web analytics
  

Epidemiolog: Herd Immunity Butuh Waktu Lebih dari Setahun

Jumat, 15 Januari 2021 11:19 WIB Fira Nursyabani
Bandung Raya - Bandung, Epidemiolog: Herd Immunity Butuh Waktu Lebih dari Setahun, Herd Immunity,Vaksinasi Covid-19,Epidemiolog Unpad,Vaksin Covid-19

Seorang tenaga kesehatan menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Kamis (14/1/2021). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Epidemiolog Universitas Padjajaran dr Panji Fortuna Hadisoemarto memastikan vaksin dapat mengurangi angka kesakitan atau kematian akibat Covid-19 dalam waktu cepat. Namun untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), dibutuhkan waktu lebih dari satu tahun. 

“Yang pasti, paling cepat, adalah vaksin dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian,” ujarnya, dalam Rakor Sub Divisi Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 se- Jawa Barat secara virtual dari Kota Bandung, Selasa (12/1/2021) sore.

Dengan angka kesakitan yang berkurang, kata dia, diharapkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat tetap terjaga di level aman. Saat ini tingkat keterisian tempat tidur di kabupaten/kota sudah di atas 80% atau dalam level kritis. 

“Jika angka kesakitan berkurang, pasien yang dirawat pun berkurang sehingga BOR (bed occupancy rate) tidak akan pernah penuh,” katanya.

Menurut Panji, ada pandangan keliru di masyarakat bahwa vaksin dapat membentuk kekebalan kelompok dalam waktu cepat. Lebih keliru lagi, vaksin disamakan dengan obat yang dapat menyembuhkan penyakit Covid-19.

“Kekebalan kelompok paling tidak butuh waktu setahun dari sekarang karena harus mencakup 70% penduduk,” sebutnya.  

Kekebalan kelompok, katanya, tergantung dari tiga keadaan. Pertama, seberapa tinggi penularan setelah vaksinasi. “Vaksin dapat mencegah sakit tapi tidak mencegah penularan. Kalau penularan (masif) terjadi, herd immunity tidak akan terjadi,” ungkapnya. 

Seorang tenaga kesehatan atau Nakes menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Kamis (14/1/2021). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BPOM menyatakan efikasi vaksin Sinovac 65,3%. Menurut Panji, efikasi beda dengan efektivitas karena efikasi diukur pada tingkat uji klinis. Dalam kenyataannya, jika seseorang punya penyakit penyerta (komorbid) sangat mungkin efikasi 65,3% tidak tercapai.

“Mungkin lebih rendah, tidak mungkin lebih tinggi. Tapi yang diharapkan tidak akan menurun terlalu jauh,” katanya.  

Keadaan kedua, seberapa lama perlindungan yang diberikan vaksin. Vaksin Sinovac harus diinjeksi ke satu orang dengan dua dosis atau dua kali penyuntikan. Jarak waktu antara penyuntikan pertama dan kedua adalah dua pekan. Vaksin Sinovac baru akan memberi proteksi dua minggu setelah penyuntikan kedua. 

Ketiga, sebanyak apa cakupan masyarakat yang akan divaksin. Secara nasional orang yang harus divaksin 181,5 juta jiwa. Tahap pertama untuk pekerja di kantor kesehatan berjumlah 1,3 juta jiwa.

“Ini baru 1% saja, sedangkan herd immunity cakupannya harus 70%. Jadi masih buruh waktu kurang kebih satu tahun lagi. Tapi untuk mengurangi angka kesakitan, itu pasti,” katanya.  

Panji melanjutkan, orang yang positif Covid-19 sebetulnya tidak perlu disuntik vaksin. Tapi tidak menutup kemungkinan orang divaksin tapi ternyata positif Covid-19 tanpa diketahui.

“Tapi hingga kini belum ada laporan orang yang demikian mengalami efek samping yang buruk,” ungkapnya. 

Setelah disuntik vaksin, menurutnya, orang tidak perlu melakukan isolasi mandiri selama dua pekan.

“Tapi kan pasti ada yang nanya, kan sudah divaksin kenapa masih pakai masker? Jawab saja, lebih baik dobel perlindungan daripada singel,” ujar Panji. 

Namun Panji yakin vaksin Sinovac memiliki tingkat keamanan tinggi untuk disuntikkan karena sudah mengantongi izi penggunaan darurat dari BPOM. Apalagi vaksin ini sudah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Dinkes Kota Bandung: Belum Ada Laporan Efek Samping Berat Vaksinasi Co...

Bandung Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:43 WIB

Kota Bandung tengah melangsungkan vaksinasi Covid-19 tahap kedua, menyasar lansia hingga pedagang pasar.

Bandung Raya - Bandung, Dinkes Kota Bandung: Belum Ada Laporan Efek Samping Berat Vaksinasi Covid-19, Efek Samping Berat Vaksinasi Covid-19,Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua,Dinas Kesehatan Kota Bandung,peserta vaksinasi,gangguan kesehatan pascapenyuntikan,Vaksinasi Pedagang Pasar,vaksinasi Pedagang Pasar Kota Bandung,Vaksinasi Lansia

Vaksin Covid-19 untuk Pedagang Pasar Kota Bandung Dimulai di Pasar Sed...

Bandung Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:11 WIB

Pasar Sederhana menjadi tempat perdana digelarnya vaksinasi massal bagi pedagang pasar.

Bandung Raya - Bandung, Vaksin Covid-19 untuk Pedagang Pasar Kota Bandung Dimulai di Pasar Sederhana, Vaksin Covid-19 untuk Pedagang Pasar,vaksinasi Pedagang Pasar Kota Bandung,vaksinasi massal bagi pedagang pasar,Pasar Sederhana,Vaksinasi di pasar,Vaksinasi Covid-19,pedagang pasar di Kota Bandung,Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 27 Februari 2021

Bandung Sabtu, 27 Februari 2021 | 05:23 WIB

Lokasi SIM Keliling Online Kota Bandung, Sabtu (27/2/2021) berada di 2 lokasi.

Bandung Raya - Bandung, Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 27 Februari 2021, SIM Keliling Kota Bandung,Lokasi SIM Keliling Kota Bandung,Jadwal SIM Keliling Kota Bandung,lokasi perpanjangan SIM di Kota Bandung,Lokasi perpanjangan SIM Bandung hari ini,Polrestabes Bandung,syarat memperpanjang SIM,biaya perpanjangan SIM di Bandung

Prakiraan Cuaca Kota Bandung Hari Ini 27 Februari 2021

Bandung Sabtu, 27 Februari 2021 | 04:41 WIB

Cuaca Bandung hari ini, Sabtu (27/2/2021) diprediksi hujan ringan siang hingga malam.

Bandung Raya - Bandung, Prakiraan Cuaca Kota Bandung Hari Ini 27 Februari 2021, Cuaca Kota Bandung,prakiraan cuaca Kota Bandung,prakiraan cuaca Kota Bandung hari ini,Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung,Cuaca Bandung Terkini

Waktu Salat Bandung dan Sekitarnya 27 Februari 2021

Bandung Sabtu, 27 Februari 2021 | 01:08 WIB

Berikut jadwal salat Kota Bandung dan sekitarnya, Sabtu (27/2/2021)

Bandung Raya - Bandung, Waktu Salat Bandung dan Sekitarnya 27 Februari 2021, Waktu salat Bandung,Waktu salat Bandung dan sekitarnya hari ini,waktu salat Bandung Hari ini,jadwal salat Kota Bandung,Zikir sesudah salat,salat lima waktu,salat tepat waktu

5 Kepala Daerah di Jabar Hasil Pilkada Serentak 2020 Resmi Dilantik

Bandung Jumat, 26 Februari 2021 | 20:01 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik lima kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2020 di Gedung Merdeka, Kota Bandung...

Bandung Raya - Bandung, 5 Kepala Daerah di Jabar Hasil Pilkada Serentak 2020 Resmi Dilantik, Pelantikan 5 Kepala Daerah di Jabar,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Ridwan Kamil Lantik 5 Kepala Daerah,Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak

Jabar Siap Perbaiki 150 Rumah Rusak Akibat Bencana

Bandung Jumat, 26 Februari 2021 | 19:02 WIB

Kerusakan rumah warga akibat bencana banjir di Kabupaten Bekasi mulai diinventarisasi agar bisa segera diperbaiki. Pemer...

Bandung Raya - Bandung, Jabar Siap Perbaiki 150 Rumah Rusak Akibat Bencana, Rumah Rusak Akibat Bencana,Disperkim Jabar,Rumah Rusak Akibat Banjir Bekasi

Covid-19 Kota Bandung Meningkat 219 Kasus dalam Sehari

Bandung Jumat, 26 Februari 2021 | 16:19 WIB

Angka tersebut mengalami peningkatan 219 kasus dibanding hari sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada kasus Covid-19 akti...

Bandung Raya - Bandung, Covid-19 Kota Bandung Meningkat 219 Kasus dalam Sehari, Kasus positif Covid-19 di Kota Bandung,Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung,kasus Covid-19 aktif

artikel terkait

dewanpers