web analytics
  

KPK Apresiasi PLN Dalam Penyelamatan Aset Untuk Cegah Korupsi

Jumat, 15 Januari 2021 22:33 WIB Dadi Haryadi
Bisnis - Finansial, KPK Apresiasi PLN Dalam Penyelamatan Aset Untuk Cegah Korupsi, PLN,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Pencegahan Korupsi

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini (kanan) saat berkunjung ke Kantor KPK pada Jumat (15/1/2021). (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sinergitas antara PLN dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pencegahan korupsi dan penyelamatan aset negara akan terus berlanjut. Hal tersebut tercermin melalui kunjungan Direksi PLN ke Kantor KPK pada Jumat (15/1/2021) guna melakukan audiensi sebagai bentuk apresiasi PLN atas dukungan KPK dalam perbaikan tata kelola aset dan pencegahan korupsi, sekaligus rencana sinergitas tata kelola aset tahun 2021.

Hadir dalam acara tersebut Ketua KPK Firli Bahuri, Wakil KPK Alexander Marwata dan Nurul Ghufron, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, dan jajaran Direksi PLN lainnya.

Ketua KPK, Firli Bahuri menyampaikan apresiasinya atas kinerja PLN ditahun 2020. Menurutnya sebagai perusahaan layanan publik yang bertugas menyediakan pasokan listrik, PLN memiliki peranan penting bagi bangsa Indonesia.

"Meski di tengah pandemi Covid-19, PLN tetus memiliki andil besar untuk mewujudkan tujuan nasional, antara lain memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa," tutur Firli dalam keterangan resmi.

Terkait upaya pencegahan korupsi khususnya melalui tata kelola dan sertifikasi aset perusahaan, Firli terus meminta PLN untuk melanjutkan program tersebut. Ke depan Firli juga berharap, PLN dapat terus meningkatkan upayanya dalam melakukan pencegahan korupsi.

"Kami titip sebagai upaya pencegahan, Whistleblowing System harus dijalankan, agar siapapun bisa melaporkan ketika terjadi potensi korupsi. Begitu juga dengan unit pengendali gratifikasi," ucap Firli.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini menjelaskan bahwa capaian PLN dalam melakukan sertifikasi aset tidak lepas dari dukungan dari KPK. Hasil capaian sertifikasi aset pada 2020 tersebut menjadi kado manis bagi PLN.

PLN memiliki kurang lebih 93 ribu bidang tanah yang harus dilegalkan dan disertifikasi. Sampai akhir tahun 2019 lalu, baru sekitar 30 persen atau 28 ribu persil yang telah bersertifikat. Hingga 31 Desember 2020, persil tanah perseroan yang bersertifikat telah bertambah sebanyak 20.507 persil dan 603 persil pembaruan sertifikat. Sehingga secara kumulatif jumlah persil bersertifikat menjadi 48.789 persil atau sekitar 45,7 persen,” terang Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini.

Menurutnya, peningkatan aset bersertifikat tersebut merupakan wujud dari dukungan KPK dalam perbaikan tata kelola aset dalam upaya pencegahan korupsi dan penyelamatan aset negara.

“Kami sangat bangga dan beruntung KPK memilih PLN sebagai BUMN prioritas dalam penyelamatan aset-aset negara,” tambah Zulkifli.

Dirinya berharap, sinergitas ini dapat terus berlanjut sehinggga sertifikasi aset negara yang dipercayakan kepada PLN dapat meningkat menjadi 60 persen pada akhir tahun ini dan menjadi 100 persen pada akhir tahun 2023.

Selain itu, Zulkifli juga berharap dukungan KPK untuk mendorong perbaikan tata kelola limbah batubara.

"Limbah B3 berupa fly ash dan bottom ash dari hasil pembakaran batu bara ini, salah satunya kami olah menjadi beton, baik itu paving, batako dan beton pracetak. Namun, selama masih ditetapkan sebagai limbah B3, padahal di hampir seluruh negara ini tidak masuk limbah B3," tutur Zulkifli.

Dampak dari masuknya FABA ke dalam limbah B3 maka pengelolaanya harus mengikuti standar pengelolaan limbah B3, termasuk mekanisme perizinannya. Hal ini membutuhkan biaya yang besar. Dengan perbaikan tata kelola pengelolaan limbah batu bara akan mendorong operasional PLN menjadi semakin efisien.

KPK menyambut baik harapan PLN dengan mendorong komitmen antikorupsi PLN. Antara lain KPK mengajak pejabat PLN untuk memiliki sertifikasi ahli pembangun integritas (API) sebagai upaya membangun integritas diri dan korporasi PLN.

Melalui tugas koordinasi dan monitoring KPK juga akan terus mendampingi dengan melakukan kajian atas regulasi, tata kelola dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk mencegah korupsi.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

terbaru

OJK Perintahkan Bank Kecil Penuhi Modal Inti Minimum

Finansial Kamis, 4 Maret 2021 | 22:27 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per akhir Januari 2021 bank dengan modal inti di bawah Rp 1 triliun hanya tersisa...

Bisnis - Finansial, OJK Perintahkan Bank Kecil Penuhi Modal Inti Minimum, Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Modal Inti Minimum,Bank BUKU I

5 Tips Menghemat Uang Setelah Kehilangan Pekerjaan

Finansial Kamis, 4 Maret 2021 | 15:52 WIB

Tahun 2020 menjadi masa yang sulit. Begitu banyak ketidakpastian ekonomi, membuat perusahaan banyak melakukan efisiensi...

Bisnis - Finansial, 5 Tips Menghemat Uang Setelah Kehilangan Pekerjaan, Tips Menghemat,Kehilangan Pekerjaan,tips menghemat saat kehilangan pekerjaan,PHK

Harga Emas Antam Bandung Turun Jadi Rp923.000

Finansial Kamis, 4 Maret 2021 | 09:42 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp923.000 per gram pada Kamis(4/3/2021), atau turun Rp5.000...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Bandung Turun Jadi Rp923.000, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga emas Antam Bandung,Emas

7 Cara Siapkan Dana Pensiun Demi Hidup Nyaman di Masa Tua

Finansial Kamis, 4 Maret 2021 | 01:03 WIB

Pensiun dini dan menikmati masa tua dengan damai kini jadi dambaan generasi muda. Untuk itu, tidak ada salahnya menyiapk...

Bisnis - Finansial, 7 Cara Siapkan Dana Pensiun Demi Hidup Nyaman di Masa Tua, Dana Pensiun,Masa Tua,Cara Siapkan Dana Pensiun

Presiden Jokowi: Sudah 5 Tahun Lapor Pajak Melalui e-filling

Finansial Rabu, 3 Maret 2021 | 18:52 WIB

Presiden Joko Widodo mengajak para wajib pajak untuk segera melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasil...

Bisnis - Finansial, Presiden Jokowi: Sudah 5 Tahun Lapor Pajak Melalui e-filling, Presiden Joko Widodo (Jokowi),Jokowi Lapor Pajak,Jokowi SPT Tahunan,Jokowi e-filling

Lebih Mudah Lapor Pajak, DJP Luncurkan e-Filing PDF

Finansial Selasa, 2 Maret 2021 | 21:03 WIB

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meluncurkan format pelaporan e-Filing bentuk baru yaitu e-Form PDF di Jakarta, Selasa (2...

Bisnis - Finansial, Lebih Mudah Lapor Pajak, DJP Luncurkan e-Filing PDF, Direktorat Jenderal Pajak (DJP),E-filing,Lapor Pajak,e-Filing PDF,Kanwil DJP Jabar I,SPT Tahunan,e-Form PDF

Majukan Pendidikan, bank bjb syariah Gandeng Idrisiyyah

Finansial Selasa, 2 Maret 2021 | 12:44 WIB

bank bjb syariah menargetkan peningkatan kerja sama sektor pendidikan. Salah satunya dengan melakukan penandatangan Memo...

Bisnis - Finansial, Majukan Pendidikan, bank bjb syariah Gandeng Idrisiyyah, bjb syariah,kerja sama bank bjb syariah dan Yayasan Idrisiyyah,Yayasan Idrisiyyah,bank bjb syariah

Harga Jual Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp923.000 per Gram

Finansial Selasa, 2 Maret 2021 | 10:36 WIB

Harga jual emas Antam pada sesi perdagangan Selasa (2/3/2021) dibanderol Rp923.000 per gram, atau sama dengan hari kemar...

Bisnis - Finansial, Harga Jual Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp923.000 per Gram, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,emas antam

artikel terkait

dewanpers