web analytics
  

Potong Bansos Rp100.000, Pengurus RW di Bekasi Minta Maaf

Senin, 18 Januari 2021 15:56 WIB
Umum - Regional, Potong Bansos Rp100.000, Pengurus RW di Bekasi Minta Maaf, uang bansos dipotong,korupsi Bansos Bekasi,Pemotongan uang bansos Bekasi,Bansos Bekasi,Bekasi

Sekretaris RW 01, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, Edi Hidayat menunjukan daftar nama warga yang tidak menerima Bantuan Sosial Tunai (BST). (Suara.com/Nihah)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Pengurus RW di Bekasi yang memotong dana Bantuan Sosial Tunai (BST) atau bansos tunai sebesar Rp100.000 meminta maaf. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Camat Medan Satria Bilang Nauli Harahap meyusul potongan dana bansos tunai di RW 01,

Dia mengatakan, pengurus RW 01, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria yang terlibat persoalan potongan dana bansos tunai sebesar Rp100.000 meminta maaf. Mereka mengakui sudah membuat kebijakan yang salah.

Nauli meyakini tidak ada niatan para pengurus RW untuk mengambil keuntungan pribadi dalam membuat kebijakan tersebut

"Mereka merasa membuat kebijakan yang salah dan meminta maaf. Walaupun mungkin maksudnya benar karena memberikan kepada yang tidak ada di list. Saya yakin RW itu tidak ada maksud buat kantong pribadi lah ya," katanya, Senin (18/1/2021).

Saat ini, kata dia, uang sebesar Rp100.000 tersebut sudah dikembalikan kepada penerima BST sesuai data.

"Saat itu juga lurah memerintahkan untuk segera dikembalikan. Nah kemarin hari Sabtu itu sudah dikembalikan," ujarnya.

Ke depannya, kata Nauli, akan dilakukan pengawasan secara ketat agar kejadian serupa tidak terulang.

"Nanti kita BST tahap dua udah kita tekankan lagi tidak boleh ada yang ini (memotong dana bansos), kan ada rapat yah di pemkot. Terhadap yang tadi dianggap masih layak coba kita usulkan ke Kemensos mudah mudahan dialokasikan," tutupnya.

Terpisah, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memerintahkan camat untuk melarang lurah dan pengurus Rukun Warga (RW) melakukan pemotongan BST atau bantuan sosial tunai. Hal itu menyusul potongan dana BST yang dilakukan pengurus RW di Kota Bekasi.

Rahmat Effendi mengatakan, dia sudah meminta camat Bekasi Utara dan Medan Satria untuk membuat surat edaran bagi lurah, RW dan tokoh masyarakat terkait dengan hal potongan dana bansos tunai.

"Termasuk ke si penerima, bahwa tidak ada, tidak boleh ada kebijakan dari Kemensos dapat Rp300.000 rupiah dipotong untuk ini untuk itu atau dibagi dua dengan orang yang belum menerima, tidak ada," kata Rahmat.

Rahmat menegaskan, pengurus RW melalui lurah dapat mengajukan nama warga yang sesuai kriteria penerima BST dan belum menerima bantuan agar masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Kalau orang yang belum menerima ya kita update datanya, nanti kita ajukan lagi sesuai kriterianya memenuhi" ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Bantuan Sosial Tunai atau BST di RW 01, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi dipotong pengurus RW sebesar Rp100.000.

Salah seorang warga menyebut bahwa pungutan dilakukan berdasarkan kesepakatan rapat bersama jajaran RT di wilayah RW 01, Kelurahan Pejuang.

"Kata yang bagian humasnya (RT), itu hasil kesepakatan musyawarah RT seluruh di satu RW 01. Saya juga nggak tau itu kebijakan dari mana. Enggak ada , cuma lisan doang, hasil dia rapat juga nggak ada," katanya saat ditemui suarabekaci.id, Kamis (14/1/2021) kemarin.

Ia merinci penggunaan dana Rp100.000 yang dipotong pengurus RW tersebut. Sebesar Rp80.000 untuk warga yang tidak menerima BST, Rp10.000 bagi pengurus yang mengelola pendistribusian bansos, dan sebesar Rp10.000 untuk uang kas.

Sekretaris RW 01, Kelurahan Pejuang, Edi Hidayat membenarkan pungutan Rp100.000 tersebut. Alasannya banyak warga yang kecewa tidak mendapatkan BST. Dari total sebanyak 144 KK, hanya 87 KK yang kebagian menerima BST.

Sehingga, dana Rp100.000 yang sudah terkumpul nantinya akan dibagikan kepada warga yang tidak mendapatkan bantuan sosial.

Dia menjelaskan penarikan dana dilakukan atas persetujuan bersama antara pengurus RT dan RW. Namun, tidak semua RT di wilayah RW 01 menerapkan hal ini.

"Jadi memang di masing-masing RT ada kebijakannya sendiri. Kalau kita sendiri pengurus RW nyuruh tidak, ngelarang pun tidak," ujarnya.

Edi menuturkan penarikan itu tidak bersifat memaksa, hanya warga yang secara suka rela memberikan dana.

"Nah dibikin lah di sini untuk merembukkan bersama. Masing-masing RT paling 30% dapatnya, makanya pada sepakat yang mendapatkan bantuan kita tarik Rp100.000 untuk yang tidak menerima bantuan. Itu pun kita nariknya seikhlasnya, kalau orangnya tidak ikhlas ya tidak kita mintain," katanya.

Sementara, Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman Juwono Putro mengatakan, pihak kelurahan perlu melakukan pengawasan mengenai hal tersebut. DPRD Kota Bekasi, kata dia, juga akan memverifikasi hal itu dengan memanggil pihak terkait untuk mempertanyakan soal pendistribusian bansos.

Menurut Chairoman, potongan tersebut tidak dibenarkan jika warga merasa terpaksa. Apalagi, dalam menentukan penerima BST pemerintah mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sehingga, harus diterima secara penuh oleh penerima bantuan.

"Bagusnya lurah memonitor karena memang yang menjadi permasalahan perlu ada pengawasan, yang pertama sampai kepada yang berhak, kalau nggak berhak kan nggak tepat ya, kalau dipaksa dengan kondisi yang tidak benar itu harus dilaporkan," ujarnya, Jumat (15/1/2021).

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Kasus Klaster Pesantren di Indramayu Bertambah

Regional Senin, 8 Maret 2021 | 09:45 WIB

Semula, klaster pesantren hanya terjadi di Ponpes Abdurahman Basuri. Namun, kasus serupa  juga terjadi di Ponpes Al Urwa...

Umum - Regional, Kasus Klaster Pesantren di Indramayu Bertambah, Klaster pesantren Jabar,Klaster pesantren Covid-19,Klaster pesantren Indramayu,Covid-19 Indramayu

Longsor Kawasan Wisata Panyaweuyan Tak Kunjung Ditangani

Regional Senin, 8 Maret 2021 | 09:00 WIB

Tak cuma akses jalan, warga yang mencari peruntungan lewat objek wisata pun merasa terganggu karena pendapatan jadi berk...

Umum - Regional, Longsor Kawasan Wisata Panyaweuyan Tak Kunjung Ditangani, Lembah Panyaweuyan,longsor Lembah Panyaweuyan,longsor Majalengka,bencana Majalengka

Selama Setahun, 150 ASN di Pemkab Cianjur Terpapar Covid-19

Regional Minggu, 7 Maret 2021 | 20:38 WIB

Selama Setahun, 150 ASN di Pemkab Cianjur Terpapar Covid-19

Umum - Regional, Selama Setahun, 150 ASN di Pemkab Cianjur Terpapar Covid-19, COVID-19,cianjur

Langgar Prokes, Lomba Kicau Burung di Cianjur Dibubarkan Polisi

Regional Minggu, 7 Maret 2021 | 20:09 WIB

Langgar Prokes, Lomba Kicau Burung di Cianjur Dibubarkan Polisi

Umum - Regional, Langgar Prokes, Lomba Kicau Burung di Cianjur Dibubarkan Polisi, lomba kicau burung cianjur,Prokes Covid-19,Polres Cianjur,kicau burung cianjur dibubarkan,COVID-19,Berita Cianjur

Kisruh Pemalsuan Tandatangan, Uu Datangi Pertambangan Leuweung Keusik

Regional Minggu, 7 Maret 2021 | 14:37 WIB

Kedatangan Uu langung disambut ratusan warga Desa Padakembang yang menolak pertambangan.

Umum - Regional, Kisruh Pemalsuan Tandatangan, Uu Datangi Pertambangan Leuweung Keusik, Pemalsuan Tanda Tangan,Uu Ruzhanul Ulum,Pertambangan Leuweung Keusik,Pertambangan Tasikmalaya

Ridwan Kamil Kenalkan 'Apartemen Ayam 4.0’ untuk Program Petani Mileni...

Regional Minggu, 7 Maret 2021 | 13:27 WIB

Kandang ayam dengan luas 100 m ini terdiri dari lima lantai dan merupakan rumah bagi 5.000 ayam potong

Umum - Regional, Ridwan Kamil Kenalkan 'Apartemen Ayam 4.0’ untuk Program Petani Milenial, Apartemen Ayam,program petani milenial,petani milenial Jabar,Ridwan Kamil

Berenang Jadi Hobi Anak-anak Cianjur di Masa Pandemi

Regional Minggu, 7 Maret 2021 | 12:24 WIB

Berenang menjadi salah satu kegiatan favorit anak-anak saat pandemi di Kabupaten Cianjur. Setiap akhir pekan, sejumlah o...

Umum - Regional, Berenang Jadi Hobi Anak-anak Cianjur di Masa Pandemi, Berenang,hobi berenang,hobi saat pandemi,Cianjur

Remaja Tasikmalaya Pesta Miras di Taman Makam Pahlawan

Regional Minggu, 7 Maret 2021 | 10:08 WIB

Remaja Tasikmalaya Pesta Miras di Taman Makam Pahlawan

Umum - Regional, Remaja Tasikmalaya Pesta Miras di Taman Makam Pahlawan, Pesta miras Tasikmalaya,Miras Tasikmalaya,Razia miras Tasikmalaya,Penjual miras Tasikmalaya,Tasikmalaya,pesta miras di kuburan
dewanpers