web analytics
  

Razman: Ada Bukti Baru Dugaan Pemalsuan Akta Lahir Anak

Kamis, 14 Januari 2021 16:09 WIB Fichri Hakiim
Umum - Regional, Razman: Ada Bukti Baru Dugaan Pemalsuan Akta Lahir Anak, pemalsuan akta lahir,KPAID Kabupaten Cirebon,PTUN Bandung

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung kembali mengelar sidang lanjutan dugaan rekayasa buku nikah milik Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiah, Kamis (14/1/2021). (Istimewa)

BANDUNGWETAN, AYOBANDUNG.COM -- Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung kembali mengelar sidang lanjutan dugaan rekayasa buku nikah milik Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiah, Kamis (14/1/2021).

Pada sidang kali ini, kuasa hukum penggugat, Razman Arif Nasution menjelaskan usai menyerahkan bukti surat, bukti tambahan sudah disetujui oleh majelis hakim dan dibandingkan dengan pembanding asli.

Di sisi lain, karena tergugat satu yakni kuasa hukum Kepala Urusan Agama (KUA) Mundu Kabupaten Cirebon tidak memiliki bukti asli, maka sidang ditempat akan dilakukan  pada Jumat (22/1/2021) bertempat Hotel Bentani, Cirebon.

"Tadi agendanya menyerahkan bukti surat dan bukti tambahan, dan dibuktikan dengan pembanding asli, hasilnya sudah disetujui oleh majelis hakim, yang belum lengkap bukti dari tergugat 1, mereka tidak memiliki bukti asli, nanti akan di gelar sidang ditempat," ujar Razman, Kamis (14/1/2021).

Razman menjelaskan, alasan lain dilakukannya sidang ditempat karena usia saksi sudah sepuh.  Rencananya, sidang ditempat akan dimulai pukul 08.00 WIB, pengunjung pun akan dibatasi termasuk kuasa hukum, atas permintaan majelis hakim.

"Alasan lain sidang ditempat karena saksi yang nanti di hadirkan sudah berusia lanjut, itu bagus biar semua terbuka, majelis hakim juga meminta pengunjung, kuasa hukum dibatasi. Apalagi sampai bawa-bawa preman," jelasnya.

Saat ini, kasus dugaan rekayasa buku nikah Fifi Sofiah dan IE masih berlangsung di PTUN Bandung. Namun, untuk kasus pidananya sedang di proses di Polda Jateng.

"Pembatalan buku nikah ada di PTUN Bandung, dan pidananya ada di Polda Jateng," tambahnya.

Saat sidang berlangsung, Razman menuturkan ada perbedaan data di KTP dan buku nikah milik Fifi, salah satunya perbedaan pada tanggal lahir. Razman juga menegaskan, bahwa hal itu menjadi bukti atau menguatkan kalau buku nikah itu di duga rekayasa.

"Masa tanggal lahir berbeda, di KTP tanggal 16, di buku nikah tanggal 5, ini kontra produktif dan di KTP milik IE tidak ada nama Effendi-nya, kalau IE merasa dirugikan dengan tindakan Fifi yang diduga merekayasa ini bisa di laporkan, kami juga akan meminta keterangan Dinas Kependudukan untuk memberikan data yang sebenarnya," jelas Razman.

Tak hanya itu, Razman juga menunjukan bukti lainnya, seperti surat akta kelahiran anak kedua yang diduga palsu. Pasalnya, perkawinan siri antara Fifi Sofiah dan IE tidak memiliki anak kandung.

"Kami heran kok bisa terbit 2 akta lahir atas nama Mohamad Nafis Irfan anak kedua, parahnya lagi 2 akta lahir yang sama tapi beda penulisan nama IE, ini kuat dugaan ada rekayasa dalam penerbitan akta lahir, dan yang jadi pertanyan lagi, kemana anak ke satu kalau emang ada, ini langsung aja anak ke dua," ucapnya.

Sementara itu, IL yang merupakan istri sah IE, menyayangkan tindakan Fifi Sofiah sebagai Ketua KPAID Kabupaten Cirebon, yang berani melakukan semua dugaan rekayasa buku nikah serta rekayasa akta kelahiran anak.

"Dia itu Ketua KPAID, harusnya mengerti dan melindungi anak, bukan justru melakukan ini semua dan sangat disayangkan," kata IL.

Tak sampai disitu, IL juga berencana melaporkan Fifi Sofiah yang juga sebagai Ketua KPAID Kabupaten Cirebon ke pihak kepolisian. IL tak terima karena dirinya ditudung oleh Fifi Sofiah sebagai Wanita Idaman Lain (WIL).

"Dalam gugatan itu ada, saya di katakan sebagai WIL, yang WIL itu siapa? ini akan saya laporkan ke pihak kepolisian, biar mereka yang buktikan siapa yang WIL," tuturnya.

Sementara itu di waktu yang bersamaan, kuasa hukum KUA Mundu yang juga sebagai Kasubag Hukum Kanwil Kemenag Provinsi Jabar, Haidar Yamin Mustofa, mengatakan pihaknya telah mengajukan 4 saksi kepada majelis hakim. Namun, hanya 2 saksi yang disetujui untuk sidang ditempat.

"Tadi kami mengajukan 4 saksi, tapi yang disetujui hanya 2 saksi yakni Rakim dan Sunadi yang dianggap mengetahui permasalahan ini," ujar Haidar. 

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Sidak ke Situ Gede, Wagub Uu: Anak Muda Sampai Tukang Cilok Tak Pakai...

Regional Senin, 25 Januari 2021 | 09:51 WIB

Wagub Jabar yang akrab disapa Kang Uu ini menuturkan, masih banyak masyarakat terutama anak muda, pelaku ekonomi, baik i...

Umum - Regional, Sidak ke Situ Gede, Wagub Uu: Anak Muda Sampai Tukang Cilok Tak Pakai Masker, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum,razia masker,Razia masker Tasikmalaya,Kampanye 3M,Situ Gede Tasikmalaya

Atap Masjid Islamic Center Indramayu Ambruk Saat Salat Zuhur

Regional Senin, 25 Januari 2021 | 09:45 WIB

Tanpa korban jiwa, aktivitas salat 5 waktu di masjid itu tetap berjalan sebagaimana biasa.

Umum - Regional, Atap Masjid Islamic Center Indramayu Ambruk Saat Salat Zuhur, Atap Masjid Islamic Center Indramayu ambruk,Masjid Islamic Center Indramayu,Masjid Islamic Center Syekh Abdul Manan,Masjid Indramayu Ambruk,Indramayu

Vaksin Covid-19 Belum Juga Tiba di Kota Tasikmalaya

Regional Senin, 25 Januari 2021 | 05:52 WIB

Kabar kedatangan Vaksin Covid-19 Sinovac ke Kota Tasikmalaya hingga Minggu (24/1/2021) masih juga belum ada kepastian.

Umum - Regional, Vaksin Covid-19 Belum Juga Tiba di Kota Tasikmalaya, Vaksin Covid-19 Tasikmalaya,Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Tempat Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Waktu Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Tasikmalaya

Selain Bupati, Wabup Pangandaran Juga Positif Covid-19

Regional Senin, 25 Januari 2021 | 05:25 WIB

Selain Bupati, Wabup Pangandaran Juga Positif Covid-19

Umum - Regional, Selain Bupati, Wabup Pangandaran Juga Positif Covid-19, Bupati Pangandaran positif Covid-19,Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata,Jeje Wiradinata positif Covid-19,jeje wiradinata,wakil bupati Pangandaran positif Covid-19,Wakil Bupati Pangandaran Adang Hadari

Warga Manonjaya Tasik Ditemukan Meninggal Depan Rumah, Kulitnya Membir...

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 21:23 WIB

Warga Manonjaya Tasik Ditemukan Meninggal Depan Rumah, Kulitnya Membiru

Umum - Regional, Warga Manonjaya Tasik Ditemukan Meninggal Depan Rumah, Kulitnya Membiru, mayat manonjaya,Berita Tasikmalaya,jantung,polresta tasik

Warga Perumahan di Cianjur Mandiri Cegah Covid-19

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 20:21 WIB

Warga Perumahan Cianjur Mandiri Cegah Covid-19

Umum - Regional, Warga Perumahan di Cianjur Mandiri Cegah Covid-19, COVID-19,cianjur,Protokol Kesehatan

22 Pengendara Motor Knalpot Bising di Cianjur Ditindak Tegas

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 19:11 WIB

Polres Cianjur bersama Kodim 0608 Cianjur mulai bertindak tegas dalam operasi Cipta Kondisi di pusat Kota Cianjur yang d...

Umum - Regional, 22 Pengendara Motor Knalpot Bising di Cianjur Ditindak Tegas, cianjur,Knalpot bising,Protokol Kesehatan,COVID-19

Korban Terseret Ombak di Pantai Jayanti Cianjur Belum Ditemukan

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 18:57 WIB

Seorang pemuda Rustana Satriaji (23) asal Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur hilang terseret ombak d...

Umum - Regional, Korban Terseret Ombak di Pantai Jayanti Cianjur Belum Ditemukan, Pantai Jayanti,cianjur
dewanpers