web analytics
  

Memperbaiki Toilet, Terobosan Baru di Sektor Pariwisata

Senin, 18 Januari 2021 09:59 WIB Netizen Sjarifuddin Hamid
Netizen, Memperbaiki Toilet, Terobosan Baru di Sektor Pariwisata, Toilet,pariwisata,sumber pendapatan

Ilustrasi -- Toilet. (Pixabay)

Sjarifuddin Hamid

Lulusan Jurusan Hubungan Internasional, FISIP-UI. Pernah bekerja pada beberapa surat kabar nasional.

AYOBANDUNG.COM--Di kompleks situs prajurit Terakota,  di Xian, China terdapat satu bangunan permanen yang berwarna keabu-abuan. Di pintu masuk terdapat akuarium sepanjang dua meter berisi ikan hias warna warni. Seorang wanita tua yang membawa pembersih lantai menyambut turis yang datang.

Bangunan permanen yang lebih tepat disebut paviliun itu adalah toilet yang mampu menampung belasan pengunjung. Terang. Bersih. Airnya lancar. Lapang dan nyaman. Yang juga penting, pengunjung tidak diminta membayar.

Kelihatannya sepele, hanya sekedar toilet, namun pelaksanaannya memerlukan perintah khusus Presiden China Xi Jinping. Pemerintah menggelontorkan lebih dari 20 miliar yuan untuk membangun puluhan ribu toilet di objek-objek wisata.

Mengapa presiden sampai turun tangan? Rupanya ada unsur memaksa sebab membangun toilet memerlukan perubahan pola pikir masyarakat. Selama ini toilet dipandang dengan sebelah mata. Yang penting ada.  

Saya pernah meminjam toilet di sebuah rumah penduduk di Xian. Paturasannya bersih. Ironisnya di salah satu ember yang berair, ada seekor ayam potong.

Sumber Pendapatan

Bagi banyak negara, pariwisata merupakan sumber pendapatan yang diandalkan. Pendapatan China dari sektor pariwisata selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Menurut laman Statista, pendapatan pada 2008 berjumlah 1,155 miliar yuan sedangkan pada 2019 sudah mencapai 5,7 miliar yuan. Kenaikan yang luar biasa dengan dampak ikutan yang banyak.

Pendapatan yang sedemikian besar itu karena pemerintah menerapkan resep manjur dalam bisnis pariwisata yakni, memiliki aksesibilitas, infrastruktur dan  objek wisata. Kalau di Indonesia ditambah Sapta Pesona yakni aman, tertib, indah, ramah tamah dan kenangan.

Bicara objek wisata, Indonesia sebetulnya tak kalah. Sayangnya hanya terpusat pada destinasi lama terutama Bali. Memang Bali memiliki daya tarik khas. Kita baru sampai di Bandara keberangkatan sudah terasa suasana liburan. Setidaknya bisa dilihat dari pakaian para calon penumpang.

Sejumlah pemkab/pemkot objek-objek wisata  Banyuwangi, Manado, Lombok dan lainnya akif memasarkan wilayahnya. Sekalian daerah itu berkembang setelah merevitalisasi objek wisata dan membuka aksesibilitas, terutama angkutan udara secara  reguler maupun charter. Sayang wabah  Corona menghambat.

Menurut data BPS, jumlah kunjungan wisatawan pada 2019 mencapai 16,11 juta, naik dibanding tahun sebelumnya yakni 15,81 juta. Tahun 2020 diperkirakan anjlok sebab pada Januari-April hanya 2,77 juta wisman. Yang terbanyak wisatawan Malaysia (206,5 ribu), China (181,3 ribu), Singapura (138,6 ribu), Australia (117,3 ribu) dan Timor Leste 110,4 ribu.

Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi pemulihan sektor pariwisata bakal membutuhkan waktu lama.  Bila tahun 2019 kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional  di kisaran 4,7% maka hingga 2024 persentase itu tidak akan tercapai karena hanya 4,2% atau US$21,5-US$22,9 miliar.

Perbaiki Kualitas Toilet

Beberapa hari lalu terbetik berita, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menugaskan  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandi Uno untuk memperbaiki toilet. Perintah yang mengisyaratkan unsur-unsur lain sudah terpenuh, kecuali toilet.

Menparekrafpun langsung menanggapi dengan membentuk Satgas Toilet Nasional. Organisasi baru yang punya nama unik ini direncanakan membangun ribuan toilet di banyak objek pariwisata. Suatu pekerjaan yang tidak mudah.

Hambatan klasik adalah masalah birokrasi, dalam arti koordinasi antar instansi,  pemkab, dan pemkot. Bukan tidak mungkin ada pengusaha yang mau memonopoli pembangunan, tetapi kualitasnya tak mendukung.

Menparekraf kiranya perlu mengambil terobosan. Salah satu diantaranya adalah mengundang swasta atau BUMN menjadi sponsor. Bukankah perusahaan memiliki dana CSR?

Bisnis pariwisata menjadi andalan di tengah kelesuan ekonomi. Kalau tidak mengapa Amerika Serikat, China, Korea Selatan mau melakukannya?

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Penerjemah Sunda Pertama

Netizen Kamis, 25 Februari 2021 | 10:00 WIB

Raden Kartawinata menduduki posisi yang sebelumnya tidak ada dalam birokrasi kolonial di Tatar Sunda, menjadi penerjemah...

Netizen, Penerjemah Sunda Pertama, Penerjemah Sunda,raden kartawinata,K.F. Holle

Mengapa Orang India Sukses di Negara Lain?

Netizen Senin, 22 Februari 2021 | 15:08 WIB

Cerita ini terinspirasi dari pertanyaan, mengapa orang India mampu menduduki posisi-posisi penting di perbankan,  lembag...

Netizen, Mengapa Orang India Sukses di Negara Lain?, India,sukses,ekonomi

Problem Sampah yang Membuat Kita Sengsara

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 17:59 WIB

Beberapa waktu lalu, Indonesia disebut-sebut sebagai produsen sampah nomor dua terbesar di dunia.

Netizen, Problem Sampah yang Membuat Kita Sengsara, Sampah,Indoensia,Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN),Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Sekolah di Sumedang

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:54 WIB

Pada 5 Juli 1867, Bupati Sumedang R.A. Soeria Koesoema Adinata alias Pangeran Sugih membuka sekolah yang diupayakan oleh...

Netizen, Sekolah di Sumedang, pengeran sugih,sekolah di sumedang,sejarah sekolah,kartawinata,pendopo sumedang,kabupaten sumedang

Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:17 WIB

Manfaat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mulai diragukan setelah Uni Soviet bubar, juga ketika negara-negara pecah...

Netizen, Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China, NATO,Pakta Pertahanan Atlantik Utara,Joe Biden,Amerika Serikat,Australia,china,Presiden Cina Xi Jinping

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 10:54 WIB

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Netizen, Mencegah Kebakaran Sejak  Dini, mencegah kebakaran,dinas kebakaran,cara mencegah kebakaran

Di Jalan Pungkur, Isa Anshary Kritik Marxisme

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 10:45 WIB

Bila kita berjalan-jalan di daerah alun-alun kota Bandung dan sedikit bergeser ke arah Jalan Lengkong kemudian menuju Ja...

Netizen, Di Jalan Pungkur, Isa Anshary Kritik Marxisme, Isa Anshary,jalan pungkur,marxisme,anti komunis,Komunis,Persatuan Islam

Situ Aksan, Rumah Bagi Beragam Burung

Netizen Jumat, 19 Februari 2021 | 13:24 WIB

Situ Aksan, Rumah Bagi Beragam Burung

Netizen, Situ Aksan, Rumah Bagi Beragam Burung , Situ Aksan,burung situ aksan,manuk piit,manuk bondol,manuk cipeung,sejarah bandung baheula

artikel terkait

dewanpers