web analytics
  

Harga Cabai di Cianjur Semakin Pedas, Rp100 Ribu per Kilo

Kamis, 14 Januari 2021 20:29 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Harga Cabai di Cianjur Semakin Pedas, Rp100 Ribu per Kilo, Cabai di Cianjur,Harga Cabai Naik

Cabai di Pasar, Cianjur. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Sudah sebulan ini harga cabai lombok di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cianjur mengalami kenaikan harga hingga lima kali lipat. Asalnya Rp20.000 kini mencapai Rp100.000 per kilo.

Pantauan Ayobandung di sejumlah pasar tradisional dan juga pembeli, kenaikan ini terjadi secara bertahap. Seperti di Pasar Induk Cianjur (PIC), harga cabai lombok atau disebut cabai domba mencapai Rp90 ribu hingga Rp100.000 per kilo.

Elis Lisnawati (41) seorang ibu rumah tangga warga Desa Nagrak Kecamatan Cianjur mengaku kaget setiap ke pasar menanyakan harga cabai lombok naik. Bahkan terakhir sampai Rp90.000 per kilo.

“Bisanya saya ke pasar membeli kebutuhan dapur, termasuk cabai. Tiga minggu lalu harganya Rp40.000, lalu naik lagi jadi Rp60.000 sampai sekarang Rp90.000,” kata Elis pada Ayobandung.com, Kamis (14/1/2021).

Sementara itu, Nuraeni (55) pedagang cabai lombok di PIC menuturkan, kenaikan tersebut bertahap dari semula Rp60 ribu per kilogram, Rp70 ribu, hingga Rp90 ribu per kilogram.

"Pernah harganya sampai Rp100 ribu, dari awalnya kenaikan sekitar Rp40 ribu.

Alasan naiknya saya tidak tahu karena dari atasnya naik, jadi saya pun ikut menaikan harga," katanya.

Cabai lombok tidak permah sepi pembeli, berapapun harganya selalu ada yang beli. Lantaran sudah menjadi kebutuhan, baik dipakai di rumahan maupun jualan.

Kepala UPTD PIC, Tri membenarkan adanya kenaikan, lantaran banyak petani mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrim dalam benerapa bulan ini.

"Informasinya, pasokan cabai berkurang sedangkan kebutuhan meningkat, lantaran banyak yanh gagal panen,” kata Tri pada wartawan.

Hingga saat ini, Tri mengaku belum bisa memastikan sampai kapan kenaikan harga cabai lombok ini akan terus berlangsung.

"Belum bisa kita pastikan kenaikan ini sampai kapan, tapi biasanya kalau pasokam normal, harga kembali lagi seperti semula,” pungkasnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers