web analytics
  

Kupat Tahu Tasikmalaya: Ditekan Harga Kedelai, Dihempas PPKM

Selasa, 19 Januari 2021 14:34 WIB Irpan Wahab Muslim
Gaya Hidup - Kuliner, Kupat Tahu Tasikmalaya: Ditekan Harga Kedelai, Dihempas PPKM, Kupat Tahun Mangunreja,kupat tahu Tasikmalaya,Kupat Tahu,Harga kedelai naik

Kupat Tahu Mangunreja, Tasikmalaya. (AyoBandung.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Lina (36) dirundung bimbang. Penjual kupat tahu di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, ini gelisah karena harus mengeluarkan kocek yang lebih dalam lantaran harga tahu merangkak naik.

Kenaikan harga ini disebabkan oleh melambungnya harga kedelai hingga mencapai Rp9.500 per kilogram pekan lalu. Makanan berbahan kedelai seperti tempe dan tahu sempat langka di pasaran. Jikalau ada, bentuknya sudah diperkecil.

Lina mengaku khawatir akan kehilangan pembeli jika menaikkan harga kupat tahu yang dijualnya. Saat ini, satu piring kupat tahunya dihargai Rp8.000.

"Mau dinaikan takut tidak ada yang beli. Ya kalau terus naik harga tahu tempe, pedagang kecil akan terancam rugi," ujar Lina, kepada Ayotasik.com, Senin (4/1/2021).

Lina (36), pedagang kupat tahu di Singaparna. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

Kekhawatiran Lina beralasan. Maesaroh (35), pelanggan kupat tahu Lina, mengatakan, ia berharap harga makanan tersebut tidak dinaikkan. Menurutnya, harga yang terlalu mahal akan menyurutkan niat pelanggan untuk menyantapnya setiap hari.

"Biasanya satu porsi Rp6.000-Rp8.000, kalau naik sampai Rp10.000 jadi malas beli, mending beli tempe tahunya langsung. Ya harapannya baik untuk semuanya, harga kacang kedelai bisa stabil lagi, supaya harga tahu tempe normal dan pedagang serta masyarakat tidak terbebani," tutur Maesaroh.

Belum selesai masalah harga kedelai yang meroket, kupat tahu Tasikmalaya kembali terimbas kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Meski Tasikmalaya tidak menerapkan PPKM, namun penjual kupat tahu mengaku kehilangan 40% pembeli.

Pengelola kupat tahu Mangunreja, Lala Nurlaela (40) mengatakan, dampak PPKM terhadap penjualan sangat terasa terutama pembeli dari luar kota.

 “Ada dampaknya, sekarang mah pembeli kebanyakan dari wilayah Tasik saja, kalau daerah lain justru udah tidak ada, “ ucap Lala, Senin (18/1/2021).

Pedagang kupat tahu Mangunreja. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

Pada kondisi biasa, ia mengaku mampu menjual 400 porsi kupat tahu. Namun sejak diberlakukan PPKM, ia hanya mampu menjual 200 hingga 250 porsi saja.

“Akhir pekan biasanya ramai dari luar kota, ada dari Bandung, Jakarta yang kebetulan lewat ke sini mampir. Sekarang mah akhir pekan paling kebanyakan orang tasik, orang Singaparna saja, “ tutur Lala.

Lala mengakui, saat pandemi Covid-19 melanda, pendapatan dari hari ke hari semakin menurun. Terlebih lagi adanya pengetatan di beberapa wilayah.

Ia berharap, setelah vaksinasi merata untuk seluruh warga, perekonomian kembali meningkat dan kunjungan ke warung kupat tahu mangunreja semakin ramai.

Kupat Tahu Mangunreja yang dikelola Lala sudah ada sejak 1955. Berbeda dengan kupat tahu lainnya, tekstur kupat yang disediakan di sini lebih padat dan bumbu kacangnya tidak ditumbuk secara halus. 

Lala menuturkan, Kupat Tahu Mangunreja dirintis oleh buyutnya bernama Usam dan Ochi pada 1955. Awalnya mereka berjualan dengan dipikul berkeliling dari kampung ke kampung.

Generasi kedua dilanjutkan oleh Maman dan Tirah dan saat ini diurus oleh Lala. Namun meski sudah turun temurun, resep kupat tahu tetap terjaga dengan baik. Maka tidak salah, saat ini masih banyak orang-orang yang penasaran dengan rasa Kupat Tahu Mangunreja.

"Alhamdulilah ada pelanggan dari ibu saya, ada pelanggan saya dan banyaknya pelanggan baru. Insyaalloh kita masih menjaga cita rasa sampai kapanpun," ujar Lala.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Ngopi Asik Sambil Diskusi di Kopi Nusantara Dusun Bambu Lembang

Kuliner Jumat, 26 Februari 2021 | 15:13 WIB

Ngopi di Kopi Nusantara Dusun Bambu, tidak hanya sekedar menikmati secangkir minuman buatan para barista. Di coffee shop...

Gaya Hidup - Kuliner, Ngopi Asik Sambil Diskusi di Kopi Nusantara Dusun Bambu Lembang, Dusun Bambu,Coffee Shop Bandung,Kopi Nusantara Dusun Bambu,Kopi Nusantara Bandung,Dusun Bambu lembang, kuliner bandung,tempat ngopi bandung,nusantara coffee bandung,ngopi di lembang

Odading di Posisi Teratas Resep Paling Dicari Selama 2020

Kuliner Jumat, 26 Februari 2021 | 11:38 WIB

Adapun resep makanan lokal yang paling banyak dicari adalah resep odading dengan peningkatan persentase 700%, resep baks...

Gaya Hidup - Kuliner, Odading di Posisi Teratas Resep Paling Dicari Selama 2020, Resep Odading,Resep paling dicari 2020,Odading viral,Odading Bandung,Odading

Mau Coba Sate Kuda? Sate Kuda Pak Awan Satu-Satunya Sate Kuda di Bandu...

Kuliner Kamis, 25 Februari 2021 | 15:13 WIB

Menurut Awan Rusmanandar (60), pemilik gerai Sate Kuda, daging kuda dapat menyembuhkan penyakit asma, alergi, diabetes,...

Gaya Hidup - Kuliner, Mau Coba Sate Kuda? Sate Kuda Pak Awan Satu-Satunya Sate Kuda di Bandung, sate kuda Pak Awan,sate kuda,sate kuda pak awan bandung,harga sate kuda pak awan,lokasi sate kuda pak awan

“Si Madu” dan Jenis Buah Nanas yang Paling Enak

Kuliner Selasa, 23 Februari 2021 | 11:59 WIB

Banyak sekali para pedagang yang menjajakkan buah nanasnya dengan menyebut “si Madu”. Padahal buah itu adalah nanas bias...

Gaya Hidup - Kuliner, “Si Madu” dan Jenis Buah Nanas yang Paling Enak, macam buah nanas,jenis nanas konsumsi,jenis buah nanas,jenis buah nanas paling enak,Varietas Cayenne,Nanas Queen,si Madu,varietas Spanish

Ini Kuliner Bandung yang Masuk 10 Besar Makanan Tradisional Terbaik Du...

Kuliner Jumat, 19 Februari 2021 | 13:48 WIB

Di laman situs TasteAtlas, beberapa makanan khas yang diasosiasikan dengan Kota Bandung di antaranya adalah mie kocok, b...

Gaya Hidup - Kuliner, Ini Kuliner Bandung yang Masuk 10 Besar Makanan Tradisional Terbaik Dunia, Kuliner khas Bandung,Kuliner legendaris Bandung,Cireng Cipaganti,Kupat Tahu Gempol,Mie Kocok Bandung,surabi Cihapit,Batagor Bandung

Lays dan Cheetos Bakal Berhenti Diproduksi Mulai Agustus 2021

Kuliner Kamis, 18 Februari 2021 | 10:31 WIB

Perusahaan multinasional yang bergerak di industri minuman dan makanan ringan PepsiCo telah menyetujui penjualan saham m...

Gaya Hidup - Kuliner, Lays dan Cheetos Bakal Berhenti Diproduksi Mulai Agustus 2021, PepsiCo,PepsiCo doritos,produk makanan PepsiCo,makanan PepsiCo tidak produksi lagi,keripik lays PepsiCo,snack produksi PepsiCo,Lays,Cheetos

6 Restoran yang Jadi Favorit Bintang K-Pop

Kuliner Kamis, 18 Februari 2021 | 07:21 WIB

Penggemar K-pop tak akan melewatkan kesempatan untuk bisa merasa lebih dekat dengan idola mereka. Salah satunya dengan m...

Gaya Hidup - Kuliner, 6 Restoran yang Jadi Favorit Bintang K-Pop, K-Pop,idol k-pop,restoran korea,restoran korea favorit idol k-pop

Mie Kocok Persib Rasanya Juara seperti Persib

Kuliner Senin, 15 Februari 2021 | 16:06 WIB

Meskipun begitu, penggemar Mie Kocok Persib datang dari semua kalangan karena rasanya.

Gaya Hidup - Kuliner, Mie Kocok Persib Rasanya Juara seperti Persib, Mie Kocok Persib,Mie kocok Persib Bandung,Mie kocok legendaris Bandung,harga mie kocok Persib,mie kocok terkenal di Bandung

artikel terkait

dewanpers