web analytics
  

China Bangun Tempat Karantina Baru Covid-19

Jumat, 15 Januari 2021 23:11 WIB
Umum - Internasional, China Bangun Tempat Karantina Baru Covid-19, China,Tempat Karantina Covid-19

Ilustrasi -- Tempat Karantina Baru Covid-19. (Pixabay)

BEIJING, AYOBANDUNG.COM -- Fasilitas karantina virus Corona sedang dibangun di kota Cina utara. Tempat ini akan berkapasitas 3.000 unit untuk menangani kenaikan pasien akibat perjalanan libur Imlek.

Media pemerintah pada Jumat (15/1/2021) menunjukkan kru meratakan tanah dan menuangkan beton. Tim pembangunam pun telah mulai memasang kamar yang sudah dibuat sebelumnya di tanah pertanian di luar Shijiazhuang, ibu kota provinsi provinsi Hebei yang telah melaporkan sebagian besar kasus baru.

China sebagian besar telah menahan penyebaran domestik lebih lanjut dari virus Corona. Namun, lonjakan baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran, terlebih lagi rencana warga mudik selama perayaan tahun baru Imlek.

Komisi Kesehatan Nasional pada Jumat mengatakan, 1.001 pasien dirawat karena penyakit tersebut. Sebanyak 26 di antaranya dalam kondisi serius. Adapun 144 kasus baru tercatat selama 24 jam terakhir. Hebei menyumbang 90 kasus baru, sementara provinsi Heilongjiang jauh di utara melaporkan 43 kasus.

Lapor baru menunjukan, sembilan kasus dibawa dari luar negeri. Sementara penularan lokal juga terjadi di wilayah selatan Guangxi dan provinsi utara Shaanxi. Secara keseluruhan, China telah melaporkan 87.988 kasus yang dikonfirmasi dengan 4.635 kematian.

Kondisi terbaru ini menunjukkan kemampuan virus untuk menyebar di negara yang luas berpenduduk 1,4 miliar itu meskipun dikarantina, pembatasan perjalanan, dan pemantauan elektronik. Shijiazhuang telah ditempatkan di bawah penguncian virtual, bersama dengan kota Xingtai dan Langfang di Hebei, sebagian dari Beijing, serta kota-kota lain di timur laut. Pengaturan ini telah memutus rute perjalanan. Sementara lebih dari 20 juta orang telah diberitahu untuk tinggal di rumah selama beberapa hari mendatang.

Lonjakan di China utara terjadi ketika para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersiap untuk mengumpulkan data tentang asal-usul pandemi setelah tiba di Wuhan pada Kamis (14/1). Wilayah ini menjadi tempat virus Corona pertama kali terdeteksi pada akhir 2019.

Anggota tim WHO harus menjalani karantina selama dua minggu sebelum dapat memulai kunjungan lapangan. Sebanyak dua dari 15 anggota ditahan di Singapura karena status kesehatan.

Kementerian Luar Negeri mengumumkan, salah satunya, warga negara Inggris, disetujui untuk bepergian pada Jumat setelah dinyatakan negatif untuk virus Corona. Sementara yang kedua, seorang warga Sudan dari Qatar, kembali dites positif.

Kunjungan tersebut disetujui oleh pemerintah Presiden Xi Jinping setelah perselisihan diplomatik berbulan-bulan. Masalah tersebut pun memicu keluhan publik yang tidak biasa dari kepala WHO.

Para ilmuwan menduga virus yang telah menewaskan lebih dari 1,9 juta orang sejak akhir 2019 itu menular ke manusia dari kelelawar atau hewan lain, kemungkinan besar di barat daya China. Mantan pejabat WHO, Keiji Fukuda, memperingatkan agar tidak meningkatkan ekspektasi untuk setiap terobosan dari kunjungan tersebut.

Fukuda yang tidak masuk dalam tim kunjungan ini mengatakan, mungkin diperlukan waktu bertahun-tahun sebelum kesimpulan jelas dapat dibuat. "China akan keluar untuk menghindari kesalahan, mungkin mengubah narasi, mereka ingin tampil sebagai orang yang kompeten dan transparan," katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Korsel Ingin Capai Herd Immunity pada September

Internasional Rabu, 24 Februari 2021 | 23:43 WIB

Korea Selatan menargetkan untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) dari Covid-19 pada musim gugur, meskipun pr...

Umum - Internasional, Korsel Ingin Capai Herd Immunity pada September, Korea Selatan (Korsel),Herd Immunity,Covid-19 Korsel

Kerusuhan Penjara di Ekuador, 50 Tahanan Tewas

Internasional Rabu, 24 Februari 2021 | 10:32 WIB

Perselisihan antar-geng diyakini menjadi pemicu utama kerusuhan penjara di Ekuador

Umum - Internasional, Kerusuhan Penjara di Ekuador, 50 Tahanan Tewas, kerusuhan di tiga penjara di Ekuador,Perselisihan antar-geng,Presiden Ekuador Lenín Moreno,Guayaquil,Cuenca,Latacunga

Pegolf Tiger Woods Kecelakaan, Mobil Terguling ke Jurang

Internasional Rabu, 24 Februari 2021 | 06:59 WIB

ESPN melaporkan, mengutip polisi setempat, cedera yang dialami Woods diyakini tidak mengancam nyawanya.

Umum - Internasional, Pegolf Tiger Woods Kecelakaan, Mobil Terguling ke Jurang, Tiger Woods,Tiger Woods kecelakaan,Kecelakaan Tiger Woods

Nasib Muslim Rohingya Semakin Mencekam Setelah Kudeta Myanmar

Internasional Selasa, 23 Februari 2021 | 15:25 WIB

Para pengungsi cemas jika akan dipaksa dikembalikan ke Myanmar dan merasakan penganiayaan lebih lanjut.

Umum - Internasional, Nasib Muslim Rohingya Semakin Mencekam Setelah Kudeta Myanmar, Muslim Rohingya,Kudeta Militer Myanmar

Siapa El Chapo Guzman? Yang Istrinya Baru Saja Diciduk AS

Internasional Selasa, 23 Februari 2021 | 13:51 WIB

Banyak warga Meksiko, terutama di Badiraguato, Sinaloa, justru menganggap Joaquín Archivaldo Guzmán Loera (El Chapo) buk...

Umum - Internasional, Siapa El Chapo Guzman? Yang Istrinya Baru Saja Diciduk AS, El Chapo,Gembong Narkoba,Meksiko,Joaquín Archivaldo Guzmán Loera

Warganet Diringkus sebab Berkomentar Soal Bentrokan Cina-India

Internasional Selasa, 23 Februari 2021 | 12:02 WIB

Biro Keamanan Publik Nanjing mengeluarkan pernyataan yang mengatakan laki-laki yang nama depannya Qiu ditangkap pada 19...

Umum - Internasional, Warganet Diringkus sebab Berkomentar Soal Bentrokan Cina-India, Cina,India,Perbatasan,warganet

Lawan Amerika Serikat, Iran Tak Batasi Pengayaan Uranium-Nuklir

Internasional Selasa, 23 Februari 2021 | 11:43 WIB

Hal ini menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah menyerah pada tekanan Amerika Serikat (AS) atas program nuklirnya. 

Umum - Internasional, Lawan Amerika Serikat, Iran Tak Batasi Pengayaan Uranium-Nuklir, Iran,Amerika Serikat,Nuklir,Uranium

Pertambangan Emas Ilegal Afghanistan Telan 4 Korban Jiwa

Internasional Selasa, 23 Februari 2021 | 11:20 WIB

Mereka, yang telah tewas tertimbun tanah longsor, ialah penambang emas ilegal.

Umum - Internasional, Pertambangan Emas Ilegal Afghanistan Telan 4 Korban Jiwa, Afghanistan,Penambangan emas,Ilegal

artikel terkait

dewanpers