web analytics
  

Belajar Aksara Sunda: Mengenal Aksara Ngalangena

Jumat, 15 Januari 2021 10:56 WIB Rizma Riyandi
Bandung Baheula - Baheula, Belajar Aksara Sunda: Mengenal Aksara Ngalangena, Aksara Sunda,belajar aksara sunda,Aksara sunda ngalagena,Bahasa Sunda

Sejumlah anak bermain wayang golek didampingi dalang di Saung Cepot, Jalan Omega, Kota Bandung, Selasa (24/11/2020). Bermain wayang golek tersebut sebagai upaya mengenalkan wayang kepada anak-anak juga untuk mendorong agar anak-anak mencintai budaya Indonesia sekaligus mengsisi waktu luang selama masa pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ayo kita mengenal aksara sunda. Setidaknya ada empat hal yang harus kita ketahui dari aksara  sunda, yaitu; 1. Aksara Swara, 2. Aksara Ngalagena, 3. Aksara Rarangkén, jeung 4. Aksara Angka.

Dilansir dari humas.bandung.go.id, Aksara Ngalegena adalah huruf yang melambangkan konsonan. Ada 25 aksara ngalagena. Sebanyak 18 aksara ngalagena utama ditambah tujuh aksara ngalagena serapan.  

Sebenarnya aksara ngalagena melambangkan vocal /a/. Vocal /a/ ini bisa diubah jadi /i,u,é, e, eu, o/ jika ditambah dengan rarangken.

Aksara Ngalagena Utama:

Akutama

Aksara Ngalagena Serapan:

Akser

Aksara Rarangkén:

Akra

Conto ungkara:

Akco

Penulisan dalam aksara latin:
"Sakumna jalma gubrag ka alam dunya téh sifatna merdika jeung boga martabat katut hak-hak anu sarua. Maranéhna dibéré akal jeung haté nurani, campur-gaul jeung sasamana aya dina sumanget duduluran."

Editor: Andres Fatubun

terbaru

17 Februari: Lahirnya Inggit Garnasih, Tulang Punggung Soekarno

Baheula Rabu, 17 Februari 2021 | 13:49 WIB

Dalam kaidah roman sejarah, ia adalah pendamping yang menuntun pembentukan karakter pemimpin dari Soekarno.

Bandung Baheula - Baheula, 17 Februari: Lahirnya Inggit Garnasih, Tulang Punggung Soekarno, Sejarah Hari Ini,Inggit Garnasih,Ir. Soekarno,Bandung

Tabir Sejarah Pecinan, Mula Pembatasan terhadap Tionghoa

Baheula Kamis, 11 Februari 2021 | 15:51 WIB

Setelah tahun 1740, setelah keadaan tentram kembali, dikeluarkan peraturan yang mengharuskan orang Tionghoa tinggal di k...

Bandung Baheula - Baheula, Tabir Sejarah Pecinan, Mula Pembatasan terhadap Tionghoa, Pecinan,Bandung,Tionghoa,Kolonial Belanda,Orang Eropa,Pribumi,Jakarta

Sejarawan Singkap Trik Jago Dagang Orang Tionghoa kepada Pribumi

Baheula Rabu, 10 Februari 2021 | 16:30 WIB

Orang Tionghoa punya faktor yang tidak dimiliki oleh Eropa terhadap Pribumi. Hal inilah yang membuat mereka jago dalam d...

Bandung Baheula - Baheula, Sejarawan Singkap Trik Jago Dagang Orang Tionghoa kepada Pribumi, Sejarawan,Trik jago dagang orang Tionghoa,Sejarah,Historis,Tionghoa,Bandung,Orang Eropa,Pribumi,Kolonialis Belanda

Abattoir Tjimahi, Rumah Jagal Peninggalan Belanda

Baheula Kamis, 4 Februari 2021 | 17:05 WIB

Abattoir Tjimahi, Rumah Jagal Peninggalan Belanda

Bandung Baheula - Baheula, Abattoir Tjimahi, Rumah Jagal Peninggalan Belanda, Abettoir Tjimahi,Rumah Potong Hewan (RPH),rumah jagal Hindia Belanda,rumah jagal Cimahi,Bandung Baheula,rumah jagal Belanda di Cimahi

Mengenal Swara dalam Aksara Sunda

Baheula Jumat, 15 Januari 2021 | 10:35 WIB

Sebetulnya belajar aksara bahasa sunda itu mudah dan praktis. Pasalnya aksara sunda memiliki huruf-huruf yang cara menul...

Bandung Baheula - Baheula, Mengenal Swara dalam Aksara Sunda, Aksara Sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda swara,Bahasa Sunda

Nyonya Homann, Pemilik Hotel Savoy Homann

Baheula Kamis, 19 November 2020 | 13:08 WIB

Banyak sekali tulisan tentang Hotel Savoy Homann menyebutkan majunya hotel legendaris di pusat Kota Bandung itu akibat p...

Bandung Baheula - Baheula, Nyonya Homann, Pemilik Hotel Savoy Homann, Nyonya Homann,Hotel Savoy Homann,delpher,Jacoba van Hogezand,Hotel Homann Bandung

Wisata Bandung Tempo Dulu

Baheula Minggu, 1 November 2020 | 14:47 WIB

Membicarakan wisata Bandung juga tidak lepas dari lanskap Bandung Raya. Jejaknya bisa kita temukan dalam berbagai litera...

Bandung Baheula - Baheula, Wisata Bandung Tempo Dulu, Wisata Bandung Tempo Dulu,Kwee Khay Khee,Sejarah Bandung,Boekoe Petoendjoek Djalan Boeat Pelesiran di Kota Bandoeng dan Daerahnja,Bandung Heritage,Sam Suhaedi Admawiria

Rekam Juang Pasundan Istri (PASI) di Bandung

Baheula Senin, 19 Oktober 2020 | 11:41 WIB

PASI ialah organisasi pemberdayaan perempuan yang lahir dari keresahan kaum perempuan di zaman Hindia Belanda.

Bandung Baheula - Baheula, Rekam Juang Pasundan Istri (PASI) di Bandung, Pasundan Istri (PASI),Hindia Belanda,feodalisme,Sunda,pendidikan perempuan

artikel terkait

dewanpers