web analytics
  

PMI Bandung Salurkan 340 Labu Plasma Konvalesen

Kamis, 21 Januari 2021 10:13 WIB
Bandung Raya - Bandung, PMI Bandung Salurkan 340 Labu Plasma Konvalesen, Plasma Konvalesen,Donor plasma Konvalesen,Terapi Plasma Darah,pengobatan corona dengan plasma darah,PMI Kota Bandung

Petugas memerlihatkan plasma konvalesen dari seorang warga yang sudah sembuh dari Covid-19 atau penyintas di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI), Jalan Aceh, Kota Bandung, Selasa (19/1/2021). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Palang Merah Indonesia (PMI) telah menyalurkan 340 labu darah plasma konvalesen kepada para pasien Covid-19 di rumah sakit yang membutuhkan. Labu darah plasma konvalesen diperoleh dari para penyintas Covid-19 yang saat terpapar memiliki gejala.

"Dari pendonor 170 sampai 180 orang yang sudah terdistribusi 340 hingga 350, satu donor bisa menjadi dua labu darah," ujar Kepala UTD PMI Kota Bandung, dr Uke Muktimanah saat dihubungi, Kamis (21/1/2021).

Ia melanjutkan, pihaknya tidak memiliki stok darah plasma konvalesen sebab mencari pendonor relatif tidak mudah. Terlebih, ia mengaku terdapat beberapa persyaratan dan standar yang harus dipenuhi agar penyintas Covid-19 dapat mendonorkan plasma konvalesen.

"Kami gak punya stok karena mencari donor penyintas gak mudah," katanya. Beberapa persyaratan yang ia maksud yaitu harus sembuh dari Covid-19 dengan PCR negatif 2 minggu. Selain itu, harus isolasi dengan masa waktu 2 minggu hingga 12 minggu.

Ia melanjutkan, berat badan pendonor harus diatas 55 kg serta berusia 17 tahun hingga 60 tahun. Selain itu, lebih diutamakan pendonor adalah laki-laki sedangkan perempuan yang pernah hamil tidak boleh menjadi pendonor plasma konvalesen.

"Nanti datang ke PMI, dilihat kalau bagus sesuai standar diambil, baru diproses pengambilan darah. Lebih ketat prosedurnya, mendapatkan plasma yang antibodi tinggi supaya membantu pasien diberikan plasma," katanya.

Uke mengatakan, permintaan plasma konvalesen mulai meningkat pada pertengahan Desember 2020.  Ia mengatakan, pihaknya hanya menyediakan plasma konvalesen dari para pendonor sedangkan kewenangan untuk menentukan pasien Covid-19 diberikan plasma konvalesen berasal dari rumah sakit.

"Efeknya sebagai alternatif cukup baik untuk pasien yang kena Covid-19, kewenangan terapi itu kewenangan klinis ini perlu diterapi konvalesen atau gak tergantung klinis. Tugas kami menyiapkan," katanya.

Ia melanjutkan, pihaknya mendorong agar rumah sakit memberikan edukasi dan pemahaman kepada penyintas yang sudah sembuh untuk mendonorkan plasma konvalesen. Terkait dengan kekhawatiran data pribadi akan terungkap, Uke menegaskan bahwa data pendonor dirahasiakan.

"Yang penting bisa membantu, satu labu bisa membantu satu pasien," katanya. Ia menambahkan, PMI telah memiliki sertifikat dari Badan POM untuk mengambil plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 yang mendonorkan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Sempat Terlambat, Gaji Guru PNS di Jabar Mulai Cair

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 22:00 WIB

Setelah sempat terlambat selama 4 hari, Guru PNS di Jawa Barat sudah dapat menerima gaji untuk bulan Maret. Hal itu disa...

Bandung Raya - Bandung, Sempat Terlambat, Gaji Guru PNS di Jabar Mulai Cair, Guru PNS di Jabar,Gaji Guru PNS Cair,Dinas Pendidikan Jabar

Waspada! Begal Nyamar Jadi Ojol

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 21:27 WIB

Seorang pembegal yang menjalankan aksi di Jl. Pare Pandan Raya, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Ban...

Bandung Raya - Bandung, Waspada! Begal Nyamar Jadi Ojol, Begal Nyamar Jadi Ojol,Polrestabes Bandung,Kriminal Bandung

Pemkot Relaksasi Sektor Ekonomi, Sanksi Penindakan Dipertegas

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 20:19 WIB

Pemerintah Kota Bandung berencana merelaksasi sejumlah sektor. Namun di sisi lainnya, Pemkot Bandung juga bakal memperte...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Relaksasi Sektor Ekonomi, Sanksi Penindakan Dipertegas, Pemkot Bandung,Relaksasi Sektor Ekonomi,Sanksi Pelanggar Prokes

Tempat Bermain Anak dan Pertunjukan Seni di Kota Bandung Bakal Dibuka

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 19:20 WIB

Pemerintah Kota Bandung memutuskan untuk memberi relaksasi pada sejumlah sektor kegiatan warga. Di antaranya adalah temp...

Bandung Raya - Bandung, Tempat Bermain Anak dan Pertunjukan Seni di Kota Bandung Bakal Dibuka, Tempat Bermain Anak,Pemkot Bandung,Pertunjukan Seni di Kota Bandung

Kisah Pengamen Bandung, Pandemi Memaksa Mereka Kembali ke Jalanan

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 17:18 WIB

Pandemi Memaksa Mereka Kembali ke Jalan

Bandung Raya - Bandung, Kisah Pengamen Bandung, Pandemi Memaksa Mereka Kembali ke Jalanan, pengamen Bandung,Pengamen Suara Merdu,pengamen berhijab Bandung,Cerita Orang Bandung,Dampak Pandemi Covid-19,Covid-19 Bandung

Kesaksian Warga Soal Banyak Casing Ponsel Copet Alun-alun Bandung

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 16:43 WIB

Kesaksian Warga Soal Banyak Casing Ponsel Hasil Copet Alun-alun Bandung

Bandung Raya - Bandung, Kesaksian Warga Soal Banyak Casing Ponsel Copet Alun-alun Bandung, Copet Alun-alun Bandung,video copet alun-alun Bandung,Copet Bandung,Pencopet di Bandung,Copet

Dinkes Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Kota Bandung Masih Tinggi

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 16:30 WIB

Dinkes Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Kota Bandung Masih Tinggi

Bandung Raya - Bandung, Dinkes Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Kota Bandung Masih Tinggi, PPKM Mikro,Update Covid-19 Kota Bandung,Covid-19 Bandung,PPKM Mikro Bandung,Pasien Covid-19 Bandung,pasien sembuh Covid-19 Bandung,tren positif Covid-19 Kota Bandung

Kisah Pengamen Berhijab Bandung, Penghasilan Melejit Usai Hijrah

Bandung Jumat, 5 Maret 2021 | 16:18 WIB

Kisah Pengamen Berhijab Bandung, Penghasilan Melejit Usai Hijrah

Bandung Raya - Bandung, Kisah Pengamen Berhijab Bandung, Penghasilan Melejit Usai Hijrah, pengamen berhijab Bandung,Cerita Orang Bandung,pengamen Bandung,pengamen berhijab,Rita

artikel terkait

dewanpers