web analytics
  

Dilematis Pedagang Daging Sapi di Kota Bandung, Siap Mogok Jualan?

Rabu, 20 Januari 2021 19:02 WIB
Bandung Raya - Bandung, Dilematis Pedagang Daging Sapi di Kota Bandung, Siap Mogok Jualan?, Pedagang Daging Sapi di Kota Bandung,Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan,Harga Daging Sapi Naik

Pedagang Daging Sapi di Kota Bandung. (Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pedagang daging sapi di Pasar Kosambi Kota Bandung kini tengah menghadapi pilihan yang dilematis. Pasalnya, harga daging di Rumah Potong Hewan (RPH) naik namun mereka tidak dapat menaikan harga jual ke konsumen.

Seorang pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, Rizky (60) mengatakan, harga daging sapi merangkak naik semenjak libur Natal dan tahun baru lalu.

Ia mengaku bingung karenja harga di Rumah Potong Hewan (RPH) naik namun tidak bisa menaikkan harga di pasaran. Ia mengungkapkan jika harga dinaikkan maka pelanggan akan kabur.

“Ga bisa naik, karena konsumen yang belinya komplen kalau naik, tapi kondisi harga memang sekarang naik, dan harusnya dinaikkan lagi. Tapi kondisinya sudah gini nanti tambah kacau,” ungkapnya kepada Suara.com, ditemui di Pasar Kosambi, Rabu (20/1/2021).

Dengan kondisi tersebut, Rizky terpaksa hanya mendapat untung yang sangat tipis. Ia memilih menjual dengan harga normal ketimbang harus kehilangan para pelanggannya.

Saat ini harga daging sapi yang dijual perkilogramnya berkisar Rp120-125 ribu rupiah. Untuk harga sengkel paha Rp 120 ribu per kilogram, paha belakang dan sirloin seharga Rp125 per kilogram dan daging khas dalam seharga Rp150 ribu rupiah per kilogram. Sementara untuk harga tulang Rp 90 ribu per kilogram.

“Dijual dengan harga normal kita ga bisa naikin, karena pembeli juga banyak ngeluh. Otomatis ngurangin untungnya biasanya Rp 5 ribu sekarang jadi Rp 3 ribu aja, dinaikin juga gada yang belinya. Sekarang aja sudah sepi banget,” ungkapnya.

Ketika ditanyain mengenai aksi mogok julana, Rizky mengungkapkan saat ini belum ada arahan dari asosiasi pedagang daging. Namun jika nantinya ada, ia mengaku siap untuk mogok.

“Ada info kalau pedagang di Ciroyom sudah demo karena naik terus, kita belum ada arahan mogok jualan, kalau ada arahan mogok semuanya, saya ikut mogok,” ungkapnya.

Perempuan yang hampir 20 tahun menjual daging sapi itu berharap pemerintah bisa menstabilkan harga daging lokal, jika perlu agar daging lokal dan impor harga tidak perlu jauh berbeda.

“Berharap harga daging stabil, minimal sama dengan daging impor, lebih murah. Pembeli cenderung beli impor, bagusnya daging lokal harga impor. Pembelinya jadi bertambah. Padahal kualitas lebih bagus yang lokal,” ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang daging sapi lainnya Umi Eti (55), ia mengaku meski saat ini ada kenaikan daging di RPH namun masih menjual dengan harga normal.

“Kalau laku inginnya jual Rp 130 ribu perkilo, tapi tidak laku. Kasian juga ke para pembelinya. Apalagi dalam kondisi sekarang lagi Covid, biasanya pada pesen 5 kilo sekarang hanya sekilo,” ungkapnya.

Umi sendiri mengaku bingung alasan naiknya harga daging sapi, karena tidak seperti biasanya. Ia memaklumi jika naik dalam kondisi menjelang lebaran.

“Kalau lebaran naik tidak apa-apa, tapi sekarang naik, mana jualannya keadaan begini, tidak tahu alasannya apa. Dari sana enak naik, kalau di sini jualnya susah,” ungkapnya.

“Untung ngambil tipis banget ketimbang langganan tidak beli apa boleh buat. Kalau langganan ga bisa dinaikin, kasian, yang penting langgana jalan biarpun sedikit,” imbuhnya.

Wanita yang menjadi orang tua tunggal itu mau tidak mau harus menjajakan dagangannya meski hanya meraup sedikit keuntungan, hal tersebut tentu untuk memenuhi kebutuhan dapur. Ia berharap agar harga daging sapi bisa stabil kembali.

“Harapannya bisa stabil jangan naik terus, saya juga bingung cuman ini kerjaan. Anak-anak juga kena dampak pandemi tidak ada kerjaan, jadi mau tidak mau harus tetap jualan meski kondisinya begini,” ungkapnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Vaksin Covid-19 untuk Pedagang Pasar Kota Bandung Dimulai di Pasar Sed...

Bandung Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:11 WIB

Pasar Sederhana menjadi tempat perdana digelarnya vaksinasi massal bagi pedagang pasar.

Bandung Raya - Bandung, Vaksin Covid-19 untuk Pedagang Pasar Kota Bandung Dimulai di Pasar Sederhana, Vaksin Covid-19 untuk Pedagang Pasar,vaksinasi Pedagang Pasar Kota Bandung,vaksinasi massal bagi pedagang pasar,Pasar Sederhana,Vaksinasi di pasar,Vaksinasi Covid-19,pedagang pasar di Kota Bandung,Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 27 Februari 2021

Bandung Sabtu, 27 Februari 2021 | 05:23 WIB

Lokasi SIM Keliling Online Kota Bandung, Sabtu (27/2/2021) berada di 2 lokasi.

Bandung Raya - Bandung, Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 27 Februari 2021, SIM Keliling Kota Bandung,Lokasi SIM Keliling Kota Bandung,Jadwal SIM Keliling Kota Bandung,lokasi perpanjangan SIM di Kota Bandung,Lokasi perpanjangan SIM Bandung hari ini,Polrestabes Bandung,syarat memperpanjang SIM,biaya perpanjangan SIM di Bandung

Prakiraan Cuaca Kota Bandung Hari Ini 27 Februari 2021

Bandung Sabtu, 27 Februari 2021 | 04:41 WIB

Cuaca Bandung hari ini, Sabtu (27/2/2021) diprediksi hujan ringan siang hingga malam.

Bandung Raya - Bandung, Prakiraan Cuaca Kota Bandung Hari Ini 27 Februari 2021, Cuaca Kota Bandung,prakiraan cuaca Kota Bandung,prakiraan cuaca Kota Bandung hari ini,Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung,Cuaca Bandung Terkini

Waktu Salat Bandung dan Sekitarnya 27 Februari 2021

Bandung Sabtu, 27 Februari 2021 | 01:08 WIB

Berikut jadwal salat Kota Bandung dan sekitarnya, Sabtu (27/2/2021)

Bandung Raya - Bandung, Waktu Salat Bandung dan Sekitarnya 27 Februari 2021, Waktu salat Bandung,Waktu salat Bandung dan sekitarnya hari ini,waktu salat Bandung Hari ini,jadwal salat Kota Bandung,Zikir sesudah salat,salat lima waktu,salat tepat waktu

5 Kepala Daerah di Jabar Hasil Pilkada Serentak 2020 Resmi Dilantik

Bandung Jumat, 26 Februari 2021 | 20:01 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik lima kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2020 di Gedung Merdeka, Kota Bandung...

Bandung Raya - Bandung, 5 Kepala Daerah di Jabar Hasil Pilkada Serentak 2020 Resmi Dilantik, Pelantikan 5 Kepala Daerah di Jabar,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Ridwan Kamil Lantik 5 Kepala Daerah,Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak

Jabar Siap Perbaiki 150 Rumah Rusak Akibat Bencana

Bandung Jumat, 26 Februari 2021 | 19:02 WIB

Kerusakan rumah warga akibat bencana banjir di Kabupaten Bekasi mulai diinventarisasi agar bisa segera diperbaiki. Pemer...

Bandung Raya - Bandung, Jabar Siap Perbaiki 150 Rumah Rusak Akibat Bencana, Rumah Rusak Akibat Bencana,Disperkim Jabar,Rumah Rusak Akibat Banjir Bekasi

Covid-19 Kota Bandung Meningkat 219 Kasus dalam Sehari

Bandung Jumat, 26 Februari 2021 | 16:19 WIB

Angka tersebut mengalami peningkatan 219 kasus dibanding hari sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada kasus Covid-19 akti...

Bandung Raya - Bandung, Covid-19 Kota Bandung Meningkat 219 Kasus dalam Sehari, Kasus positif Covid-19 di Kota Bandung,Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung,kasus Covid-19 aktif

Pemkot Bandung Bakal Tata PKL Kawasan Tegallega

Bandung Jumat, 26 Februari 2021 | 15:48 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tegallega.

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Bakal Tata PKL Kawasan Tegallega, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana,Penataan PKL, tegalega

artikel terkait

dewanpers