web analytics
  

Ini Tanggapan Ketua Satgas IDI atas Pesan Berantai Soal Vaksin Jokowi Gagal

Selasa, 19 Januari 2021 13:50 WIB Aini Tartinia
Umum - Nasional, Ini Tanggapan Ketua Satgas IDI atas Pesan Berantai Soal Vaksin Jokowi Gagal, Vaksin Jokowi Gagal,Disuntik Vaksin Covid-19,pesan berantai

Presiden Joko Widodo disuntik vaksin Covid-19 Sinovac di Istana Negara, Rabu (13/1/2021) (Sekretariat Presiden)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban resah dengan adanya pesan berantai di media sosial tentang anggapan vaksinasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) gagal dan perlu diulang. Injeksi vaksin terhadap tubuh manusia tidak harus tegak lurus 90 derajat.

Zubairi mengatakan, merebaknya isu vaksinasi Presiden Jokowi gagal dan harus diulang itu berawal dari pesan seorang dokter di daerah Cirebon, Jawa Barat yang menyatakan injeksi vaksin Covid-19 Sinovac seharusnya intramuskular (menembus otot), sehingga penyuntikannya harus dilakukan dengan tegak lurus 90 derajat.

"Menurut dokter itu, vaksin yang diterima @jokowi tidak menembus otot, karena tidak 90 derajat, sehingga dianggapnya vaksin tersebut tidak masuk ke dalam darah dan hanya sampai di kulit (intrakutan) atau di bawah kulit (subkutan). Apakah benar?," cuit akun Twitter resminya @ProfesorZubairi yang dikutip Ayojakarta, Selasa (19/1/2021).

Zubairi menegaskan, hal tersebut tidaklah benar. Sebab, menyuntik tidak harus selalu tegak lurus dengan cara intramuskular. Hal itu, kata dia, merupakan pemahaman lama alias usang dan jelas sekali kepustakaannya dalam penelitian berjudul "Mitos Injeksi Intramuskular Sudut 90 Derajat”.

Penelitian itu ditulis oleh DL Katsma dan R Katsma, yang diterbitkan di National Library of Medicine pada edisi Januari-Februari 2000. Intinya, persyaratan sudut 90 derajat untuk injeksi intramuskular itu tidak realistis.

Pasalnya, trigonometri menunjukkan, suntikan yang diberikan pada 72 derajat, hasilnya itu mencapai 95% dari kedalaman suntikan yang diberikan pada derajat 90. Artinya, apa yang dilakukan Profesor Abdul Muthalib sudah benar dan tak perlu diragukan.

"Pertanyaan selanjutnya, apakah ada risiko terjadi Antibody Dependent Enhancement (ADE), kondisi di mana virus mati yang ada di dalam vaksin masuk ke jaringan tubuh lain dan menyebabkan masalah kesehatan?," sambung cuitanya.

Zubairi menyatakan, semua itu tidak terbukti di uji klinis satu, dua dan tiga bahwa ADE itu terjadi pada vaksin Covid-19 Sinovac. Dahulu, pernah diduga terjadi pada vaksin demam berdarah. Namun, dia tidak tahu lagi perkembangannya.

"Lebih jauh lagi, apakah tubuh kurus dan tidak punya pengaruh dengan ukuran jarum suntik? Ya, kalau obesitas berlebihan, tentu jaringan lemaknya banyak. Jadi, untuk masuk ke otot jadi lebih sulit. Dokter yang nantinya bisa menilai ukuran jarum suntik itu ketika akan divaksin," pungkasnya.

 

Editor: A. Dadan Muhanda

terbaru

Yasonna Minta SBY dan AHY Tidak Menuding Pemerintah

Nasional Selasa, 9 Maret 2021 | 14:04 WIB

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly menegaskan, pihaknya akan bersikap objektif dalam permasalahan yang te...

Umum - Nasional, Yasonna Minta SBY dan AHY Tidak Menuding Pemerintah, Yasonna Laoly,Menkumham Yasonna Laoly,Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

LRT Jakarta Buka Banyak Loker! Ini Info Lengkapnya

Nasional Selasa, 9 Maret 2021 | 13:11 WIB

Layanan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta dikelola oleh PT LRT Jakarta yang merupakan anak perusahaan dari PT Jakarta Pro...

Umum - Nasional,  LRT Jakarta Buka Banyak Loker! Ini Info Lengkapnya, Lowongan LRT,Lowongan manisnis,Lowongan Jakarta,Lowongan Kerja,LRT Jabodetabek

Jadwal Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 14

Nasional Selasa, 9 Maret 2021 | 12:14 WIB

Masyarakat sedang menanti pembukaan program Kartu Prakerja gelombang 14. Hingga saat ini, belum diketahui pasti mengenai...

Umum - Nasional, Jadwal Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 14, prakerja Gelombang 14,Kartu Prakerja gelombang 14,Pendaftaran Kartu prakerja gelombang 14,Syarat Kartu prakerja gelombang 14,Kartu Prakerja

Buntut Bupati Lebak Berniat Santet Moeldoko, Banten Kota Religi Jadi K...

Nasional Selasa, 9 Maret 2021 | 10:45 WIB

Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid menilai ucapan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mau santet Moeldoko sangat...

Umum - Nasional, Buntut Bupati Lebak Berniat Santet Moeldoko, Banten Kota Religi Jadi Kota Santet, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya,Bupati Lebak,Moeldoko,Banten Kota Santet

Duh! Jual Beli Vaksin di Pasar Gelap Makin Marak

Nasional Selasa, 9 Maret 2021 | 09:44 WIB

Peneliti Kaspersky menemukan vaksin Covid-19 dijual bebas di pasar gelap. Kaspersky memeriksa 15 pasar berbeda di Darkne...

Umum - Nasional, Duh! Jual Beli Vaksin di Pasar Gelap Makin Marak, Vaksin Covid-19,vaksin corona,Vaksin dijual di pasar gelap,pasar gelap

Pemerintah Ajak Swasta Buat Vaksin Merah Putih

Nasional Selasa, 9 Maret 2021 | 09:22 WIB

Pemerintah membuka peluang kerjasama dengan pihak industri swasta nasional untuk turut serta menyukseskan percepatan pen...

Umum - Nasional, Pemerintah Ajak Swasta Buat Vaksin Merah Putih, Vaksin Merah Putih,Pembuatan Vaksin Merah Putih,vaksin corona,Vaksin Covid-19,swasta,perusahaan swasta vaksin

Marzuki Alie dan Kawan-kawan Gugat AHY ke PN Jakarta Pusat

Nasional Selasa, 9 Maret 2021 | 09:08 WIB

Mantan ketua DPR RI Marzuki Alie melayangkan gugatan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)...

Umum - Nasional, Marzuki Alie dan Kawan-kawan Gugat AHY ke PN Jakarta Pusat, Kudeta Demokrat,moeldoko kudeta demokrat,marzukie ali,Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),AHY dilaporkan ke PN Jakpus

UNIQLO Luncurkan Koleksi +J Spring/Summer, Energi Musim Semi

Nasional Senin, 8 Maret 2021 | 11:26 WIB

UNIQLO Luncurkan Koleksi +J Spring/Summer, Energi Musim Semi

Umum - Nasional, UNIQLO Luncurkan Koleksi +J Spring/Summer, Energi Musim Semi, Baju
dewanpers