web analytics
  

Data Sementara Gempa Sulbar: 15 Ribu Orang Mengungsi, 34 Meninggal Dunia

Jumat, 15 Januari 2021 21:33 WIB
Umum - Nasional, Data Sementara Gempa Sulbar: 15 Ribu Orang Mengungsi, 34 Meninggal Dunia, Gempa Sulawesi Barat,Data Gempa Sulbar

Anggota Basarnas melakukan evakuasi korban gempa yang tertimbun di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). (Foto Basarnas)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Korban gempa di Sulawesi Barat (Sulbar) terus bertambah. Hingga Jumat sore, korban yang dinyatakan meninggal sudah 34 orang.

Selain itu, ada 736 orang dinyatakan luka dan 15.000 terpaksa mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Sulbar Darno Majid mengatakan data tersebut dicatat pada Jumat (15/1/2021) pada pukul 14.00 Wita. Ia memperkirakan korban masih akan terus bertambah.

"Ini masih data sementara. Evakuasi masih sementara dilakukan oleh tim gabungan," kata Darno.

Korban meninggal dunia terbanyak di Mamuju yakni 26 orang. Sementara, di Majene ada 8 orang. Korban luka masih dalam proses pendataan.

Ia mengatakan masih banyak bangunan rubuh yang belum dibongkar. Penggunaan alat berat untuk pencarian korban tampaknya rumit.

"Karena kalau kita pakai alat berat ditakutkan melukai korban yang tertimbun dan mereka masih hidup. Kita lakukan hati-hati betul," tambahnya.

Saat ini, pihaknya mengaku butuh tambahan tenda untuk Rumah Sakit darurat di Mamuju dan Majene. Ratusan warga yang dinyatakan luka butuh perawatan medis serius.

"Kita sangat butuh tenda untuk ruang perawatan. Pusat sudah janji, kemudian dari Sulawesi Tengah dan Makassar juga bilang sudah mau kirim," ujarnya.

Pasien yang sedang dirawat di RS kata Darno juga sudah dipindahkan ke lapangan. Gempa susulan dikhawatirkan masih terus terjadi. Rawan jika pasien berada di dalam gedung.

"Mudah-mudahan tenda sempat sampai. Kita antisipasi terus soal gempa susulan. Kami sudah tetapkan lokasi pengungsian itu pusatnya di stadion," ujar Darno.

Sejauh ini, BPBD setempat mencatat kerugian materil mencakup 1 hotel rusak berat, kantor Gubernur, 300 rumah rusak, 1 kantor Danramil, 2 fasilitas kesehatan, dan 1 unit mini market.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati sudah meminta agar masyarakat di Sulbar mewaspadai adanya gempa susulan. Mereka juga diminta menghindari area pantai.

"Pusat gempa ada di pantai memungkinkan terjadinya longsor bawah laut sehingga masih atau dapat berpotensi tsunami. Apabila ada gempa susulan berikutnya dengan pusat gempa masih di pantai atau pinggir laut," katanya pada konferensi pers, Jumat (15/1/2021).

Gempa magnitudo berkekuatan 6,2 itu termasuk gempa dangkal dengan pusat kedalaman 10 kilometer dari permukaan. BMKG mencatat gempa susulan sejak Kamis siang sudah terjadi sebanyak 28 kali.

Dari hasil analisa BMKG, gempa tersebut disebabkan oleh sesar naik Mamuju atau Mamuju Thrust dan merupakan pengulangan dari dua gempa besar sebelumnya pada tahun 1969 dan 1984.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Perbedaan PPPK, CPNS, dan Sekolah Kedinasan

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 08:20 WIB

Perbedaan PPPK, CPNS, dan Sekolah Kedinasan

Umum - Nasional, Perbedaan PPPK, CPNS, dan Sekolah Kedinasan, pengertian PPPK,perbedaan PPPK dengan CPNS,CPNS,pengertian sekolah kedinasan,pppk

Irfan dan Jennifer Bachdim Sambut Kelahiran Anak Ketiga

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 05:47 WIB

Kabar bahagia datang dari pasangan Irfan Bachdim dan Jennifer Bachdim. Keduanya baru saja menyambut kehadiran anak ketig...

Umum - Nasional, Irfan dan Jennifer Bachdim Sambut Kelahiran Anak Ketiga, Irfan Bachdim,Jennifer Bachdim,Kiyoji Kaynen Bachdim,anak ketiga Jennifer Bachdim

Enam Laskar FPI yang Tewas Ditetapkan Jadi Tersangka

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 05:20 WIB

Enam Laskar FPI yang Tewas Ditetapkan Jadi Tersangka

Umum - Nasional, Enam Laskar FPI yang Tewas Ditetapkan Jadi Tersangka, Penembakan Laskar FPI,laskar FPI tersangka,Laskar FPI ditembak mati polisi,Laskar FPI Ditembak Polisi

Polri: 22 Terduga Teroris Ditangkap di Jawa Timur

Nasional Rabu, 3 Maret 2021 | 19:44 WIB

Kepala Biro Penerangan masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri,  Brigjen Rusdi Hartono mengugkapkan sudah 22 terduga...

Umum - Nasional, Polri: 22 Terduga Teroris Ditangkap di Jawa Timur, Polri,Teroris di Jawa Timur,Densus 88 Antiteror

Gilang 'Fetish Kain Jarik' Divonis 5,5 Tahun Penjara

Nasional Rabu, 3 Maret 2021 | 18:08 WIB

Gilang 'Fetish Kain Jarik' Divonis 5,5 Tahun Penjara

Umum - Nasional, Gilang 'Fetish Kain Jarik' Divonis 5,5 Tahun Penjara, fetish kain jarik,gilang fetish kain jarik,vonis gilang fetish kain jarik,gilang

Dugaan Suap Pajak di DJP, Sri Mulyani: Bentuk Pengkhianatan

Nasional Rabu, 3 Maret 2021 | 16:57 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyayangkan adanya dugaan kasus suap pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Paj...

Umum - Nasional, Dugaan Suap Pajak di DJP, Sri Mulyani: Bentuk Pengkhianatan, Korupsi DJP,Suap Pajak DJP,menteri keuangan,Sri Mulyani,Suap Ditjen Pajak

Iskak dan Ateng ialah Yin dan Yang dalam Dunia Pelawak

Nasional Rabu, 3 Maret 2021 | 16:10 WIB

Mereka sempat tergabung dalam grup lawak Kwartet Jaya bersama Bing Slamet dan Eddy Sud.

Umum - Nasional, Iskak dan Ateng ialah Yin dan Yang dalam Dunia Pelawak, Ateng,Iskak,Pelawak,Sejarah Hari Ini,3 Maret,humor,Guyonan,Indonesia,Lagi-Lagi Ateng

Kominfo Blokir Aplikasi Snack Video

Nasional Rabu, 3 Maret 2021 | 15:13 WIB

Pemblokiran ini dilakukan atas permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Umum - Nasional, Kominfo Blokir Aplikasi Snack Video, Kominfo blokir Snack Video,Snack Video diblokir,Snack Video,Kominfo
dewanpers