota Bandung,Kuliner di masa pandemi,Kuliner gang di Ciroyom Bandung,potensi bisnis kuliner gang di kota Bandung

Pemilik Warung Seblak Nonon, Iin Supriatin di depan tempat usahanya. (21/1-2021) (Deffy Ruspiyandy)

Deffy Ruspiyandy

Penulis Artikel dan Penulis Ide Cerita di SCTV.

AYOBANDUNG.COM -- Semasa Pandemi Covid 19 berlangsung dan ketika kafe-kafe, kedai, dan restoran ditutup atau dibatasi waktu operasionalnya, justru memunculkan sebuah tren poisitif. Mereka yang memiliki ide kreatif dan mau berjibaku terjun di bisnis kuliner justru meraup keuntungan.

Bukan memilih lokasi strategis yang dapat menimbulkan keramaian, tetapi mereka memanfaatkan situasi gang sebagai lahan potensi bisnis kuliner yang dijalankannya.

Hasilnya cukup lumayan dan membuat orang-orang di lingkungan terasa dimudahkan untuk bisa menikmati kuliner yang diinginkannya.

“Mungkin sebenarnya orang-orang di sini bisa masak atau makan nasi di warung nasi besar dekat pasar Ciroyom. Namun, karena ada peluang, maka saya berani membuka usaha jualan nasi dan sayur masak dalam gang ini. Saya berpikir di sini banyak para pedagang yang ngontrak dan tinggal tanpa istri, makanya ini menjadi sasaran saya dan buktinya banyak dari mereka membeli nasi ke sini,” terang Royani, ibu dua anak yang kini sedang mengandung anak ketiga dan tinggal di sebuah gang di kawasan RW 08 Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

Royani memulai bisnis ini empat bulan yang lalu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Makanan seperti seblak, pisan krispy, mi bakso, spagheti tulang, mi ayam, jus buah, batagor, roti bakar, mi rebus, nasi goreng, nasi rames, sayur masak, mi tektek, milk bobba, thai thea, dan lain sebagainya ternyata begitu mudah untuk dijangkau dan tanpa harus jauh-jauh mencarinya.

Bahkan ada pula yang pakai layanan antar-tanpa ongkos kirim karena dikirim dalam linkungan satu RW saja. Pesannya cukup dengan menggunakan aplikasi whatsapp dan beberapa menit kemudian datanglah pesanan yang diminta.

Harga yang ditawarkan relatif murah mulai dari lima ribu rupiah sampai sepuluh ribu rupiah. Jadi, konsumen begitu dimanjakan dan begitu mudah untuk dapat menikmati kuliner tersebut. Bahkan, bisnis kuliner dalam gang sendiri ada yang menyediakan fasilitas wifi untuk menarik pelanggannya.

“Harga yang ditawarkan kepada konsumen relatif murah sekitar lima ribuanlah. Saya punya kuliner unggulan karedok tahu walaupun saya juga menjual beragam seblak. Bisnis ini dimulai empat taun silam untuk membantu suami agar bisa menambah penghasilannya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lumayan untungnya antara Rp50.000-100.000 dan biasanya itu habis untuk kebutuhan anak-anak. Tadinya sih ingin juga dikembangkan melalui aplikasi online tapi sayanya malas. Ah, cukup saja konsumen yang ada di dekat rumah dan mereka semua pun sesungguhnya sudah tahu kok,” ungkap Iin Supriatain, ibu dua putra dan satu puteri yang menamai warungnya dengan nama warung seblak “Nonon” dan tinggal di gang Ciroyom III.

Royani penjual nasi dan sayur masak di depan tempat jualannya. (21/1-2021) (Deffy Ruspiyandy)

Senada dengannya, Chumaidy Ismail menjalankan bisnis kuliner dalam gang ini tadinya hanya untuk meramaikan bulan Ramadan saja, tetapi lambat laun ternyata berjualan itu justru mengasyikkan, makanya dilanjutkan saja. Jualan biasanya mulai pukul 12.00 WIB sampai pukul 00.00 WIB dan keuntungan yang didapat biasanya antara 50 ribu sampai 100 ribu yang ditabung dan dipakai kebutuhan sehari-hari.

“Kalau saya menjalankan bisnis kuliner ini dengan Tita, (sang pacar—pen.) sebagai sambilan saja apalagi dia belajar online jadi bisa sambil berbisnis juga,” terang anak pria yang tinggal di Gang Taruna II RW 04 Keluraan Ciroyom.

Hal ini menjadi bukti jika sesungguhnya bisnis kuliner itu tak pernah mati. Tanpa harus mengejar konsumen yang jauh ternyata tetangga terdekat pun bisa menjadi konsumen potensial untuk menghasilkan pundi-pundi uang yang mereka inginkan dan setidaknya untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.

Sasaran mereka mulai dari anak kecil, remaja, dan juga oran dewasa. Bisnis kuliner dalam gang sendiri tidak hanya dilakukan oleh mereka yang sudah berumah tangga saja, tetapi ada juga yan dilakukan oleh pelajar juga mahasiswa. Ada yang dijadikan sebagai usaha utama demi mencari nafkah ada juga usaha sambilan atau sampingan terlebih saat ini banyak anak sekolah yang belajar di rumah dan itu menjadi sasaran sistem penjualan mereka.

“Kalau saya memilih menjual milky bobba ini untuk kebutuan Ramadan saja awalnya. Tetapi ternyata konsumen atau orang-orang di dekat rumah ternyata suka dengan minuman ini. Akhirnya, saya putuskan melanjutkan bisnis kuliner dalam gang ini dan untungnya lumayan bisa buat jajan anak,” kata Yani Mulyani, IRT satu anak yang tinggal di RT 06 RW 08 Ciroyom.

Yani Mulyani sedang membuat Milky Bobba yang hendak dijualnya. (21/1-2021) (Deffy Ruspiyandy)

Baginya, usaha ini menambah aktivitas hariannya selain mengurus anak dan Yani sendiri selain menjual milky bobba ini rupanya ia pun sering menjual kue kalau ada pesanan.

Bisnis kuliner dalam gang sendiri tak bisa dianggap sepele karena jika didaftarkan di google serta pemilik usahanya menggunakan aplikasi online, maka usaha kuliner mereka banyak dikenal oleh masyarakat luas.

Kendati bisnis yang dijalankan di dalam sebuah gang kecil, jika promonya bagus maka banyak konsumen yang memesan dan bahkan ada orang yang tempat tinggalnya jauh sengaja datang tempat usaha kuliner itu dijalankan.

Dengan demikian, bisnis kuliner dalam gang sangat menjanjikan dan merupakan potensi bisnis yang tak bisa disepelekan. Ya, kita pun semua tahu jika bisnis yang tak pernah mati adalah kuliner.

Oleh sebab itu, maka yang berniat bisnis kuliner tak perlu jauh-jauh mencari tempat yang jauh dari rumah. Mari kita manfaatkan gang yang ada dan semoga hal itu menjadi pembuka usaha kita semakin maju dan penuh berkah.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Dudung Ridwan

terbaru

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen Jumat, 14 Mei 2021 | 08:43 WIB

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen, Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?, leuwipanjang,Terminal Leuwipanjang,leuwi,sejarah leuwipanjang,leuwipanjang adalah

Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:30 WIB

Sejatinya, agama (Islam) dan budaya (tradisi) hadir tidak untuk dipertentangkan (dibenturkan).

Netizen, Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran, Tradisi,Lebaran,Idulfitri,Sejarah,Islam,budaya

Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:05 WIB

Pamali atau pemali adalah pantangan atau larangan (berdasarkan adat dan kebiasan).

Netizen, Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda, Pamali,Pemali,Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda,Sunda,Budaya,Tradisi,Takhayul

Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja

Netizen Rabu, 12 Mei 2021 | 16:53 WIB

Bataviaasch Handelsblad dan Java-Bode edisi 8 Mei 1883 antara lain memuat kabar pelelangan barang-barang milik Raden Kar...

Netizen, Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja, raden kartawinata,belanda,suriaatmaja,kabupaten sumedang

Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop

Netizen Selasa, 11 Mei 2021 | 12:01 WIB

Salah satu lagu yang lumayan utuh mendeskripsikan perayaan Lebaran adalah lagu karya komponis masyhur negeri ini, Ismail...

Netizen, Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop, Selamat Hari Lebaran,Ismail Marzuki,Lebaran,Lagu Lebaran,Lagu Selamat Hari Lebaran,Jangan Korupsi

Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:30 WIB

Hal tersebut dapat terjadi karena ada pergeseran norma atau perilaku masyarakat.

Netizen, Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?, Family Issues,Masalah Keluarga,TikTok,pergeseran norma,perilaku masyarakat

Menguatkan Literasi Ramadan

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:05 WIB

Di bulan Ramadan pula, kita membaca Al-Qur’an dengan tujuan agar kita kembali menguatkan literasi kita.

Netizen, Menguatkan Literasi Ramadan, Al-Qur'an,Islam,Literasi,Ramadan

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis
dewanpers