web analytics
  

Wagub Uu Ruzhanul Ulum: Orang Sunda Memiliki Karakter Hebat

Rabu, 20 Januari 2021 21:01 WIB Dudung Ridwan
Umum - Regional, Wagub Uu Ruzhanul Ulum: Orang Sunda Memiliki Karakter Hebat, Panitia Kongres Sunda,Webinar Kongres Sunda,Kongres Sunda,Ekonomi Jawa Barat,Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum,Vaksinasi Covid-19

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. (Dok. Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, suku Sunda adalah salah satu etnis yang cukup besar di Indonesia yang sebagian besarnya berada di Jawa Barat. Sebuah survei mengatakan, kata Uu, ada tiga karakter orang Sunda: Orang Sunda terkenal ramah; orang Sunda menerima siapa pun yang datang ke tanah Sunda; dan orang Sunda terkenal akan sifat gotong royongnya.

Demikian dikatakan Uu dalam Webinar Pra Kongres Sunda yang bertema “Pandangan dan Masukan Kebijakan Pakar terhadap Situasi Pandemi dan Ekonomi Indonesia Tahun 2021”, di Bandung, 19 Januari 2021.

Acara yang dipandu oleh Andri P. Kartasasmita itu, selain dihadiri oleh Wakil Gubernu Jabar, juga menampilkan sejumlah pakar, di antaranya Prof. Dr. Juhaeri, Muchtar, Ph.D. dari University of North Carolina; Prof. Dr. Yaya Rukayadi,  profesor tamu Universitas Putra Malaysia; Prof. Dr. Asep Saefudin,  Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, dan lain-lain.

Menuru Uu, pertama, orang Sunda itu terkenal ramah dan “someah”, dari budi bahasanya, perangainya, maupun perilakunya.

Kedua, orang Sunda itu menerima siapa pun yang datang ke tanah Sunda. Tidak ada batas perbedaan agama, suku, maupun warna kulit. “Bapak Presiden, dalam salah satu acara, pernah mengatakan, kalau ingin melihat miniatur suku-suku yang ada Indonesia, lihatlah Jawa Barat. Sebab, di Jawa Barat semua suku hampir ada. Berarti ada sinkronisasi antar hasil survei di atas dengan apa yang disampaikan bapak Presiden.

Ketiga, orang Sunda terkenal akan sifat gotong royongnya. Sifat ta’awunnya tinggi. Suka saling membantu. Silih asih, silih asah, silih asuh.

Kata Uu, hal itu dibuktikan secara politik. Banyak politikus yang nyalon jadi anggota DPRD, DPRD provinsi, maupun di DPR pusat, sekalipun bukan orang Sunda, ternyata mereka banyak terpilih. Tetapi, ada orang Sunda yang nyalon, tapi tidak terpilih. Karena orang Sunda tidak fanatik suku. Begitu pula di pilkada.

“Ini membuktikan bahwa orang Sunda memiliki karakter yang hebat. Memiliki jiwa negarawan. Memiliki jiwa nasionalisme, patriotisme, dan kebangsaan sehingga tidak pandang bulu, siapa pun yang mau berkiprah--asal mereka dianggap baik--bagi orang Sunda tidak menjadi masalah,” kata Uu.

Namun, kata Uu, orang Sunda menurutnya, maaf, kurang berani dalam bersikap--dan kurang berani membuat sebuah langkah.

Ini bisa dibuktikan bahwa penduduk Jawa Barat yakni 50 juta, tetapi daerah otonomnya cuma punya 27.  Sementara provinsi lain penduduknya kurang dari 50 juta, tapi daerah otonomnya lebih banyak.

“Kita baru menyadari, dengan sedikit daerah otonom, APBN yang datang ke Jawa Barat pun lebi kecil daripada ke provinsi lain. Jawa Barat 10 triliun lebih sedikit dibandingkan provinsi lain. Begitu juga jumlah desa dan kecamatan, kepala daerah, provinsi lain justru lebih banyak,” kata Uu.

Terkait, masalah ekonomi di Jabar, sebelum vaksin, ekonomi Jabar  mengalami pertumbuhan 5,6 persen. Kenaikan itu memang signifikan, tapi tidak sesuai dengan harapan. Sebab, hanya di daerah tertentu saja yang mengalami ekonomi yang dinamik. Tidak merata di 27 kabupaten/kota. “Makanya Pak Gubernur, memerintahkan kepada kami untuk membuat desa wisata yang tujuannya untuk pemerataan ekonomi. Dan program lainnya,” katanya.

Menurutnya, ekonomi di Jabar masih dipegang oleh kelompok tertentu. Tidak merata. Dari hulu sampai hilir, dikuasai kelompok tertentu. Pabrik dan pemasaran dikuasai kelompok tertentu.

Oleh karena itu, pemerintah punya tanggung jawab dan kewajiban untuk pemerataan ekonomi. Setelah covid, pertembuhan ekonomi Jabar terjun bebas minus 5,8 persen. Sebelum PSBB, ekonomi tidak turun sekalipun ada corona, tapi setelah PSBB, turun.

“Alhamdulillah, akhir-akhir pertumbuhan ekonomi kita naik 2 persen dan ekspor kita sudah mulai berjalan,” pungkasnya.

Masalah Vaksinasi

Sementara itu, Prof. Dr. Juhaeri, Muchtar, Ph.D. pakar epidemiologi dari University of North Carolina mengatakan, untuk merespons mereka yang menolak vaksinasi, ia mengusulkan kepada pemerintah untuk mengedepankan trasparansi dan kejelasan informasi tentang vaksin dan hal itu mesti disampaikan terus-menerus.

“Memang soal vaksinasi ini pasti masyarakat terbagi dua, yang pro maupun yang kontra,” katanya.

Yang kontra pun terbagi dua, yaitu masyarakat yang menanti dan berharap mendapatkan kejelasan dari pemerintah karena kesimpangsiuran informasi. Dan, yang terakhir, pasti ada yang menolak. Apa pun penjelasan dari pemerintah, mereka tetap menolak.

 

Editor: Dudung Ridwan

terbaru

Geger Koboi Jalanan di Cianjur, Todongkan Senjata Airsoftgun

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 20:46 WIB

Aksi koboi jalanan yang dilakukan seorang pemuda anak pensiunan guru. Pelaku akan segera dipanggil pihak Satreskrim Polr...

Umum - Regional, Geger Koboi Jalanan di Cianjur, Todongkan Senjata Airsoftgun, Koboi Jalanan Cianjur,Polres Cianjur,penodongan senjata airsoft gun

Motor Honda Jadi Incaran Favorit Maling di Tasikmalaya

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 20:22 WIB

Sepeda motor merek Honda terutama jenis Vario menjadi incaran favorit para maling di Kota Tasikmalaya.

Umum - Regional, Motor Honda Jadi Incaran Favorit Maling di Tasikmalaya, Maling motor,Motor Honda,Curanmor di Tasikmalaya,Polresta Tasikmalaya

Lina Ruzhan Serahkan 100 Paket Sembako di Subang

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 20:12 WIB

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Jawa Barat (Jabar) Lina Marli...

Umum - Regional, Lina Ruzhan Serahkan 100 Paket Sembako di Subang, Lina Marlina Ruzhan,Baksos PPLIPI Jabar,Pembagian Paket Sembako

2 Pekerja Migran Asal Cianjur Terpapar Virus Corona B117

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 20:08 WIB

Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur sudah mengidentifikasi dua orang pekerja migran asal Cianj...

Umum - Regional, 2 Pekerja Migran Asal Cianjur Terpapar Virus Corona B117, Pekerja Migran Asal Cianjur,Virus Corona B117 di Cianjur,virus corona B117,Virus Corona Varian Baru

Harga Cabai Domba di Tasikmalaya Tembus Rp120 Ribu

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 19:48 WIB

Harga cabai domba di Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan cabai sud...

Umum - Regional, Harga Cabai Domba di Tasikmalaya Tembus Rp120 Ribu, Cabai Domba,Harga Cabai Naik,Pasar Induk Cikurubuk,Cabai Domba di Tasikmalaya

6.000 Pelayan Masyarakat Ikuti Vaksinasi Covid-19 di Cianjur

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 19:46 WIB

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terus dilakukan secara masif Pemkab Cianjur bagi pelayan masyarakat. Saat ini sudah menca...

Umum - Regional, 6.000 Pelayan Masyarakat Ikuti Vaksinasi Covid-19 di Cianjur, Vaksinasi Covid-19 di Cianjur,Vaksinasi Pelayan Masyarakat,Pemkab Cianjur,Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur

Curah Hujan Tinggi, Ancaman Bencana Mengintai Ciayumajakuning

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 19:00 WIB

Cirebon masih diintai ancaman bencana hidrometeorologi, menyusul potensi tingginya curah hujan pada Maret 2021.

Umum - Regional, Curah Hujan Tinggi, Ancaman Bencana Mengintai Ciayumajakuning, Curah Hujan Tinggi,Ciayumajakuning,BMKG Majalengka,Bencana Ciayumajakuning

Pastikan Anggota Bebas Narkoba, Polres Tasikmalaya Gelar Tes Urine

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 18:56 WIB

Guna memastikan, seluruh anggota Kepolisian Polres Tasikmalaya terbebas dari penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang,...

Umum - Regional, Pastikan Anggota Bebas Narkoba, Polres Tasikmalaya Gelar Tes Urine, Polres Tasikmalaya,Tes Urine Polres Tasikmalaya

artikel terkait

dewanpers